Friday, 31 August 2012

Pedoman Makanan Bayi

Ibu yang berbahagia, kita semua tahu bahwa apa yang dimakan anak sangat menentukan kondisi tubuhnya di kemudian hari. Makanan yang bergizi merupakan modal utama dalam perkembangan tubuh dan otak si kecil. Bahkan, banyak ahli yang percaya bahwa anak bisa menjadi cerdas karena asupan makanan yang bermutu dan bernilai gizi tinggi.

Namun, cara pengolahan dan penyajian makanan juga menentukan apakah si kecil akan menyukai makanan yang diberikan orang tua. Karena itulah, pada buklet ini, selain pedoman makanan bergizi untuk bayi juga disajikan beberapa resep yang diharapkan bisa merangsang selera makan si kecil. Selamat mencoba!

Pedoman Makanan Bayi

Makanan sehat untuk bayi (0-1 tahun) terdiri dari:
  1. Makanan utama, yaitu Air Susu Ibu (ASI). Jika produksi ASI tidak ada/tidak mencukupi dapat diberikan makanan pengganti ASI (PASI).
  2. Makanan pelengkap, yang terdiri dari buah-buahan, biskuit, makanan lumat dan makanan lunak.
  3. PASI
    PASI atau pengganti air susu ibu adalah susu yang diberikan kepada bayi jika ASI kurang atau tidak dapat diberikan.
  4. Makanan pelengkap
    Disini, makanan pelengkap adalah makanan yang diberikan kepada bayi secara berangsur-angsur untuk memenuhi kecukupan gizi menjelang dan sesudah disapih, sebelum diberikan makanan anak. Contoh: biskuit bayi, buah, dan bubur susu.
  5. Makanan lumat
    Adalah semua makanan yang dimasak dan disajikan dalam bentuk halus. Diberikan pertama kali kepada bayi sebagai makanan peralihan dari ASI ke makanan padat. Contoh makanan lumat adalah bubur susu.
  6. Makanan lembik
    Makanan peralihan dari makanan lumat menjadi makanan anak. Bentuknya lebih padat daripada makanan lumat. Misalnya nasi tim atau bubur campur.

Thursday, 30 August 2012

Bila Si Kecil (lebih dari 1 tahun) Muntah

Apa yang harus dilakukan bila si kecil yang lebih dari 1 tahun muntah?

  1. Jangan memberikan susu kaleng sebagai pengganti cairan. Berikan cairan elektrolit (seperti Pedialit) dalam jumlah kecil tiap 15 menit.
  2. Bila si kecil sudah tidak muntah selama 8 jam, coba berikan makanan lunak secara bertahap.
  3. Bila si kecil sudah tidak muntah selama 24 jam, si kecil sudah dapat mulai diberikan makanan seperti biasanya sedikit demi sedikit. Tapi jangan berikan susu kaleng atau makanan yang mengandung susu dalam 2 hingga 3 hari setelah tidak muntah lagi.
  4. Bila si kecil terus menerus muntah dan tidak ada perbaikan kondisinya, apalagi disertai dengan diare, kemungkinan besar si kecil menderita infeksi pada saluran pencernaannya.
  5. Cepatlah bawa ke dokter, sebab keadaan ini akan membuat si kecil mudah sekali mengalami dehidrasi (kekurangan cairan), yang dapat berakibat fatal.
Gejala dan tanda terjadinya dehidrasi pada si kecil:
  1. Air mata yang keluar sedikit atau sama sekali tidak ada pada saat si kecil menangis.
  2. Ubun-ubun pada bayi terlihat cekung, demikian juga dengan bola mata.
  3. Tidak adanya air seni yang keluar selama 6 hingga 8 jam (pada bayi yang kurang dari 6 bulan, tidak ada air seni selama 4 hingga 6 jam).
  4. Bibir terlihat kering.
  5. Tonus otot (ketegangan atau elastisitas dari otot) berkurang terutama pada daerah otot perut, lengan atas dan tungkai.
  6. Si kecil terlihat lemah dan mengantuk
    Keadaan dehidrasi ini perlu segera mendapat penanganan medis, sebelum kondisinya semakin bertambah buruk.

Bahaya Toksoplasmosis Terhadap Kehamilan


Toksoplasmosis adalah infeksi yang diakibatkan oleh parasit Toksoplasmo gondii, yang biasanya terdapat pada bulu kucing atau hewan piaraan lainnya.

Ibu hamil yang mengkonsumsi daging setengah matang atau mengkonsumsi buah dan sayuran yang tercemar tinja kucing yang mengandung parasit?Toksoplasmo gondii, maka parasit tersebut dapat menginfeksi janin di dalam kandungannya. Selain melalui kandungan, parasit ini dapat menular melalui transfusi darah dan transplantasi organ.

Umumnya parasit tersebut menginfeksi ibu hamil pada trimester I kehamilan, dan kemungkinan janin dapat terinfeksi parasit lebih kurang 17%. Sekitar 60% dari janin yang terinfeksi akan mengalami toksoplasmosis berat dan 40% sisanya mengalami toksoplasmosis ringan.

