Gangguan haid seringkali terjadi pada sebagian wanita. Haid bisa datang dua kali dalam sebulan, namun di bulan-bulan berikutnya tidak haid.Dapat juga haid normal namun menderita sakit yang luar biasa. Padahal seharusnya haid datang tanpa mengganggu.
Haid adalah darah kotor dan selaput lendir rongga rahim yang terlepas dengan sendirinya akibat perubahan kadar hormon estrogen dan progesterone, yang akan keluar dari rahim melalui liang vagina. Selaput lendir yang lepas tersebut akan diubah oleh zat yang terkandung di dalamnya menjadi lendir. Pembuluh darah di bagian dasarpun akan terkelupas sehingga terbuka, dan darah mengalir ke luar. Kadang-kadang karena sesuatu, selaput lendir belum sempurna menjadi lendir karena misalnya selaput lendir yang terlalu tebal, sehingga darah haid yang keluar akan bergumpal-gumpal. Setelah haid selesai, akan tumbuh selaput lendir baru yang akan terus berkembang hingga mencapai tingkat ketebalan tertentu. Haid akan berlangsung selama beberapa hari, berhenti selama beberapa minggu, dan kembali lagi seterusnya sampai wanita mengalami menopause.
Siklus haid yang normal adalah jika seorang wanita memiliki jarak haid yang setiap bulannya relatif tetap yaitu selama 28 hari. Jika meleset pun, perbedaan waktunya juga tidak terlalu jauh berbeda, tetap pada kisaran 20 hingga 35 hari , dihitung dari hari pertama haid sampai bulan beriutnya. Lama haid dilihat dari dasah keluar sampai bersih, antara 2 - 10 hari. Darah yang keluar dalam waktu sehari belum dapat dikatakan sebagai haid. Namun bila telah lebih dari 10 hari, dapat dikategorikan sebagai ganguan. Jumlah darah haid yang lkeluar perhari adlah 60 - 80 cc, atau tidak lebih dari 5 pembalut yang terisi penuh.
Ketidakteraturan siklus haid disebabkan karena gangguan hormon dalam tubuh. Atau bisa juga terjadi karena penyakit di dalam organ reproduksi, contohnya tumor rahim, tumor di indung telur. Selain itu gangguan haid disebabkan juga karena faktor lainnya seperti stres, kelelahan,dan penggunaan kontrasepsi.
Tingkat kesuburan seorang wanita dapat dilihat dari ada tidaknya produksi sel telur dalam tubuh. Seorang wanita dikatakan subur jika ia mampu memproduksi sel telur sebulan sekali, mematangkan telur, dan mengeluarkan telur yang masih setengah matang dari indung telur. Pematangan sel telur dan keluarnya sel telur dari indungnya merupakan kerjasama dari otak, indung telur, dan kelenjar buntu di otak yang disebut sebagai hipofisis. Hipofisis mengeluarkan hormone gonadoptropin yang terdiri dari hormon FSH (follicle stimulating hormone) dan LH (luteinizing hormone). Hormon FSH memiliki fungsi mempercepat pematangan telur, sedangkan LH menyempurnakan proses pematangan telur hingga dapat mendekati permukaan indung telur untuk dilepas. Jika tidak terjadi pembuahan dalam waktu 24 jam, sel telur ini akan mati.
Setiap gangguan pada hormon FSH dan LH tidak akan menyebabkan terbentuknya sel telur. Jika demikian, hormon estrogen dan progesteron juga tidak akan terbentuk sebagaimana seperti seharusnya.
Siklus haid yang tidak teratur kebanyakan terjadi akibat faktor hormonal. Seorang wanita yang memiliki hormon estrogen dan progesterone secara berlebihan memungkinkan terjadinya haid dalam waktu yang lebih cepat. Jika gangguan haid dikarenakan oleh faktor hormonal, maka dapat dipastikan wanita tersebut mengalami gangguan kesuburan. Dan dapat diatasi dengan suntikan untuk mempercepat pematangan sel telur.
Tuesday, 30 November 2010
Masa Remaja
Masa remaja adalah suatu tahap antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Istilah ini menunjukkan masa dari awal pubertas sampai tercapainya kematangan; biasanya mulai dari usia 14 tahun pada pria dan usia 12 tahun pada wanita. Transisi ke masa dewasa memang bervariasi, namun secara umum didefinisikan sebagai waktu dimana individu mulai bertindak terlepas dari orang tua mereka.
Perkembangan fisik
Perubahan dramatis dalam bentuk dan ciri-ciri fisik berhubungan erat dengan mulainya pubertas. Aktivitas kelenjar pituitari pada saat ini berakibat dalam sekresi hormon yang meningkat, dengan efek fisiologis yang tersebar luas. Hormon pertumbuhan memproduksi dorongan pertumbuhan yang cepat, yang membawa tubuh mendekati tinggi dan berat dewasanya dalam waktu dua tahun. Dorongan pertumbuhan itu terjadi lebih awal pada pria daripada wanita, juga menandakan bahwa wanita lebih dulu matang secara seksual daripada pria. Pencapaian kematangan seksual pada gadis remaja ditandai oleh kehadiran menstruasi dan pada pria ditandai oleh produksi semen. Hormon-hormon utama yang mengatur perubahan ini adalah androgen pada pria dan estrogen pada wanita, zat-zat yang juga dihubungkan dengan penampilan ciri-ciri seksual sekunder : rambut wajah, tubuh, kelamin dan suara yang mendalam pada pria; rambut tubuh dan kelamin, pembesaran payudara, dan pinggul lebih lebar pada wanita. Perubahan fisik dapat berhubungan dengan penyesuaian psikologis; beberapa studi menganjurkan bahwa individu yang menjadi dewasa di usia dini lebih baik dalam menyesuaikan diri daripada rekan-rekan mereka yang menjadi dewasa lebih lambat.
Perkembangan intelektual
Tidak ada perubahan dramatis dalam fungsi intelektual selama masa remaja. Kemampuan untuk mengerti masalah-masalah kompleks berkembang secara bertahap. Masa remaja adalah awal dari tahap pikiran formal operasional, yang mungkin dapat dicirikan sebagai pemikiran yang melibatkan logika pengurangan atau deduksi. Tahap ini terjadi di semua orang tanpa memandang pendidikan dan pengalaman mereka. Namun, bukti riset tidak mendukung hipotesis itu yang menunjukkan bahwa kemampuan remaja untuk menyelesaikan masalah kompleks adalah fungsi dari proses belajar dan pendidikan yang terkumpul.
Perkembangan seksual
Perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas bertanggungjawab atas munculnya dorongan seks. Pemuasan dorongan seks masih dipersulit dengan banyaknya tabu sosial, sekaligus kurangnya pengetahuan yang benar tentang seksualitas. Namun, sejak tahun 1960-an, aktivitas seksual telah meningkat di antara remaja. Studi akhir menunjukkan bahwa hampir 50% remaja di bawah usia 15 tahun dan 75% di bawah usia 19 tahun melaporkan telah melakukan hubungan seks. Terlepas dari keterlibatan mereka dalam aktivitas seksual, beberapa remaja tidak tertarik pada metode Keluarga Berencana atau gejala Penyakit Menular Seksual (PMS).
Perkembangan emosional
Masa remaja adalah masa stres emosional yang timbul dari perubahan fisik yang cepat dan luas yang terjadi sewaktu pubertas. Hal itu dipandang sebagai perkembangan proses psiko-sosial yang terjadi seumur hidup. Tugas psiko-sosial remaja adalah untuk tumbuh dari orang yang tergantung menjadi orang yang tidak tergantung, yang identitasnya memungkinkan mereka berhubungan dengan yang lainnya dalam gaya dewasa. Kehadiran problem emosional tersebut bervariasi pada setiap remaja.
Perkembangan fisik
Perubahan dramatis dalam bentuk dan ciri-ciri fisik berhubungan erat dengan mulainya pubertas. Aktivitas kelenjar pituitari pada saat ini berakibat dalam sekresi hormon yang meningkat, dengan efek fisiologis yang tersebar luas. Hormon pertumbuhan memproduksi dorongan pertumbuhan yang cepat, yang membawa tubuh mendekati tinggi dan berat dewasanya dalam waktu dua tahun. Dorongan pertumbuhan itu terjadi lebih awal pada pria daripada wanita, juga menandakan bahwa wanita lebih dulu matang secara seksual daripada pria. Pencapaian kematangan seksual pada gadis remaja ditandai oleh kehadiran menstruasi dan pada pria ditandai oleh produksi semen. Hormon-hormon utama yang mengatur perubahan ini adalah androgen pada pria dan estrogen pada wanita, zat-zat yang juga dihubungkan dengan penampilan ciri-ciri seksual sekunder : rambut wajah, tubuh, kelamin dan suara yang mendalam pada pria; rambut tubuh dan kelamin, pembesaran payudara, dan pinggul lebih lebar pada wanita. Perubahan fisik dapat berhubungan dengan penyesuaian psikologis; beberapa studi menganjurkan bahwa individu yang menjadi dewasa di usia dini lebih baik dalam menyesuaikan diri daripada rekan-rekan mereka yang menjadi dewasa lebih lambat.
Perkembangan intelektual
Tidak ada perubahan dramatis dalam fungsi intelektual selama masa remaja. Kemampuan untuk mengerti masalah-masalah kompleks berkembang secara bertahap. Masa remaja adalah awal dari tahap pikiran formal operasional, yang mungkin dapat dicirikan sebagai pemikiran yang melibatkan logika pengurangan atau deduksi. Tahap ini terjadi di semua orang tanpa memandang pendidikan dan pengalaman mereka. Namun, bukti riset tidak mendukung hipotesis itu yang menunjukkan bahwa kemampuan remaja untuk menyelesaikan masalah kompleks adalah fungsi dari proses belajar dan pendidikan yang terkumpul.
Perkembangan seksual
Perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas bertanggungjawab atas munculnya dorongan seks. Pemuasan dorongan seks masih dipersulit dengan banyaknya tabu sosial, sekaligus kurangnya pengetahuan yang benar tentang seksualitas. Namun, sejak tahun 1960-an, aktivitas seksual telah meningkat di antara remaja. Studi akhir menunjukkan bahwa hampir 50% remaja di bawah usia 15 tahun dan 75% di bawah usia 19 tahun melaporkan telah melakukan hubungan seks. Terlepas dari keterlibatan mereka dalam aktivitas seksual, beberapa remaja tidak tertarik pada metode Keluarga Berencana atau gejala Penyakit Menular Seksual (PMS).
Perkembangan emosional
Masa remaja adalah masa stres emosional yang timbul dari perubahan fisik yang cepat dan luas yang terjadi sewaktu pubertas. Hal itu dipandang sebagai perkembangan proses psiko-sosial yang terjadi seumur hidup. Tugas psiko-sosial remaja adalah untuk tumbuh dari orang yang tergantung menjadi orang yang tidak tergantung, yang identitasnya memungkinkan mereka berhubungan dengan yang lainnya dalam gaya dewasa. Kehadiran problem emosional tersebut bervariasi pada setiap remaja.
Ada Apa dengan Puber?
Puber adalah masa dimana tubuh mulai berkembang dan berubah, yang menandai adanya masa peralihan dari masa anak-anak menjadi dewasa. Puber memang merupakan saat yang ditunggu-tunggu oleh kaum remaja.
Dalam kondisi yang normal, setiap orang pasti akan atau pernah mengalami masa pubertas, baik perempuan maupun laki-laki. Hanya saja perubahan yang terjadi memang cukup berbeda pada setiap orang. Pada masa puber akan terjadi berbagai perubahan. Bentuk tubuh akan berubah dengan cepat, bahkan suara pun juga ikut berubah.
Pada perempuan, pubertas umumnya terjadi di usia 9 hingga 12 tahun, sedangkan pubertas pada pria terjadi di usia yang lebih tua yaitu 9 hingga 14 tahun. Namun batasan usia tersebut belum tentu tepat atau benar karena bisa saja seorang anak perempuan telah mengalami pubertas pada usia 8 tahun dan itu adalah hal yang normal. Pubertas pada perempuan dapat ditandai dengan datangnya menstruasi untuk pertama kalinya. Menstruasi untuk pertama kalinya itu dikenal dengan istilah menarche.
Kenapa diri kita bisa berubah menjadi dewasa? Hal itu disebabkan oleh faktor hormonal. Hormon yang mempengaruhi bentuk tubuh dan suara kita akan berubah dan akhirnya menjadikan kita bukan seorang anak-anak lagi.
Ketika tiba waktunya bagi kita untuk menjadi dewasa, sebuah hormon yang disebut hormon pelepas gonadotropin (Gonadotropin-releasing hormone atau GnRH) akan dihasilkan oleh sebuah kelenjar di bagian otak. GnRH akan merangsang kelenjar lainnya, yaitu kelenjar pituitaria, untuk melepaskan dua jenis hormon lain yaitu luteinizing hormone (LH) dan hormon perangsang folikel (follicle-stimulating hormone atau FSH).
Perempuan dan laki-laki sama-sama mempunyai hormon tersebut, namun hormon tersebut akan menghasilkan kerja yang berbeda bagi perempuan maupun laki-laki.
Pada perempuan, FSH dan LH akan mempengaruhi indung telur (ovarium) untuk mulai membuat hormon estrogen. FSH, LH, dan estrogen bersama-sama akan terlibat dalam siklus menstruasi dan sekaligus mempersiapkan rahim si wanita agar siap untuk mengandung atau mempunyai anak.
Sedangkan pada pria, FSH dan LH akan mempengaruhi testis untuk mulai membuat testosteron dan sperma. Testosteron dibutuhkan agar tubuh berubah menjadi lebih dewasa dan sperma diperlukan untuk reproduksi.
Dalam kondisi yang normal, setiap orang pasti akan atau pernah mengalami masa pubertas, baik perempuan maupun laki-laki. Hanya saja perubahan yang terjadi memang cukup berbeda pada setiap orang. Pada masa puber akan terjadi berbagai perubahan. Bentuk tubuh akan berubah dengan cepat, bahkan suara pun juga ikut berubah.
Pada perempuan, pubertas umumnya terjadi di usia 9 hingga 12 tahun, sedangkan pubertas pada pria terjadi di usia yang lebih tua yaitu 9 hingga 14 tahun. Namun batasan usia tersebut belum tentu tepat atau benar karena bisa saja seorang anak perempuan telah mengalami pubertas pada usia 8 tahun dan itu adalah hal yang normal. Pubertas pada perempuan dapat ditandai dengan datangnya menstruasi untuk pertama kalinya. Menstruasi untuk pertama kalinya itu dikenal dengan istilah menarche.
Kenapa diri kita bisa berubah menjadi dewasa? Hal itu disebabkan oleh faktor hormonal. Hormon yang mempengaruhi bentuk tubuh dan suara kita akan berubah dan akhirnya menjadikan kita bukan seorang anak-anak lagi.
Ketika tiba waktunya bagi kita untuk menjadi dewasa, sebuah hormon yang disebut hormon pelepas gonadotropin (Gonadotropin-releasing hormone atau GnRH) akan dihasilkan oleh sebuah kelenjar di bagian otak. GnRH akan merangsang kelenjar lainnya, yaitu kelenjar pituitaria, untuk melepaskan dua jenis hormon lain yaitu luteinizing hormone (LH) dan hormon perangsang folikel (follicle-stimulating hormone atau FSH).
Perempuan dan laki-laki sama-sama mempunyai hormon tersebut, namun hormon tersebut akan menghasilkan kerja yang berbeda bagi perempuan maupun laki-laki.
Pada perempuan, FSH dan LH akan mempengaruhi indung telur (ovarium) untuk mulai membuat hormon estrogen. FSH, LH, dan estrogen bersama-sama akan terlibat dalam siklus menstruasi dan sekaligus mempersiapkan rahim si wanita agar siap untuk mengandung atau mempunyai anak.
Sedangkan pada pria, FSH dan LH akan mempengaruhi testis untuk mulai membuat testosteron dan sperma. Testosteron dibutuhkan agar tubuh berubah menjadi lebih dewasa dan sperma diperlukan untuk reproduksi.
Anak Tak Gampang Sakit
Agar buah hati Anda tidak gampang sakit, daya tahan tubuhnya perlu diperkuat.Caranya dengan asupan gizi yang seimbang. Selain ASI juga musti mengkonsumsi makaan pendamping ASI untuk tumbuh kembangnya. Ingin Anak Anda Sehat dan Cedas? Bijaklah memilih asupan bernutrisi.
Bayi usia (0 hingga 6 bulan),anak musti mandapat asupan AS, namun kondisi ASI setelah enam bulan berubah, seperti zat besi, mineral,seng, dsb menurun.Padahal kebutuhan Gizi terus bertambah, maka dari itu untuk menjaga staminanya dibututhkan Makanan Pendamping ASI.
Memilih MPASI haruslah yang mengandung gizi cukup ,misalnya mineral berupa zat besi berada pada daging, hati, susu, keju, telur, dan sebagainya. Atau vitamin-vitamin yang terkandung dalam sayur-sayuran dan buah berwarna merah, kuning, dan hijau.Makanan yang diasup berpengaruh pada daya tahan tubuh.Misalnya vitamin A berfungsi memelihara kesehatan mata dan menjaga serangan inveksi vitamin C, E, seng, dan A meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan penyakit Atau jenis vitamin A,E dan C yang bertindak sebagai antioksidan yang menangkal radikal bebas.
Tentunya dalam memberikan MPASI musti memperhatikan kesiapan anak .Untuk bayi berikan makanan yang cair dan lembut Bayi dapat mendapatkan variasi bubur ,seperti bubur susu,bubur buah,dan sayuran yang memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral.Bubur buah bisa menggunakan alpokat, sari jeruk manis, papaya, melon, semangka atau pisang. Jangan menggunakan buah buahan asam dan berserat kasar, seperti nanas.
Memilih sayuran misalnya wortel, kacang merah, kacang hijau, tomat, dan kentang sebagai bubur sayuran yang dicampurkan dengan kaldu daging, kaldu ayam, kaldu ikan atau kaldu sayuran.
Setelah bayi bisa menggerakkan lidah dan mengunyah diberikan makanan semi padat, yaitu dengan pemberian nasi tim secara bertahap.begitupula saat bayi tumbuh gigi geliginya makanan padatpun bisa diasupnya.
Ada cara jitu dalam memberikan MPASI yaitu dengan mengakali memberikan variasi rasa ,sebab ketrampilan menelan bayi tergantung pada rangsangan yang tepat pada syaraf pengecapnya.
Bayi usia (0 hingga 6 bulan),anak musti mandapat asupan AS, namun kondisi ASI setelah enam bulan berubah, seperti zat besi, mineral,seng, dsb menurun.Padahal kebutuhan Gizi terus bertambah, maka dari itu untuk menjaga staminanya dibututhkan Makanan Pendamping ASI.
Memilih MPASI haruslah yang mengandung gizi cukup ,misalnya mineral berupa zat besi berada pada daging, hati, susu, keju, telur, dan sebagainya. Atau vitamin-vitamin yang terkandung dalam sayur-sayuran dan buah berwarna merah, kuning, dan hijau.Makanan yang diasup berpengaruh pada daya tahan tubuh.Misalnya vitamin A berfungsi memelihara kesehatan mata dan menjaga serangan inveksi vitamin C, E, seng, dan A meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan penyakit Atau jenis vitamin A,E dan C yang bertindak sebagai antioksidan yang menangkal radikal bebas.
Tentunya dalam memberikan MPASI musti memperhatikan kesiapan anak .Untuk bayi berikan makanan yang cair dan lembut Bayi dapat mendapatkan variasi bubur ,seperti bubur susu,bubur buah,dan sayuran yang memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral.Bubur buah bisa menggunakan alpokat, sari jeruk manis, papaya, melon, semangka atau pisang. Jangan menggunakan buah buahan asam dan berserat kasar, seperti nanas.
Memilih sayuran misalnya wortel, kacang merah, kacang hijau, tomat, dan kentang sebagai bubur sayuran yang dicampurkan dengan kaldu daging, kaldu ayam, kaldu ikan atau kaldu sayuran.
Setelah bayi bisa menggerakkan lidah dan mengunyah diberikan makanan semi padat, yaitu dengan pemberian nasi tim secara bertahap.begitupula saat bayi tumbuh gigi geliginya makanan padatpun bisa diasupnya.
Ada cara jitu dalam memberikan MPASI yaitu dengan mengakali memberikan variasi rasa ,sebab ketrampilan menelan bayi tergantung pada rangsangan yang tepat pada syaraf pengecapnya.
Anak Cerdas Yang Tak Bisa Perkalian 100
Sesungguhnya, seorang anak yang dianggap pandai tidak melulu anak yang dapat menyelesaikan soal-soal matematika dengan cepat atau menghapal dengan tepat, namun juga anak yang mempunyai kualitas kecerdasan lain.
