Perilaku seksual merupakan semua bentuk tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual, baik dilakukan dengan lawan jenis maupun sesama jenis.
Bentuk-bentuk tingkah laku ini bermacam-macam, mulai dari perasaan tertarik, berkencan, bercumbu hingga bersenggama. Siapa yang menjadi obyek seksual? Bisa orang (baik sejenis maupun lawan jenis), orang dalam khayalan, atau diri sendiri.
Sebagian tingkah laku ini tidak memiliki dampak, terutama bila tidak menimbulkan dampak fisik bagi orang yang bersangkutan atau lingkungan sosial. Namun sebagian perilaku seksual (yang dilakukan sebelum waktunya) justru dapat memiliki dampak psikologis yang sangat serius. Contohnya saja dapat menimbulkan rasa bersalah, depresi, marah, dan gresi. Sementara akibat psikososial yang timbul akibat perilaku seksual antara lain ketegangan mental dan kebingungan akan peran sosial yang tiba-tiba berubah, misalnya pada kasus remaja yang hamil di luar nikah.
1. Tekanan dari masyarakat yang mencela dan menolak keadaan tersebut.
2. Terganggunya kesehatan yang bersangkutan
3. Resiko kelainan janin dan tingkat kematian bayi yang tinggi.
4. Tingkat putus sekolah remaja hamil juga sangat tinggi. Hal ini disebabkan rasa malu remaja dan keluarganya, serta penolakan sekolah menerima kenyataan adanya murid yang hamil dil uar nikah.
5. Masalah ekonomi juga berperan serta membuat permasalahan ini menjadi semakin rumit dan kompleks.
Berbagai perilaku seksual pada remaja yang belum saatnya untuk melakukan hubungan seksual secara wajar antara lain dikenal sebagai :
Masturbasi atau onani
Merupakan kebiasaan manipulasi alat genital dalam rangka menyalurkan hasrat seksual untuk pemenuhan kenikmatan yang seringkali menimbulkan goncangan pribadi dan emosi.
Berpacaran
Dengan melakukan berbagai perilaku seksual yang ringan seperti sentuhan, pegangan tangan sampai pada ciuman dan sentuhan-sentuhan seks.
Berbagai kegiatan yang mengarah pada pemuasan dorongan seksual
Menunjukan ketidakberhasilan seseorang dalam mengendalikannya dan mengalihkan dorongan tersebut dengan melakukan kegiatan lain yang sebenarnya masih dapat dikerjakan.
Dorongan atau hasrat untuk melakukan hubungan seksual selalu muncul pada remaja, oleh karena itu bila tidak ada penyaluran yang sesuai (menikah) maka harus dilakukan usaha untuk memberi pengertian dan pengetahuan mengenai hal tersebut.
Tuesday, 29 June 2010
Pendidikan Seks
Pendidikan seks merupakan suatu penjelasan mengenai permasalahan seksualitas yang diinformasikan secara jelas dan benar, meliputi proses:
1. Pembuahan
2. Kehamilan sampai kelahiran
3. Tingkah laku seksual
4. Hubungan seksual
5. Aspek-aspek kesehatan, kejiwaan, dan kemasyarakatan.
Pendidikan seks bertujuan dapat membantu remaja untuk menghadapi masalah hidup yang berkaitan pada dorongan seksual. Masalah pendidikan seksual yang diberikan harus sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat, seperti apa yang dilarang, apa yang diperbolehkan, dan bagaimana melakukannya tanpa melanggar norma yang berlaku dalam masyarakat.
Pendidikan seks ini seharusnya diberikan oleh orangtua sejak dini ketika anak mulai bertanya mengenai perbedaan kelamin antara dirinya dan lawan jenis. Pemberian pendidikan seks pada anak dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kebutuhan, umur, serta daya tangkap anak.
Tujuan Pendidikan Seks dilakukan:
1. Memberikan pengertian mengenai perubahan fisik, mental, dan proses kematangan emosional yang berkaitan dengan masalah seksual pada remaja.
