Berharap mendapatkan tubuh ramping bukan berarti Anda tidak makan sama sekali. Jika Anda melakukan diet, berarti mengatur nutrisi atau zat gizi yang dibutuhkan tubuh, juga mengikuti pola makan yang baik dari segi frekuensi, kuantitas,maupun kualitas, termasuk memperhatikan cara mengolah makanan.lebih baik bila Anda memilih makanan yang diolah tanpa digoreng, namun cukup direbus atau dibakar.
Meski sedang menjalani diet, Anda tetap memerlukan nutrisi yang seimbang, yaitu karbohidrat, protein, vitamin,mineral dan juga lemak. Semua itu dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dan tidak berlebihan, mungkin juga Anda perlu mengganti atau menambah beberapa sumber nutrisi tersebut dengan bahan makanan yang lebih sehat.
1. Karbohidrat sederhana, seperti gula pasir, tepung roti,mie instan, minuman manis,dan nasi putih mudah diserap tubuh dan disimpan tubuh menjadi lemak. Ganti dengan karbohidrat kompleks yang kurang manis, namun lambat diserap tubuh, seperti nasi merah (yang berwarna tua karena kaya serat), oatmeal, roti gandum, jagung , ubi dan pasta. Sebaiknya tidak memilih oatmeal instant karena biasanya mengandung pemanis.
2. Serat atau fiber sebenarnya karbohidrat yang tidak dapat dicerna olah tubuh. Memperbanyak konsumsi makanan berserat dapat mencegah penimbunan lemak, meningkatkan fungsi usus besar, dan membantu proses pembentukan otot.
3. Ganti pemakaian gula pasir dan gula aren yang terdiri dari sukrosa dan bisa menyebabkan penumpukan lemak, dengan madu yaitu gula sederhana yang dapat segera diserap tubuh dan menghasilkan energi instant. Karena itu, relatif tidak menyebabkan kegemukan.
4. Tidak semua lemak harus Anda hindari. Meski tubuh memiliki banyak lemak yang tidak diinginkan, Anda tetap perlu mengonsumsi lemak dari makanan sebagai bahan baku hormon dan enzim dalam proses metabolisme, mengatur fungsi organ, otak, dan pelindung organ tubuh. Sebaiknya pilih lemak tak jenuh, seperti yang terkandung dalam alpukat, biji bunga matahari, selai mentega alami, minyak zaitun, dan minyak kedelai yang dapat membantu melicinkan pembuluh darah sehingga memperlancar proses pembakaran lemak tubuh, memperkuat struktur dinding sel, dan membantu produksi hormon.
5. Tubuh juga memerlukan vitamin dan mineral, seperti kalsium, fosfor dan magnesium untuk tulang, kalium dan natrium klorida untuk otot, serta zat besi untuk darah. Sumber yang baik adalah pada susu rendah lemak, kacang-kacangan, biji-bijian,dan sayuran hijau. Namun perlu diinggat juga bahwa diet sebaiknya ditunjang dengan olahraga untuk keberhasilan proses pengikisan lemak. Dapat berkonsultasi dengan dokter sebelum Anda melakukan diet, terutama bila mengalami diabetes atau hipertensi.
Wednesday, 30 November 2011
Menyiasati Lemak Trans
Seiring meningkatnya kebutuhan konsumsi manusia, industri makanan pun mencari cara pengolahan makanan yang akan membuatnya lebih tahan lama dan praktis dikonsumsi, maka lahirlah Asam Lemak Trans (trans fatty acid). Namun, tak semua produsen menggunakan nama tersebut, beberapa menggunakan nama partially hydrogenated atau shortening.
Lemak trans merupakan hasil dari proses penambahan hidrogen ke minyak sayur melalui proses hidrogenisasi. Proses ini menghasilkan lemak yang lebih solid daripada minyak, sehingga juga lebih tahan lama. Penggunaan lemak ini dalam proses pembuatan makanan akan membuat usia makanan yang dihasilkan lebih panjang dan mengurangi kesan berminyak.
Tetapi pada era 90an ditemukan bahwa bila kita mengonsumsi lemak trans, maka akab berefek selain meningkatkan kadar LDL (kolesterol jahat), juga menurunkan kadar HDL (kolesterol baik). Saat ini, lemak trans banyak ditemukan dalam minyak sayur, margarin, biskuit, kue kering, donat, kentang goreng dan fast food.