Jika suatu saat Anda menemui seorang anak kelas 5 Sekolah Dasar yang tidak bisa menjawab pertanyaan 35 x 5, apa yang terlintas di kepala Anda? Sebagian besar mungkin akan menjawab bodoh. Namun tahukah Anda, kualitas kecerdasan seorang anak ternyata tidak diukur dari kecerdasan matematika saja?
Menurut Robert J. Stenberg (1986), kecerdasan atau intelegensi seseorang itu terwujud dalam tiga bentuk, antara lain intelegensi analistis, intelegensi kreatif dan intelegensia praktis. Ini artinya, kemampuan berhitung seorang anak baru dianggap intelegensi analistis dan praktis. Sementara intelegensi kreatif adalah kemampuan untuk menciptakan, mendesain, menemukan hal-hal baru dan berimajinasi.
Kecerdasan Jamak
Sementara itu Howard Gardner, seorang Profesor Pendidikan dari Universitas Harvard, mengemukakan bahwa setiap orang paling tidak memiliki delapan jenis kecerdasan yang dapat ditumbuhkembangkan sejak usia dini.
Delapan kecerdasan atau yang lebih dikenal istilah kecerdasan jamak/majemuk (multiple intelligences) ini merupakan pengembangan dari kecerdasan otak, emosional dan spiritual. Kecerdasan jamak/majemuk terdiri dari kecerdasan linguistik, logika-matematika, spasial, kinestetik tubuh, musikal, interpersonal, intrapersonal dan naturalis.
Tak Ada Anak Bodoh
Jelaslah bahwa tidak seorangpun lahir, tumbuh atau berkembang sebagai anak bodoh. Sebab dalam kecerdasan jamak, anak yang tidak mampu di dalam logika matematika dan bahasa, masih dapat berkembang dengan kecerdasan lainnya.
Adalah tugas sekolah, pendidik, atau orangtua, untuk merangsang dan mengembangkan aspek-aspek kecerdasan ini. Tidak lagi menerapkan proses pembelajaran yang hanya mengikat anak pada disiplin duduk tenang dan kecerdasan logika semata, namun sebaliknya mengajak anak aktif dan kreatif dengan bermain, menari, berolahraga, dramatisasi, gerak tangan dan kaki serta kemandirian akademis lainnya.
Jika suatu saat Anda menemui seorang anak kelas 5 Sekolah Dasar yang tidak bisa menjawab pertanyaan 35 x 5, apa yang terlintas di kepala Anda? Sebagian besar mungkin akan menjawab bodoh. Namun tahukah Anda, kualitas kecerdasan seorang anak ternyata tidak diukur dari kecerdasan matematika saja?
Menurut Robert J. Stenberg (1986), kecerdasan atau intelegensi seseorang itu terwujud dalam tiga bentuk, antara lain intelegensi analistis, intelegensi kreatif dan intelegensia praktis. Ini artinya, kemampuan berhitung seorang anak baru dianggap intelegensi analistis dan praktis. Sementara intelegensi kreatif adalah kemampuan untuk menciptakan, mendesain, menemukan hal-hal baru dan berimajinasi.
Kecerdasan Jamak
Sementara itu Howard Gardner, seorang Profesor Pendidikan dari Universitas Harvard, mengemukakan bahwa setiap orang paling tidak memiliki delapan jenis kecerdasan yang dapat ditumbuhkembangkan sejak usia dini.
Delapan kecerdasan atau yang lebih dikenal istilah kecerdasan jamak/majemuk (multiple intelligences) ini merupakan pengembangan dari kecerdasan otak, emosional dan spiritual. Kecerdasan jamak/majemuk terdiri dari kecerdasan linguistik, logika-matematika, spasial, kinestetik tubuh, musikal, interpersonal, intrapersonal dan naturalis.
Tak Ada Anak Bodoh
Jelaslah bahwa tidak seorangpun lahir, tumbuh atau berkembang sebagai anak bodoh. Sebab dalam kecerdasan jamak, anak yang tidak mampu di dalam logika matematika dan bahasa, masih dapat berkembang dengan kecerdasan lainnya.