2. Mengurangi ketakutan dan kecemasan sehubungan dengan perkembangan dan penyesuaian seksual (berdasarkan peran, tuntutan dan tanggungjawab).
3. Memberikan dasar yang rasional dalam membuat keputusan berhubungan dengan perilaku seksual.
4. Memberikan pengetahuan tentang kesalahan dan penyimpangan seksual.
5. Mengurangi prostitusi, ketakutan terhadap seksual yang tidak rasional dan eksplorasi seks yang berlebihan.
6. Menerangkan berbagai macam aspek, seperti aspek anatomis, biologis, psikologis, dan moral. Pendidikan seks yang benar harus memasukkan unsur-unsur hak asasi manusia, nilai-nilai kultur, dan agama.
7. Bertujuan membina keluarga dan menjadi orang tua yang bertanggung jawab.
8. Mempersiapkan agar remaja mengetahui lebih banyak mengenai seks dan akibat-akibatnya bila dilakukan tanpa mematuhi aturan hukum, agama, adat istiadat, kesiapan mental, dan material seseorang.
9. Memberikan pengetahuan dan mendidik anak agar berperilaku yang baik dalam hal seksual, sesuai dengan norma agama, sosial dan kesusilaan.
Jadi tujuan pendidikan seks adalah untuk membentuk suatu sikap emosional yang sehat terhadap masalah seksual, dan membimbing anak ke arah hidup dewasa yang sehat dan bertanggung jawab (terutama dalam kehidupan seksualnya). Hal ini dimaksudkan agar mereka tidak menganggap seks itu suatu yang menjijikan dan kotor. Tetapi merupakan anugrah Tuhan dan berfungsi penting untuk kelanggengan kehidupan manusia, belajar menghargai kemampuan seksnya dan hanya menyalurkan dorongan tersebut untuk tujuan tertentu (yang baik) dan pada waktu yang tertentu saja.
1. Pembuahan
2. Kehamilan sampai kelahiran
3. Tingkah laku seksual
4. Hubungan seksual
5. Aspek-aspek kesehatan, kejiwaan, dan kemasyarakatan.
Pendidikan seks bertujuan dapat membantu remaja untuk menghadapi masalah hidup yang berkaitan pada dorongan seksual. Masalah pendidikan seksual yang diberikan harus sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat, seperti apa yang dilarang, apa yang diperbolehkan, dan bagaimana melakukannya tanpa melanggar norma yang berlaku dalam masyarakat.
Pendidikan seks ini seharusnya diberikan oleh orangtua sejak dini ketika anak mulai bertanya mengenai perbedaan kelamin antara dirinya dan lawan jenis. Pemberian pendidikan seks pada anak dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kebutuhan, umur, serta daya tangkap anak.
Tujuan Pendidikan Seks dilakukan:
1. Memberikan pengertian mengenai perubahan fisik, mental, dan proses kematangan emosional yang berkaitan dengan masalah seksual pada remaja.
2. Mengurangi ketakutan dan kecemasan sehubungan dengan perkembangan dan penyesuaian seksual (berdasarkan peran, tuntutan dan tanggungjawab).
3. Memberikan dasar yang rasional dalam membuat keputusan berhubungan dengan perilaku seksual.
4. Memberikan pengetahuan tentang kesalahan dan penyimpangan seksual.
5. Mengurangi prostitusi, ketakutan terhadap seksual yang tidak rasional dan eksplorasi seks yang berlebihan.
6. Menerangkan berbagai macam aspek, seperti aspek anatomis, biologis, psikologis, dan moral. Pendidikan seks yang benar harus memasukkan unsur-unsur hak asasi manusia, nilai-nilai kultur, dan agama.
7. Bertujuan membina keluarga dan menjadi orang tua yang bertanggung jawab.
8. Mempersiapkan agar remaja mengetahui lebih banyak mengenai seks dan akibat-akibatnya bila dilakukan tanpa mematuhi aturan hukum, agama, adat istiadat, kesiapan mental, dan material seseorang.
9. Memberikan pengetahuan dan mendidik anak agar berperilaku yang baik dalam hal seksual, sesuai dengan norma agama, sosial dan kesusilaan.
