Tuesday 30 November 2010

Benarkah Kesehatan Lansia Menurun Akibat Kesepian?

Pada kondisi yang sudah lanjut, umumnya lansia kurang dihargai, tersisih dari kehidupan masyarakat dan tidak jarang mereka menjadi orang yang terlantar. Fenomena ini terjadi karena adanya pergeseran nilai budaya tradisional, yaitu mereka menganut norma yang menganggap orangtua bagian dari kehidupan keluarga yang tidak dapat dipisahkan dan didasarkan pada suatu ikatan kekerabatan yang kuat dan orang tua dihormati serta dihargai sehingga anak-anak mempunyai kewajiban untuk mengurus orangtua. Namun, norma ini menjadi semakin berkurang dengan adanya kemajuan zaman.

Di pihak lain, sebagian dari orang yang lebih muda masih beranggapan para lansia tidak perlu aktif dalam urusan kehidupan sehari-hari. Semua hal-hal yang diuraikan di atas akan memperburuk fungsi integrasi sosial dari para lansia dengan lingkungannya sehingga terjadi kesenjangan antara lansia dengan mereka yang lebih muda. Akibatnya, lansia hidup dalam keterasingan dan merasa kesepian yang akhirnya dapat menyebabkan depresi serta menurunnya daya tahan tubuh dengan segala manifestasi penyakit yang dapat ditimbulkannya.

Oleh karena itu, dalam konteks mengatasi kesepian lansia ditinjau dari segi sosial budaya dan psikologik berarti lansia perlu meningkatkan komunikasinya dengan orang lain atau masyarakat dan anggota masyarakat perlu menciptakan kondisi kehidupan bersama yang harmonis.

Perlu diketahui, kita sebenarnya tidak mendadak menjadi tua ketika kita mencapai usia 65 tahun, ketika menjadi kakek atau nenek atau ketika mengalami menopause. Kita hanya tua jika kita merasa tua, jika kita menganut sikap bergantung kepada orang lain, tidak mandiri, membatasi aktivitas fisik dan mental, serta membatasi ruang lingkup pergaulan dengan orang lain. Memang setiap orang membutuhkan hubungan sosial dengan orang lain yang akrab dan mendalam. Kesepian yang merupakan derita batin dan dapat menghilangkan makna hidup dan eksistensi seseorang sebagai makhluk sosial mungkin saja terjadi jika hubungan sosial tersebut tidak terpenuhi.

Ditinjau dari segi sosiologis seseorang mengalami kesepian karena merasa terasing, tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan, dan perubahan pada pola kekerabatan. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesepian pada lansia dapat berupa sosialisasi tentang eksistensi lansia, meningkatkan peran lansia dalam organisasi, sosialisasi nilai budaya lokal suku bangsa, pembinaan hubungan antar generasi, membudayakan hidup serumah dengan lansia, maupun mengadakan pendidikan informal bagi lansia.

No comments: