Saturday, 30 November 2013

Penyakit Jantung Koroner


Siapapun dapat memiliki kadar kolesterol yang tinggi, baik orang tua maupun orang muda, gemuk maupun kurus, rajin berolahraga maupun tidak, dan seterusnya.

Penderita kadar kolesterol tinggi, khususnya kolesterol LDL, adalah sasaran utama untuk para penderita penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung koroner. Fakta menunjukkan bahwa 80% pasien penyakit jantung meninggal mendadak karena penyakit jantung koroner, dan bahkan 50% di antaranya tanpa gejala sebelumnya.

Penyakit ini disebabkan oleh kadar kolesterol LDL berlebihan yang membentuk plak aterosklerosis pada pembuluh darah koroner jantung dan mengakibatkan otot jantung tidak menerima aliran darah.

Kolesterol LDL merupakan faktor risiko utama penyakit jantung koroner. Selain LDL, faktor risiko lain yang harus diukur dan diketahui yaitu:
* Kebiasaan merokok
* Kadar HDL yang rendah (< 40 mg/dl)
* Hipertensi (tekanan darah tinggi) = 140/90 atau sedang dalam pengobatan antihipertensi
* Usia pria > 45 tahun, dan wanita > 65 tahun
* Adanya riwayat keluarga langsung atau sedarah yang menderita penyakit jantung/ stroke (Jika pria < 55 tahun, jika wanita < 65 tahun)

Gejala-gejala penyakit jantung koroner yang perlu diketahui, yaitu:
  1. Rasa tertekan (seperti ditimpa beban, nyeri, terjepit, diperas, terbakar) di dada, dan dapat menjalar ke lengan kiri, leher, dan punggung
  2. Tercekik atau sesak selama lebih dari 20 menit
  3. Keringat dingin, lemah, jantung berdebar, dan pingsan
  4. Semakin kurang istirahat, tetapi bertambah berat dengan adanya berbagai aktivitas

Osteoporosis


Osteoporosis adalah suatu keadaan dimana terjadi kerapuhan tulang akibat berkurangnya jumlah massa tulang dalam jumlah yang bermakna. Kita mungkin lebih mengenalnya dengan istilah tulang keropos.

Terjadinya osteoporosis dipengaruhi oleh banyak keadaan. Dengan kata lain, tidak ada satu penyebab tunggal yang menyebabkan terjadinya keadaan tersebut.
Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya osteoporosis antara lain:
  1. Faktor keturunan (genetik)
  2. Faktor aktivitas fisik (aktivitas yang kurang)
  3. Faktor hormonal (rendahnya kadar hormon estrogen pada wanita dan testosteron pada pria)
Osteoporosis merupakan keadaan yang sering terjadi pada wanita pasca menopause. Hal ini disebabkan oleh terjadinya penurunan kadar hormon estrogen secara cepat saat seorang wanita mencapai usia menopause.

Berbeda dengan pria. Kadar hormon testosteron pada pria tidak turun secara mendadak. Akibatnya, usia pria saat mengalami osteoporosis umumnya lebih tua 5-10 tahun dibanding wanita.

Bagaimana mencegah terjadinya osteoporosis?
  1. Membangun tulang yang baik selagi muda
  2. Berolahraga secara teratur, khususnya latihan beban dan latihan penguatan otot
  3. Konsumsi kalsium secara teratur, khususnya kalsium yang mudah diserap oleh tubuh
  4. Konsumsi vitamin D dalam jumlah yang cukup
  5. Konsumsi vitamin K dalam jumlah yang cukup
  6. Hindari kafein
  7. Hindari konsumsi makanan berprotein tinggi dalam waktu lama (kecuali dalam keadaan tertentu yang memang membutuhkan asupan protein tinggi)
Yang perlu selalu kita ingat adalah asupan nutrisi haruslah seimbang. Jangan berlebih dan jangan pula kurang. Misalnya, asupan kalsium memang dibutuhkan untuk membentuk tulang yang sehat. Tapi asupan kalsium yang berlebihan dapat pula menimbulkan efek yang tidak diinginkan.

Insomnia


Insomnia atau kesulitan tidur tak jarang muncul sebagai efek stres. Penyebab terumum dari insomnia adalah stres, kecemasan dan depresi. Ada pula faktor lainnya seperti:
  1. Kerentangan terhadap insomnia: beberapa orang cenderung lebih rentan dari yang lain.
  2. Stres yang terus menerus: masalah karir atau problem rumah tangga dapat mengganggu pola tidur.
  3. Masalah psikiatri: orang yang mengalami depresi, kecemasan, dan kelainan psikiatri lainnya biasanya mengalami tidur yang tidak tenang dan sering terputus.
Pasien dengan kepribadian tipe A yang mudah cemas dan depresif. Tapi insomnia mungkin saja merupakan gejala dari masalah lain, misalnya sindroma sleep apnea obstruktif.

Penanganan Insomnia

Pertama kondisi yang mendasari timbulnya insomnia harus diatasi dengan baik untuk itu diperlukan beberapa macam perawatan. Kebiasaan dan lingkungan tidur juga perlu diperbaiki. Jalan terakhir adalah dengan mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter ahli.

Mencegah Insomnia
  1. Tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari.
  2. Berolahraga rutin. Banyak bukti yang menunjukkan olahraga teratur agar dapat memperbaiki kualitas tidur.
  3. Paparkan diri dengan cahaya tenang/cahaya luar ruangan secara teratur, khususnya, di siang hari menjelang sore.
  4. Pastikan suhu, cahaya dan suasana dalam kamar menunjang untuk tidur. Gunakan cahaya remang-remang.
  5. Gunakan ranjang hanya untuk tidur.
  6. Disiplin dalam mengonsumsi obat. Jika ingin mengonsumsi obat tidur dari dokter, dapat diminum satu jam sebelum tidur atau 10 jam sebelum bangun agar efek kantuknya muncul dan hilang di saat yang tepat.
  7. Melakukan latihan relaksasi sebelum tidur, seperti pemijatan atau berendam air hangat.
  8. Menjaga agar tangan dan kaki tetap hangat.
Yang perlu dihindari
  1. Berolahraga tepat sebelum tidur.
  2. Melakukan kegiatan seru / tegang seperti memainkan video game, menonton film yang menegangkan atau berdiskusi serius dengan pasangan.
  3. Minum-minuman berkafein di sore hari (kopi, terlalu banyak teh, soda, dll).
  4. Membaca atau menonton TV di tempat tidur.
  5. Minum alkohol untuk membantu lekas tertidur.
  6. Pergi tidur dengan perut terlalu lapar atau terlalu kenyang
          Minum pil tidur orang lain.
  7. Minum pil tidur yang dijual bebas tanpa sepengetahuan dokter. Berakibat dapat menjadi kebal terhadap efeknya.
  8. Tidur siang.
  9. Memerintahkan diri  sendiri untuk pergi tidur, sebaliknya  akan membuat pikiran dan tubuh tetap terjaga.

Gangguan Komunikasi


Gangguan fisik, psikis, dan sosiologis, serta penyakit dapat menyebabkan kelainan pada kemampuan berbahasa, irama / kelancaran dalam berkomunikasi. Gangguan dapat disebabkan oleh faktor genetik, congenital, maupun didapat. Gangguan tersebut dapat timbul pada saat sebelum lahir, ketika lahir, maupun setelah lahir.

Jenis-jenis gangguan dalam berkomunikasi :

Gangguan dalam berkomunikasi

Biasanya ditandai dengan kesalahan pada produksi bicara, baik yang terdiri pada POA (Point of Articulation) atau (MOA) Manner of Articulation. Gangguan dalam berkomunikasi ini terdiri dari :
  1. Disaudia
    Gangguan yang disebabkan akibat gangguan pendengaran.
  2. Dislogia
    Gangguan yang disertai dengan kerusakan mental. Rendahnya kecerdasan menyebabkan kesulitan dalam mengamati dan mengolah pembentukan konsep dan pemahaman bahasa.
  3. Disartria
    Gangguan berkomunikasi yang disebabkan oleh gangguan koordinasi otot bicara karena kerusakan atau gangguan sistem syaraf pusat ataupun perifer.
  4. Disglosia
    Gangguan berkomunikasi akibat kelainan bentuk / struktur organ bicara, terutama artikulator.
  5. Dislalia
    Gangguan artikulasi yang disebabkan oleh ketidaknormalan di luar organ bicara dan bukan karena kerusakkan sistem syaraf pusat.
Gangguan berbahasa

Gangguan tersebut disebabkan kerusakan otak. Dapat diartikan juga sebagai kerusakan sebagian atau seluruh pemahaman bahasa, perumusan, dan penggunaan bahasa. Namun tidak termasuk gangguan yang dihubungkan dengan berkurangnya sensor primer, keadaan mental yang semakin memburuk, dan gangguan psikis. Gangguan dalam berbahasa ini dapat terjadi selama masa perkembangan dan ketika seseorang dewasa.

Gangguan suara

Gangguan ini disebabkan oleh pita suara, intensitas suara, kualitas suara tidak sesuai dengan seseorang. Hal ini berkaitan dengan usia, jenis kelamin, lingkungan. Gangguan suara ini terdiri dari gangguan dalam nada suara, kenyaringan suara, kualitas suara.

Gangguan irama / kelancaran

Misalnya gagap, irama bicara yang terlalu cepat sehingga sulit dimengerti, atau mengulang kata atau frase pada saat mengucapkan kalimat.

Tanda Perkembangan Si Kecil (0-1 tahun) Terlambat


Sebelumnya kita telah membahas tumbuh kembang yang normal dari bulan ke bulan. Secara garis besar, bayi mulai belajar untuk mengenali suara Anda. Bicaranya masih tidak jelas, hanya bunyi-bunyi tertentu atau kata seperti "ma" atau "da". Si kecil juga mulai memusatkan pandangannya. Si kecil mulai semakin erat dan dekat dengan Anda, senang dipeluk, dipegang dan bermain dengan Anda.

Untuk membantu perkembangannya, Anda dapat:
  1. Sering bernyanyi untuknya.
  2. Mainkan musik, untuk mengembangkan kecintaannya pada musik.
  3. Bicaralah dengannya, walaupun si kecil belum mengerti apa yang Anda bicarakan, tapi ini membuat si kecil merasa menyenangkan.
  4. Membaca untuknya, untuk meningkatkan kemampuan dan pemahamannya terhadap suara dan bahasa.
  5. Sisihkan waktu untuk memeluk dan mengendongnya, karena si kecil akan merasa diperhatikan dan aman.
  6. Berikan cinta dan perhatian yang lebih kepadanya.
Tanda-tanda waspada adanya keterlambatan perkembangan menurut AAP (The American Academy of Pediatrics):
  1. Tidak berkedip saat matanya disinari cahaya.
  2. Tidak dapat memusatkan pandangan dan mengikuti benda yang kita gerakkan.
  3. Minum susu sedikit sekali dan lemah dalam menyedot.
  4. Jarang menggerakan lengan dan tungkai, kadang kelihatan kaku.
  5. Tidak bereaksi terhadap suara yang keras.
  6. Rahang bawah terus bergetar, walaupun si kecil sedang tidak menangis atau sedang bermain gembira.
  7. Belum dapat merangkak walau usianya sudah 12 bulan.

Anak Juga Bisa Stres Lho..


Stres ternyata tidak hanya menyerang orang dewasa, seorang anak balita atau pada usia sekolah dasar pun bisa mengalaminya. Keadaan tersebut biasanya terjadi pada saat si anak merasa tidak nyaman dengan lingkungan sekitarnya. 
Stres merupakan suatu kondisi yang wajar dan bisa saja terjadi pada setiap individu. Ada beberapa hal yang dapat menjadi sumber terjadinya stres pada anak, yaitu faktor internal (biasanya dari dalam keluarga) maupun faktor eksternal.

Dalam lingkungan internal, seorang anak yang sering bertengkar dengan saudara kandungnya secara tidak sadar dapat menimbulkan stres. Terlebih lagi bila salah satu pihak selalu menang atau dimenangkan oleh orang lain. Akibatnya, anakpun dapat merasa tidak disayangi dan diterima seperti saudara kandungnya. Pertengkaran antara saudara kandung merupakan suatu hal yang wajar terjadi. Namun, tetap saja hal tersebut menuntut perhatian secara saksama dari orang tua. Untuk itu, dibutuhkan penyelesaian yang baik dan sikap bijaksana dari orang tua untuk menengahi pertengkaran antara mereka.

Selain itu, adanya kekangan yang berlebih pada anak juga dapat memicu terjadinya stres. Anak lama-kelamaan akan merasa bingung karena banyak tindakan yang tidak boleh dilakukan, yang pada akhirnya akan menghambat perkembangannya.

Secara eksternal, lingkungan sekolah memiliki peran yang signifikan. Seorang anak biasanya akan merasa stres bila menghadapi tugas-tugas sekolah yang terlalu banyak atau merasa tidak sanggup mengikuti pola belajar di sekolahnya.

Lingkungan pergaulan dengan teman sebaya juga hal lain yang dapat memicu terjadinya stres. Di usia sekolah dasar, seorang anak mulai mengenal arti persahabatan, konflik, dan nilai-nilai pertemanan. Anak yang sering mendapat ejekan dari teman-teman sebayanya (dikenal dengan istilah bullying karena dianggap berbeda dari yang lain) dapat membuatnya merasa tidak nyaman. Tidak adanya antisipasi dari orang tua atau guru di sekolah yang dapat membimbingnya mengatasi hal tersebut, lama kelamaan dapat membuatnya merasa stres dan depresi.

Perhatian dan kasih sayang yang cukup dari orang tua dapat membantu anak untuk melewati masa-masa sulitnya. Hal tersebut sangat penting agar anak tetap mendapatkan tempat perlindungan dan membimbingnya untuk belajar menemukan solusi terbaik bagi dirinya sendiri.

Cara Tepat Menggendong Bayi


Setelah 9 bulan merasakan hangatnya suasana dalam kandungan bunda, tubuh bayi yang baru lahir masih terus membutuhkan kehangatan tersebut. Menggendong dan memeluknya adalah cara yang tepat untuk menggantikan semua itu.

Menggendong bayi baru tampaknya memang gampang, tapi bisa juga merepotkan bagi yang tidak biasa. Misalnya, tangan mana dulu yang sebaiknya menyentuh si kecil? Bagian mana dari tubuhnya yang perlu disangga? Kapan Anda dapat mengangkatnya? Jangan khawatir! Ikuti saja cara-cara berikut ini agar Anda mahir menggendong si buah hati.

Ketika bayi Anda telentang di atas tempat tidur, sisipkan salah satu telapak tangan (tangan kiri misalnya) di punggung dan bokongnya. Kemudian, sisipkan telapak tangan kanan Anda ke belakang leher dan kepalanya.

Angkat si kecil secara perlahan. Seluruh tubuhnya tersangga dengan baik dan kepalanya tidak akan berputar karena sudah disangga oleh tangan kanan Anda.

Dengan hati-hati, pindahkan kepalanya ke bagian dalam siku atau bagian dalam lengan Anda. Dalam keadaan ini, bayi merasa nyaman karena kepala, leher dan seluruh tubuhnya tersangga dengan baik.

Untuk memeluk bayi dan menyandarkannya ke bahu Anda, sangga leher dan kepalanya dengan tangan yang lebih bebas (tidak menyangga leher dan kepala), lalu pindahkan posisi bayi menyandar ke bahu. Sangga berat badannya dengan cara meletakkan telapak tangan di bokongnya. Jaga kepala dan lehernya yang masih lemah dengan telapak tangan yang lain.