Jadi tujuan pendidikan seks adalah untuk membentuk suatu sikap emosional yang sehat terhadap masalah seksual, dan membimbing anak ke arah hidup dewasa yang sehat dan bertanggung jawab (terutama dalam kehidupan seksualnya). Hal ini dimaksudkan agar mereka tidak menganggap seks itu suatu yang menjijikan dan kotor. Tetapi merupakan anugrah Tuhan dan berfungsi penting untuk kelanggengan kehidupan manusia, belajar menghargai kemampuan seksnya dan hanya menyalurkan dorongan tersebut untuk tujuan tertentu (yang baik) dan pada waktu yang tertentu saja.
Ukuran Alat Vital, Apakah Menjamin Kepuasan?
Jika selama ini, Anda percaya pada mitos yang mengatakan bahwa semakin besar ukuran alat vital, maka semakin memuaskan pasangan, maka Anda salah! Sebenarnya tidak ada kaitan antara ukuran penis dengan tingkat kepuasan seksual seseorang.
Meskipun teknologi kini semakin maju dan canggih, masyarakat kita tampaknya tetap percaya pada anggapan bahwa kejantanan seorang pria diukur dari besar kecilnya penis mereka. Tak heran jika produk yang dipercaya bisa membesarkan ukuran alat vital cukup ramai dicari orang, baik obat yang dioles, ditelan sampai melakukan terapi pijat.
Untuk memuaskan pasangan, sebenarnya tidak harus memiliki penis yang besar, tapi yang terpenting adalah penis tersebut bisa ereksi dengan sempurna atau mampu dipertahankan sesuai yang diinginkan.
Ukuran penis rata-rata orang Indonesia adalah 7-9 cm saat tidak ereksi. Pada beberapa kasus memang bisa terjadi ukuran penis yang sangat kecil (micro penis), yakni sekitar 2-3 cm. Penyebabnya beragam, salah satunya karena kekurangan hormon testosteron sejak masa pertumbuhan. Tentu saja ukuran penis sekecil itu merupakan kelainan dan tidak bisa memuaskan pasangannya.
Dengan keadaan fungsi hormon seks yang normal, perkembangan penis pria akan berhenti pada usia remaja (14-17 tahun). Setelah usia tersebut, tidak mungkin terjadi pembesaran atau pemanjangan ukuran penis, kecuali dengan jalan operasi yang berisiko tinggi.
Selama seorang pria tidak memiliki masalah micro penis, meskipun ukurannya masih di bawah rata-rata, asalkan mampu ereksi dengan sempurna dan memiliki pengetahuan seksualitas yang baik, pasti ia bisa memuaskan pasangannya.
Banyak masyarakat, baik pria maupun wanita, terpengaruh oleh mitos seks yang salah sehingga terpengaruh secara psikologis dalam hubungan seksualnya. Budaya orang timur yang sangat menabukan pembicaraan soal seks juga mengakibatkan banyak pasangan yang menutup diri dan malu untuk terbuka kepada pasangannya sendiri. Jadi, memiliki ukuran penis besar bukanlah jaminan dalam keberhasilan hubungan seksual.
Meskipun teknologi kini semakin maju dan canggih, masyarakat kita tampaknya tetap percaya pada anggapan bahwa kejantanan seorang pria diukur dari besar kecilnya penis mereka. Tak heran jika produk yang dipercaya bisa membesarkan ukuran alat vital cukup ramai dicari orang, baik obat yang dioles, ditelan sampai melakukan terapi pijat.
Untuk memuaskan pasangan, sebenarnya tidak harus memiliki penis yang besar, tapi yang terpenting adalah penis tersebut bisa ereksi dengan sempurna atau mampu dipertahankan sesuai yang diinginkan.
Ukuran penis rata-rata orang Indonesia adalah 7-9 cm saat tidak ereksi. Pada beberapa kasus memang bisa terjadi ukuran penis yang sangat kecil (micro penis), yakni sekitar 2-3 cm. Penyebabnya beragam, salah satunya karena kekurangan hormon testosteron sejak masa pertumbuhan. Tentu saja ukuran penis sekecil itu merupakan kelainan dan tidak bisa memuaskan pasangannya.
Dengan keadaan fungsi hormon seks yang normal, perkembangan penis pria akan berhenti pada usia remaja (14-17 tahun). Setelah usia tersebut, tidak mungkin terjadi pembesaran atau pemanjangan ukuran penis, kecuali dengan jalan operasi yang berisiko tinggi.
Selama seorang pria tidak memiliki masalah micro penis, meskipun ukurannya masih di bawah rata-rata, asalkan mampu ereksi dengan sempurna dan memiliki pengetahuan seksualitas yang baik, pasti ia bisa memuaskan pasangannya.
Banyak masyarakat, baik pria maupun wanita, terpengaruh oleh mitos seks yang salah sehingga terpengaruh secara psikologis dalam hubungan seksualnya. Budaya orang timur yang sangat menabukan pembicaraan soal seks juga mengakibatkan banyak pasangan yang menutup diri dan malu untuk terbuka kepada pasangannya sendiri. Jadi, memiliki ukuran penis besar bukanlah jaminan dalam keberhasilan hubungan seksual.
Sperma Tetap Subur
Pasangan Anda punya masalah pada sistem reproduksinya dan kualitas spermanya kurang baik? Berikut ini ada beberapa cara agar dia tetap subur.
Sistem reproduksi merupakan salah satu sistem tubuh yang bisa dibilang sangat rentan terhadap usia dan lingkungan. Tak peduli pria maupun wanita, semuanya memiliki kemungkinan bermasalah dengan sistem reproduksi. Namun, wanita biasanya berusaha mencari solusi secepat mungkin dibandingkan kaum pria.
Bagaimana membantu pasangan Anda agar menjaga sistem reproduksinya sekaligus menjaga kualitas spermanya?
Hindari berendam di air panas karena dapat menurunkan produksi spermanya. Testis yang terletak di luar tubuh pria berfungsi seperti lemari pendingin yang menjaga agar suhu sperma selalu 5o lebih dingin daripada suhu tubuh. Segala sesuatu yang menaikkan suhu testis dalam jangka waktu yang cukup lama mampu mengganggu repoduksi sperma selama dua atau tiga bulan.
Merokok merupakan salah satu penyebab munculnya radikal bebas dalam tubuh manusia yang dapat mengurangi kemampuan sperma untuk bergerak. Selain itu, radikal bebas terbukti mengurangi usia sperma. Usahakan agar pasangan Anda menghentikan kebiasaan merokok dan mulai mengonsumsi suplemen yang mengandung antioksidan tinggi, misalnya vitamin C dan E.
Pria kegemukan memiliki kualitas sperma yang kurang baik. Perlu diketahui, lemak tubuh memproduksi hormon yang disebut dengan estradiol yang langsung berpengaruh pada produksi testosteron, yaitu hormon yang sangat berpengaruh bagi kualitas sperma seorang pria. Semakin tinggi estradiol, maka produksi testosteron akan semakin rendah, otomatis kualitas sperma pun menjadi kurang baik.
Zinc atau seng memiliki fungsi sebagai antibakteri dalam prostat. Jika seorang pria kekurangan seng, maka prostatnya rentan akan infeksi sehingga produksi sperma akan menurun. Untuk menaikkan kadar mineral seng dalam tubuh, konsumsilah aneka kacang-kacangan, biji-bijian serta aneka produk susu seperti keju dan yogurt.
Sistem reproduksi merupakan salah satu sistem tubuh yang bisa dibilang sangat rentan terhadap usia dan lingkungan. Tak peduli pria maupun wanita, semuanya memiliki kemungkinan bermasalah dengan sistem reproduksi. Namun, wanita biasanya berusaha mencari solusi secepat mungkin dibandingkan kaum pria.
Bagaimana membantu pasangan Anda agar menjaga sistem reproduksinya sekaligus menjaga kualitas spermanya?