Meskipun demikian, lemak trans ditemukan secara alamiah dalam bahan pangan hewani seperti daging merah dan susu. Lemak trans alami ini biasa disebut conjugated linoleic acid (CLA) yang bermanfaat untuk membantu pambakaran lemak dengan mengurangi lemak perut pada pria yang mengalami kelebihan berat badan. Sedangkan pada wanita dimasa menjelang menopause yang mengonsumsi makanan dengan kandungan CLA ini diketahui memiliki kepadatan tulang yang lebih baik.
Di Amerika Serikat, pencantuman lemak trans dalam label telah dianjurkan sejak Januari 2006. Peraturan pelabelan di Amerika misalnya hanya mencantumkan lemak trans bila lebih dari 0.5 gram per sajian. Bila kandungannya kurang dari 0.5 gram, maka produsen boleh menuliskan makanan tersebut mengandung 0 gram lemak trans. American Heart Association hanya menyarankan konsumsi lemak trans tak lebih dari 1 % dari total kaonsumsi kalori perhari. Misalnya diet Anda 2.000 kalori per hari, maka jumlah lemak trans yang masih aman Anda konsumsi adalah 2 gram.
Lemak trans merupakan hasil dari proses penambahan hidrogen ke minyak sayur melalui proses hidrogenisasi. Proses ini menghasilkan lemak yang lebih solid daripada minyak, sehingga juga lebih tahan lama. Penggunaan lemak ini dalam proses pembuatan makanan akan membuat usia makanan yang dihasilkan lebih panjang dan mengurangi kesan berminyak.
Tetapi pada era 90an ditemukan bahwa bila kita mengonsumsi lemak trans, maka akab berefek selain meningkatkan kadar LDL (kolesterol jahat), juga menurunkan kadar HDL (kolesterol baik). Saat ini, lemak trans banyak ditemukan dalam minyak sayur, margarin, biskuit, kue kering, donat, kentang goreng dan fast food.
Meskipun demikian, lemak trans ditemukan secara alamiah dalam bahan pangan hewani seperti daging merah dan susu. Lemak trans alami ini biasa disebut conjugated linoleic acid (CLA) yang bermanfaat untuk membantu pambakaran lemak dengan mengurangi lemak perut pada pria yang mengalami kelebihan berat badan. Sedangkan pada wanita dimasa menjelang menopause yang mengonsumsi makanan dengan kandungan CLA ini diketahui memiliki kepadatan tulang yang lebih baik.
Di Amerika Serikat, pencantuman lemak trans dalam label telah dianjurkan sejak Januari 2006. Peraturan pelabelan di Amerika misalnya hanya mencantumkan lemak trans bila lebih dari 0.5 gram per sajian. Bila kandungannya kurang dari 0.5 gram, maka produsen boleh menuliskan makanan tersebut mengandung 0 gram lemak trans. American Heart Association hanya menyarankan konsumsi lemak trans tak lebih dari 1 % dari total kaonsumsi kalori perhari. Misalnya diet Anda 2.000 kalori per hari, maka jumlah lemak trans yang masih aman Anda konsumsi adalah 2 gram.
Panduan Baru Asupan Vitamin D
American Academy of Pediatrics (AAP) telah mengeluarkan panduan baru untuk mencegah kekurangan vitamin D pada bayi dan anak-anak. Panduan ini dikeluarkan sehubungan dengan semakin banyaknya anak yang menderita penyakit Riketsia, yaitu penyakit akibat kekurangan vitamin D.
Mereka yang berisiko antara lain bayi yang minum susu kurang dari 500 ml perhari atau yang tidak memperoleh cukup vitamin D. ASI mempunyai vitamin D dalam kadar yang rendah, yaitu sekitar 25 IU perliter, sedangkan yang direkomendasikan adalah 200 IU perhari untuk bayi, anak dan remaja. Anak dan remaja memperoleh vitamin D terutama dari sinar matahari, tapi mereka yang sering menggunakan krim tabir surya dan yang berkulit gelap berisiko untuk menderita kekurangan vitamin D karena mereka mendapatkan lebih sedikit vitamin D dari sinar matahari. Demikian juga mereka yang jarang terkena sinar matahari langsung.