Adalah tugas sekolah, pendidik, atau orangtua, untuk merangsang dan mengembangkan aspek-aspek kecerdasan ini. Tidak lagi menerapkan proses pembelajaran yang hanya mengikat anak pada disiplin duduk tenang dan kecerdasan logika semata, namun sebaliknya mengajak anak aktif dan kreatif dengan bermain, menari, berolahraga, dramatisasi, gerak tangan dan kaki serta kemandirian akademis lainnya.
Siapa Teman Bermain Anak?
Di usia batita si kecil masih lebih suka bermain dengan orang yang dikenalnya. Anda adalah orang yang paling disukainya, juga kakak-kakaknya kalau ada. Tetapi sesungguhnya si kecil juga butuh bermain dengan ayah. Keterlibatan ayah dalam bermain sangat positif, baik untuk si kecil maupun si ayah sendiri.
Pendekatan ayah sudah pasti sangat berbeda. Ayah biasanya lebih berani bereksperimen dan bertualang serta lebih memberi kebebasan bagi si kecil untuk mengeksplorasi dunia serta mengenal kemampuan tubuhnya.
Akrobat dan Olahraga
Permainan bersama ayah bisa berbentuk akrobatik yang sangat menunjang dalam menjajagi kemampuan motorik tubuh si kecil. Seperti melayang di udara saat diangkat ayah, duduk di atas pundak dan menggelantung pada lengan ayah.
Dengan ayah si kecil juga merasakan bagaimana tubuhnya diayunkan ke sana-kemari atau bahkan sampai berputar satu-dua kali. Selain itu main tarik-tarikan handuk, saling mendorong bahkan bergulat adalah cabang olahraga yang biasanya juga hanya dilakukan dengan ayah.
Kenikmatan bermain dengan ayah juga antara lain karena ayah biasanya juga super jahil dan super aktif serta kreatif. Gaya ayah waktu menyusun balok, berdongeng bahkan bernyanyi, merupakan variasi bermain yang sangat menggembirakan si kecil. Ayah tampaknya selalu punya (dan kaya akan) kejutan-kejutan baru.
Awas!
Jangan mengayunkan si kecil dengan hanya bertumpu pada lengan dan pergelangan tangan. Secara umum, di tempat-tempat itulah kelemahan anatomi tubuh manusia.
Jangan pula melakukan gerakan yang mengandalkan tumpuan pada persendian lainnya, karena si kecil belum terampil mengendalikan keseimbangan tubuh dan pertumbuhan sendi-sendinya juga belum sempurna.
Pendekatan ayah sudah pasti sangat berbeda. Ayah biasanya lebih berani bereksperimen dan bertualang serta lebih memberi kebebasan bagi si kecil untuk mengeksplorasi dunia serta mengenal kemampuan tubuhnya.
Akrobat dan Olahraga
Permainan bersama ayah bisa berbentuk akrobatik yang sangat menunjang dalam menjajagi kemampuan motorik tubuh si kecil. Seperti melayang di udara saat diangkat ayah, duduk di atas pundak dan menggelantung pada lengan ayah.
Dengan ayah si kecil juga merasakan bagaimana tubuhnya diayunkan ke sana-kemari atau bahkan sampai berputar satu-dua kali. Selain itu main tarik-tarikan handuk, saling mendorong bahkan bergulat adalah cabang olahraga yang biasanya juga hanya dilakukan dengan ayah.
Kenikmatan bermain dengan ayah juga antara lain karena ayah biasanya juga super jahil dan super aktif serta kreatif. Gaya ayah waktu menyusun balok, berdongeng bahkan bernyanyi, merupakan variasi bermain yang sangat menggembirakan si kecil. Ayah tampaknya selalu punya (dan kaya akan) kejutan-kejutan baru.
Awas!
Jangan mengayunkan si kecil dengan hanya bertumpu pada lengan dan pergelangan tangan. Secara umum, di tempat-tempat itulah kelemahan anatomi tubuh manusia.
Jangan pula melakukan gerakan yang mengandalkan tumpuan pada persendian lainnya, karena si kecil belum terampil mengendalikan keseimbangan tubuh dan pertumbuhan sendi-sendinya juga belum sempurna.