Hindari berendam di air panas karena dapat menurunkan produksi spermanya. Testis yang terletak di luar tubuh pria berfungsi seperti lemari pendingin yang menjaga agar suhu sperma selalu 5o lebih dingin daripada suhu tubuh. Segala sesuatu yang menaikkan suhu testis dalam jangka waktu yang cukup lama mampu mengganggu repoduksi sperma selama dua atau tiga bulan.
Merokok merupakan salah satu penyebab munculnya radikal bebas dalam tubuh manusia yang dapat mengurangi kemampuan sperma untuk bergerak. Selain itu, radikal bebas terbukti mengurangi usia sperma. Usahakan agar pasangan Anda menghentikan kebiasaan merokok dan mulai mengonsumsi suplemen yang mengandung antioksidan tinggi, misalnya vitamin C dan E.
Pria kegemukan memiliki kualitas sperma yang kurang baik. Perlu diketahui, lemak tubuh memproduksi hormon yang disebut dengan estradiol yang langsung berpengaruh pada produksi testosteron, yaitu hormon yang sangat berpengaruh bagi kualitas sperma seorang pria. Semakin tinggi estradiol, maka produksi testosteron akan semakin rendah, otomatis kualitas sperma pun menjadi kurang baik.
Zinc atau seng memiliki fungsi sebagai antibakteri dalam prostat. Jika seorang pria kekurangan seng, maka prostatnya rentan akan infeksi sehingga produksi sperma akan menurun. Untuk menaikkan kadar mineral seng dalam tubuh, konsumsilah aneka kacang-kacangan, biji-bijian serta aneka produk susu seperti keju dan yogurt.
Triolosme
Apa itu triolist? Triolist (troilisme atau triolosme) merupakan sebutan untuk orang-orang yang memiliki orientasi atau perilaku seksual yang menyimpang. Penyimpangan seksual ini memiliki konteks yang sama dengan homoseksual, lesbianisme, sadisme, phedopilia, voyerisme, fetishisme, dan machosisme. Perbedaannya adalah jika pada tipe heteroseksual, mereka sangat mementingkan arti sebuah ikatan (pernikahan). Sedangkan triolist tidak lagi mempertimbangkan aspek benar atau salah. Mereka memiliki dorongan dari dalam diri yang mengatakan "Saya mau nggak ya?" atau "Saya mau coba nggak ya?"
Orang-orang yang memiliki kelainan ini memiliki keinginan untuk membagi pasangannya dengan orang lain, sementara orang yang triolist ini hanya menonton. Para triolist ini kebanyakan tidak merasa enggan mendorong pasangannya untuk berhubungan dengan orang lain. Beberapa contohnya :
1. Meminta pasangan untuk berbicara intim dengan orang lain.
2. Meminta pasangan untuk menari dengan orang lain.
3. Meminta pasangan untuk berkencan dengan orang lain.
4. Menonton pasangan berhubungan intim dengan orang lain. Kemudian ikut bergabung ke dalamnya.
Terdapat beberapa penyebab seseorang mengidap triolosme :
1. Seorang triolist memiliki masalah dengan kemampuan seksualnya. Ia memerlukan cara lain, atau pengakuan dari orang lain untuk melampiaskan ketidakmampuannya. Umumnya jika ia melihat pasangan bermesraan dengan orang lain, hasratnya akan meningkat, dan akhirnya ia dapat terpuaskan.
2. Ia bosan terhadap hubungan dan suasana yang dianggapnya monoton. Sehingga dengan mendapatkan suasana baru, mereka berharap mendapatkan hal-hal positif agar dapat berdampak baik bagi hubungan perkawinannya.
3. Adanya dorongan hasrat untuk mencoba (bereksperimen). Kasus seperti ini umumnya terjadi pada pasangan yang sangat terbuka dan bebas dalam urusan seksual. Mereka juga umumnya berasal dari lingkungan pergaulan yang khas. Lingkungan pergaulan yang tidak mengganggap seks sebagai suatu hal yang tabu dan ditutup-tutupi.
Tukar menukar pasangan terjadi karena mereka memang sudah saling mengenal dan memiliki hubungan yang dekat. Umumnya terjadi di Barat pada pasangan yang tidak menikah namun ada komitmen untuk tinggal bersama.