Jika infeksi tersebut menyerang pada trimester II kehamilan, maka peluang janin untuk terkena infeksi sebesar 24%. Dari jumlah ini, 30% akan mengalami toksoplasmosis berat. Dan jika menyerang pada trimester III kehamilan, maka kemungkinan bayi tersebut terinfeksi parasit adalah 62%. Namun, dari jumlah itu tidak satupun yang akan menderita toksoplasmosis berat.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko terjadinya toksoplasmosis selama kehamilan, antara lain dengan memastikan binatang piaraan di rumah tidak terifeksi oleh parasit toksoplasma, jangan mengadakan kontak langsung dengan kandang atau kotoran dari hewan piaraan, menghindari konsumsi daging mentah atau susu yang belum disterilkan, mencuci bersih buah dan sayuran sebelum dikonsumsi, dan segera periksa ke dokter jika terinfeksi parasit toksoplasma.

Ibu yang positif hamil sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter, apakah tubuhnya telah memiliki kekebalan terhadap toksoplasmosis atau tidak. Hal tersebut sangat penting karena semakin awal toksoplasmosis menyerang kehamilan, maka akan semakin besar dampak yang ditimbulkan pada janin.

Plasenta Previa

Normalnya plasenta menempel pada dinding bagian atas rahim. Tapi sering juga menyalahi aturan, yakni menempel dinding bagian bawah rahim. Kelaianan letak plasenta ini dikenal dengan istilah plasenta previa.

Pada kehamilan trimester pertama, kemungkinan terjadinya plasenta berada di sekitar jalan lahir adalah 4 hingga 8%. Jika ia bergeser ke atas sejalan dengan bertambahnya usia kehamilan, maka biasanya si ibu hamil terlepas dari ancaman plasenta previa. Tapi, jika terjadi sebaliknya, maka sang calon ibu mungkin mengalami plasenta previa.

Penyebabnya pasti terjadinya plasenta previa belum diketahui. Namun, diduga karena adanya gangguan suplai darah pada bagian bawah rahim. Sebagian besar kasusnya, dialami oleh ibu yang antara lain:
  1. Berkali-kali hamil ( lebih dari 4 kali )
  2. Pernah keguguran.
  3. Pernah menjali operasi caesar atau operasi lain di rahim.
  4. Hamil pertama di atas 35 tahun.
  5. Kehamilan kembar 2 atau 3.
  6. Bentuk rahim yang tidak normal.
Biasanya, timbul perdarahan tanpa disertai rasa sakit. Hal ini banyak terjadi saat usia kehamilan sudah memasuki minggu ke-34 atau ke-38. warna darahnya merah terang, bisa juga banyak. Darah bisa keluar terus-menerus, tapi juga bisa berhenti sebentar. Lalu keluar lagi.

Namun, banyak juga yang tidak ditandai perdarahan. Tanda-tanda lain yang dapat dijumpai dokter pada kasus plasenta previa adalah:
  1. Bagian terbawah janin belum masuk panggul.
  2. Posisi janin melintang atau sungsang.
  3. Kadang ukuran janin lebih kecil dari usia kehamilan, mungkin akibat adanya gangguan sirkulasi darah.
Risikonya, perdarahan hebat yang mengancam keselamatan ibu dan janin. Selain itu, keadan ini juga akan meningkatkan risiko perdarahan pasca persalinan. Pada janin, selain bahaya akibat perdarahan, kemungkinan juga harus dilahirkan prematur.

Tindakan Dokter tergantung beberapa hal, antara lain :
  1. Jika tidak ada perdarahan, dokter akan berupaya mempertahankan kehamilan, hingga janin benar-benar cukup matang untuk dilahirkan. Misalnya, ibu hamil dianjurkan bedrest dan dilarang melakukan hubungan seksual.
  2. Jika terjadi perdarahan yang cukup hebat, dokter mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk mengantisipasi persalinan prematur. Jika perlu, dokter akan melakukan transfusi darah dan memberi obat-obatan untuk memperpanjang kehamilan, sedikitnya hingga 36 minggu.
  3. Jika terjadi pendarahan hebat, misalnya karena plasenta lepas, dokter akan melakukan persalinan dengan jalan operasi caesar, meskipun usia kehamilan belum cukup.
Terjadinya plasenta previa tidak dapat dicegah,namun jika ditangani dengan cepat dan tepat, kelaian ini tidak akan berakibat fatal bagi ibu dan janin.

Jika Ibu Hamil Sakit dan Harus Tetap Bekerja

Jika anda adalah wanita bekerja, kehamilan tak perlu menjadi hambatan dalam karir Anda. Namun jika saat hamil Anda mengalami suatu keluhan / penyakit, memang diperlukan beberapa tindakan tepat. Berikut ini tip-tip singkat agar Anda dapat mengatasi kehamilan Anda selama bekerja / selama sakit :

  1. Jika mungkin, berusaha bernegosiasi dengan perusahaan agar bisa mengerjakan pekerjaan paruh waktu.
  2. Jika pekerjaan mengharuskan Anda melakukan pekerjaan yang sangat melelahkan fisik, jam kerja panjang atau terlalu banyak berdiri, usahakan membicarakannya dengan atasan agar bisa bertukar tempat dengan teman lain untuk sementara.
  3. Jangan lupa membawa obat yang harus diminum dan tepat jadwalnya.
  4. Beritahukan pada teman dekat di kantor nomor telepon suami atau dokter yang bisa dihubungi jika tiba-tiba Anda mengalami keluhan mendadak.
  5. Taati pantangan-pantangan yang dapat menimbulkan munculnya keluhan pada penyakit Anda.
  6. Kunjungi dokter Anda secara teratur walaupun saat itu mungkin belum ada keluhan yang muncul.