Minuman Manis Penyebab Kegemukan Anak
Salah satu penyebab kegemukan pada anak ternyata disebabkan oleh minuman manis seperti jus buah dan soda. Kecenderungan anak untuk mengkonsumsi minuman manis semakin meningkat, apalagi ditunjang semakin banyaknya jenis dan merk minuman manis yang dijual saat ini. Walaupun anak hanya mengkonsumsi satu atau dua gelas minuman ringan setiap hari saja, akan dapat menambah berat badannya hingga beberapa kilogram.
Kenaikan berat badan pada anak ini akan membawa banyak masalah pada kesehatannya, seperti Diabetes, Hipertensi, penyakit jantung, gangguan pada paru-paru, termasuk juga masalah sosial dan psikologis pada anak.
Hasil ini berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap lebih dari 10.000 anak yang berusia antara 2-3 tahun. Anak-anak ini seluruhnya dilakukan pengukuran terhadap tinggi dan berat badan pada saat penelitian ini akan dimulai. Mereka juga mengemukakan makanan apa saja yang mereka sukai, termasuk makanan yang mengandung lemak tinggi, makanan yang manis-manis dan minuman manis termasuk di dalamnya jus buah dengan vitamin C, minuman rasa buah, dan soda.
Setahun kemudian, dilakukan kembali pemeriksaan terhadap tinggi dan berapa badan anak, serta seberapa sering mereka mengkonsumsi minuman seperti minuman ringan dan jus buah, juga variasi dalam makanan yang mereka konsumsi.
Untuk anak-anak yang mempunyai berat badan normal, konsumsi minuman manis akan berisiko untuk mengalami berat badan berlebih hingga kegemukan. Sedang pada anak-anak yang telah mempunyai risiko untuk gemuk, bila disertai konsumsi satu atau dua gelas perhari minuman manis, akan meningkatkan risiko tersebut hingga dua kali lipat.
Anak dikatakan mempunyai berat badan berlebih jika berat badannya 95% lebih berat dari anak-anak lain dengan kategori usia yang sama. Bila disebutkan mempunyai risiko untuk mengalami berat badan berlebih, jika berat badannya 85% lebih berat dari anak-anak lain dengan kategori usia yang sama.
Dengan mengurangi konsumsi minuman ringan dan jus buah pada anak-anak, merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya kegemukan pada anak, yang dapat membawa akibat berbagai risiko yang mengancam kesehatan mereka.
Sumber: Jurnal Pediatrics
Kenaikan berat badan pada anak ini akan membawa banyak masalah pada kesehatannya, seperti Diabetes, Hipertensi, penyakit jantung, gangguan pada paru-paru, termasuk juga masalah sosial dan psikologis pada anak.
Hasil ini berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap lebih dari 10.000 anak yang berusia antara 2-3 tahun. Anak-anak ini seluruhnya dilakukan pengukuran terhadap tinggi dan berat badan pada saat penelitian ini akan dimulai. Mereka juga mengemukakan makanan apa saja yang mereka sukai, termasuk makanan yang mengandung lemak tinggi, makanan yang manis-manis dan minuman manis termasuk di dalamnya jus buah dengan vitamin C, minuman rasa buah, dan soda.
Setahun kemudian, dilakukan kembali pemeriksaan terhadap tinggi dan berapa badan anak, serta seberapa sering mereka mengkonsumsi minuman seperti minuman ringan dan jus buah, juga variasi dalam makanan yang mereka konsumsi.
Untuk anak-anak yang mempunyai berat badan normal, konsumsi minuman manis akan berisiko untuk mengalami berat badan berlebih hingga kegemukan. Sedang pada anak-anak yang telah mempunyai risiko untuk gemuk, bila disertai konsumsi satu atau dua gelas perhari minuman manis, akan meningkatkan risiko tersebut hingga dua kali lipat.
Anak dikatakan mempunyai berat badan berlebih jika berat badannya 95% lebih berat dari anak-anak lain dengan kategori usia yang sama. Bila disebutkan mempunyai risiko untuk mengalami berat badan berlebih, jika berat badannya 85% lebih berat dari anak-anak lain dengan kategori usia yang sama.
Dengan mengurangi konsumsi minuman ringan dan jus buah pada anak-anak, merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya kegemukan pada anak, yang dapat membawa akibat berbagai risiko yang mengancam kesehatan mereka.
Sumber: Jurnal Pediatrics
Subscribe to:
Posts (Atom)