Orang-orang yang memiliki kelainan ini memiliki keinginan untuk membagi pasangannya dengan orang lain, sementara orang yang triolist ini hanya menonton. Para triolist ini kebanyakan tidak merasa enggan mendorong pasangannya untuk berhubungan dengan orang lain. Beberapa contohnya :
1. Meminta pasangan untuk berbicara intim dengan orang lain.
2. Meminta pasangan untuk menari dengan orang lain.
3. Meminta pasangan untuk berkencan dengan orang lain.
4. Menonton pasangan berhubungan intim dengan orang lain. Kemudian ikut bergabung ke dalamnya.
Terdapat beberapa penyebab seseorang mengidap triolosme :
1. Seorang triolist memiliki masalah dengan kemampuan seksualnya. Ia memerlukan cara lain, atau pengakuan dari orang lain untuk melampiaskan ketidakmampuannya. Umumnya jika ia melihat pasangan bermesraan dengan orang lain, hasratnya akan meningkat, dan akhirnya ia dapat terpuaskan.
2. Ia bosan terhadap hubungan dan suasana yang dianggapnya monoton. Sehingga dengan mendapatkan suasana baru, mereka berharap mendapatkan hal-hal positif agar dapat berdampak baik bagi hubungan perkawinannya.
3. Adanya dorongan hasrat untuk mencoba (bereksperimen). Kasus seperti ini umumnya terjadi pada pasangan yang sangat terbuka dan bebas dalam urusan seksual. Mereka juga umumnya berasal dari lingkungan pergaulan yang khas. Lingkungan pergaulan yang tidak mengganggap seks sebagai suatu hal yang tabu dan ditutup-tutupi.
Tukar menukar pasangan terjadi karena mereka memang sudah saling mengenal dan memiliki hubungan yang dekat. Umumnya terjadi di Barat pada pasangan yang tidak menikah namun ada komitmen untuk tinggal bersama.
Siklus Menstruasi dan Perubahan Dalam Rahim
Kamu tentu telah tahu bahwa datang bulan hanya merupakan bagian kecil dari berbagai perubahan yang terjadi selama siklus menstruasi. Tapi apa sih yang terjadi selama siklus tersebut berlangsung?
Banyak proses yang terjadi dan semua proses itu berlangsung berulang-ulang sampai seorang wanita mengalami menopause. Tujuannya satu, mempersiapkan tubuh untuk menerima kehamilan.
Karena berupa suatu siklus, tentu saja kita tidak bisa mengatakan dimana proses itu berawal atau berakhir. Tapi untuk mudahnya, mari kita anggap saja akhir dari datang bulan sebagai awal dari siklus menstruasi.
Saat kamu selesai datang bulan, indung telur telah mempersiapkan diri kembali untuk melepaskan sebuah sel telur matang. Selama proses pematangan sel telur, dinding dalam rahim (endometrium) mulai kembali menebal.
Setelah sebuah sel telur matang, ia akan dilepaskan oleh ovarium. Sel telur akan disambut oleh fimbria dan dibawa masuk ke dalam saluran telur. Pada saat ini, bila terdapat sperma dan sperma tersebut berhasil membuahi sel telur, terbentuklah mudigah yang siap berkembang menjadi bayi. Selama proses ini berlangsung, lapisan dinding rahim pun semakin berkembang untuk mempersiapkan diri menghadapi kehamilan.
Mudigah akan berjalan terus sampai ke dalam rongga rahim dan melekat di dalam dinding rahim. Dinding rahim masih terus dipertahankan oleh hormon tertentu sampai plasenta siap dibentuk dan menghasilkan hormon sendiri.
Bagaimana kalau setelah sel telur dilepas tapi tidak ada sperma yang menyambutnya? Pada awalnya, proses penebalan dinding rahim tetap berlangsung sama. Bedanya, setelah tidak ada mudigah yang melekat ke dalam dinding rahim, dinding itu tentu tidak dibutuhkan lagi. Tubuhmu tahu hal itu dan terjadilah perubahan hormonal yang mengakibatkan dinding rahim luruh dan keluar sebagai apa yang disebut darah menstruasi.
Setelah proses datang bulan selesai, siklus pun kembali dimulai. Dinding dalam rahim yang telah menipis mulai kembali menebal, dan seterusnya. Keseluruhan siklus biasanya berlangsung dalam waktu satu bulan. Mungkin ini yang menyebabkan mengapa orang menyebutnya datang bulan.
Selama datang bulan, ada yang tidak merasakan keluhan apa-apa, tapi ada juga yang sampai berguling-guling kesakitan. Rasa tidak nyaman pada umumnya merupakan hal yang wajar, tapi bila rasa sakit yang terjadi sangat mengganggu, kamu harus pergi berkonsultasi dengan dokter. Tidak perlu malu. Bila perlu ajak orangtuamu untuk menemani. Dokter akan berusaha membantu sebaik mungkin.
Sebelumnya boleh saja kamu mencoba memakai obat-obat pengurang sakit sederhana seperti parasetamol atau ibuprofen. Dan jangan lupa, kurangi makanan dan atau minum yang mengandung kadar garam tinggi. Mudah-mudahan dengan tindakan yang sederhana ini, rasa tidak nyaman yang kamu alami bisa berkurang.
Banyak proses yang terjadi dan semua proses itu berlangsung berulang-ulang sampai seorang wanita mengalami menopause. Tujuannya satu, mempersiapkan tubuh untuk menerima kehamilan.
Karena berupa suatu siklus, tentu saja kita tidak bisa mengatakan dimana proses itu berawal atau berakhir. Tapi untuk mudahnya, mari kita anggap saja akhir dari datang bulan sebagai awal dari siklus menstruasi.
Saat kamu selesai datang bulan, indung telur telah mempersiapkan diri kembali untuk melepaskan sebuah sel telur matang. Selama proses pematangan sel telur, dinding dalam rahim (endometrium) mulai kembali menebal.
Setelah sebuah sel telur matang, ia akan dilepaskan oleh ovarium. Sel telur akan disambut oleh fimbria dan dibawa masuk ke dalam saluran telur. Pada saat ini, bila terdapat sperma dan sperma tersebut berhasil membuahi sel telur, terbentuklah mudigah yang siap berkembang menjadi bayi. Selama proses ini berlangsung, lapisan dinding rahim pun semakin berkembang untuk mempersiapkan diri menghadapi kehamilan.
Mudigah akan berjalan terus sampai ke dalam rongga rahim dan melekat di dalam dinding rahim. Dinding rahim masih terus dipertahankan oleh hormon tertentu sampai plasenta siap dibentuk dan menghasilkan hormon sendiri.
Bagaimana kalau setelah sel telur dilepas tapi tidak ada sperma yang menyambutnya? Pada awalnya, proses penebalan dinding rahim tetap berlangsung sama. Bedanya, setelah tidak ada mudigah yang melekat ke dalam dinding rahim, dinding itu tentu tidak dibutuhkan lagi. Tubuhmu tahu hal itu dan terjadilah perubahan hormonal yang mengakibatkan dinding rahim luruh dan keluar sebagai apa yang disebut darah menstruasi.
Setelah proses datang bulan selesai, siklus pun kembali dimulai. Dinding dalam rahim yang telah menipis mulai kembali menebal, dan seterusnya. Keseluruhan siklus biasanya berlangsung dalam waktu satu bulan. Mungkin ini yang menyebabkan mengapa orang menyebutnya datang bulan.
Selama datang bulan, ada yang tidak merasakan keluhan apa-apa, tapi ada juga yang sampai berguling-guling kesakitan. Rasa tidak nyaman pada umumnya merupakan hal yang wajar, tapi bila rasa sakit yang terjadi sangat mengganggu, kamu harus pergi berkonsultasi dengan dokter. Tidak perlu malu. Bila perlu ajak orangtuamu untuk menemani. Dokter akan berusaha membantu sebaik mungkin.
Sebelumnya boleh saja kamu mencoba memakai obat-obat pengurang sakit sederhana seperti parasetamol atau ibuprofen. Dan jangan lupa, kurangi makanan dan atau minum yang mengandung kadar garam tinggi. Mudah-mudahan dengan tindakan yang sederhana ini, rasa tidak nyaman yang kamu alami bisa berkurang.
Sibuk Kerja Bikin Kita Mudah Lupa
Tidak mengherankan mereka yang terbiasa sibuk bekerja seringkali tidak bisa mengingat apa yang sudah mereka lakukan di hari sebelumnya. Sebuah studi menunjukkan bahwa belajar sambil melakukan berbagai hal akan menghasilkan kemampuan mengingat yang berkurang, termasuk pada hal yang sudah dipelajari sebelumnya.
Jika kita mempelajari sesuatu sambil mengerjakan hal-hal lain, maka konsentrasi kita akan terpecah sehingga hasil yang kita pelajari juga akan berbeda dan kurang fleksibel. Kurang fleksibel artinya ingatan kita akan lebih mengikat terhadap kondisi khusus saat kita mempelajarinya dan kurang mudah untuk mengingat kembali jika kondisinya berubah.
Hipotesa laboratorium menunjukkan bahwa memori deklaratif dan prosedural pada otak kita diduga saling bersaing satu dengan yang lainnya. Melakukan pekerjaan beberapa hal dengan sekaligus mungkin menyebabkan seseorang kurang menggantungkan pada memori deklaratif dan lebih bergantung pada memori prosedural. Perbedaan tersebut menjadi penting karena memori deklaratif jauh lebih fleksibel.
Dalam studi ini, para peneliti memperlihatkan kartu-kartu kepada 14 relawan dan meminta mereka untuk menggolongkan kartu-kartu tersebut menjadi dua kategori. Para relawan di kelompok pertama bekerja fokus hanya pada tugasnya, sedangkan para relawan di kelompok kedua juga melakukan hal tersebut namun sambil melakukan hal lainnya pada saat yang sama. Semua tugas yang dikerjakan oleh para relawan kemudian dianalisa sehingga para peneliti dapat mengobservasi fungsi otak mereka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa segala sesuatu yang dipelajari tanpa gangguan akan melibatkan sistem memori deklaratif. Sedangkan segala sesuatu yang dipelajari di bawah gangguan akan menggantungkan wilayah otak yang melibatkan memori prosedural.
Jika kita mempelajari sesuatu sambil mengerjakan hal-hal lain, maka konsentrasi kita akan terpecah sehingga hasil yang kita pelajari juga akan berbeda dan kurang fleksibel. Kurang fleksibel artinya ingatan kita akan lebih mengikat terhadap kondisi khusus saat kita mempelajarinya dan kurang mudah untuk mengingat kembali jika kondisinya berubah.
Hipotesa laboratorium menunjukkan bahwa memori deklaratif dan prosedural pada otak kita diduga saling bersaing satu dengan yang lainnya. Melakukan pekerjaan beberapa hal dengan sekaligus mungkin menyebabkan seseorang kurang menggantungkan pada memori deklaratif dan lebih bergantung pada memori prosedural. Perbedaan tersebut menjadi penting karena memori deklaratif jauh lebih fleksibel.
Dalam studi ini, para peneliti memperlihatkan kartu-kartu kepada 14 relawan dan meminta mereka untuk menggolongkan kartu-kartu tersebut menjadi dua kategori. Para relawan di kelompok pertama bekerja fokus hanya pada tugasnya, sedangkan para relawan di kelompok kedua juga melakukan hal tersebut namun sambil melakukan hal lainnya pada saat yang sama. Semua tugas yang dikerjakan oleh para relawan kemudian dianalisa sehingga para peneliti dapat mengobservasi fungsi otak mereka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa segala sesuatu yang dipelajari tanpa gangguan akan melibatkan sistem memori deklaratif. Sedangkan segala sesuatu yang dipelajari di bawah gangguan akan menggantungkan wilayah otak yang melibatkan memori prosedural.
Subscribe to:
Posts (Atom)