Karena itu, APP mengeluarkan panduan untuk mengonsumsi suplemen vitamin D sebesar 200 IU sehari untuk bayi dan anak sebagai berikut:
1. Bayi yang memperoleh ASI sebaiknya diberikan suplemen dimulai pada saat usia dua bulan pertama.
2. Bayi yang mengonsumsi susu formula yang mengandung vitamin D tapi kurang dari 500 ml perhari
3. Anak-anak dan remaja yang tidak minum susu yang mengandung vitamin D sedikitnya 500 ml perhari, yang tidak cukup terkena sinar matahari langsung atau yang tidak mengonsumsi multivitamin yang mengandung vitamin D sedikitnya 200 IU.
Mengapa diambil patokan susu sebanyak 500 ml perhari? Karena pada umumnya susu formula mempunyai vitamin D sedikitnya 400 IU perliter. Dengan pemberian 500 ml, maka asupan vitamin D yang direkomendasikan (sebesar 200 IU) dapat terpenuhi.
Mereka yang berisiko antara lain bayi yang minum susu kurang dari 500 ml perhari atau yang tidak memperoleh cukup vitamin D. ASI mempunyai vitamin D dalam kadar yang rendah, yaitu sekitar 25 IU perliter, sedangkan yang direkomendasikan adalah 200 IU perhari untuk bayi, anak dan remaja. Anak dan remaja memperoleh vitamin D terutama dari sinar matahari, tapi mereka yang sering menggunakan krim tabir surya dan yang berkulit gelap berisiko untuk menderita kekurangan vitamin D karena mereka mendapatkan lebih sedikit vitamin D dari sinar matahari. Demikian juga mereka yang jarang terkena sinar matahari langsung.
Karena itu, APP mengeluarkan panduan untuk mengonsumsi suplemen vitamin D sebesar 200 IU sehari untuk bayi dan anak sebagai berikut:
1. Bayi yang memperoleh ASI sebaiknya diberikan suplemen dimulai pada saat usia dua bulan pertama.
2. Bayi yang mengonsumsi susu formula yang mengandung vitamin D tapi kurang dari 500 ml perhari
3. Anak-anak dan remaja yang tidak minum susu yang mengandung vitamin D sedikitnya 500 ml perhari, yang tidak cukup terkena sinar matahari langsung atau yang tidak mengonsumsi multivitamin yang mengandung vitamin D sedikitnya 200 IU.
Mengapa diambil patokan susu sebanyak 500 ml perhari? Karena pada umumnya susu formula mempunyai vitamin D sedikitnya 400 IU perliter. Dengan pemberian 500 ml, maka asupan vitamin D yang direkomendasikan (sebesar 200 IU) dapat terpenuhi.
Pola Makan Di Hari Raya
Saat hari raya tiba, berbagai jenis makanan akan tersaji di meja makan kita. Biasanya kita mulai khawatir karena tidak bisa menahan godaan untuk mencobanya. Sebenarnya ada banyak cara untuk mencegah kita mengonsumsi makanan yang berlebihan dan menjaga berat badan selama liburan hari raya.
Tips berikut diharapkan dapat membantu kita untuk mengatur kebiasaan makan supaya tetap menjaga berat badan tanpa kehilangan hidangan lezat di hari raya. Semoga bermanfaat!
Simpan beberapa kalori selama hari itu
Jika dalam pesta atau hari raya terdapat banyak makanan yang menggoda selera, kita sebaiknya membatasi jumlah kalori yang kita konsumsi selama hari tersebut supaya menjaga tingkat kalori tetap normal. Cobalah untuk memilih menu sayuran yang berserat, buah-buahan, salad, dan protein tidak berlemak.
Konsumsi makanan kecil sebelumnya
Jika kita tiba-tiba lapar dan mudah tergoda dengan makanan yang berlemak tinggi, sebaiknya kita mengonsumsi makanan kecil atau minum segelas besar air sebelum kita mendekati meja makan.
Melayani diri sendiri
Dengan mengambil sedikit makanan yang kita inginkan dalam piring, maka kita telah menghindari diri untuk makan dalam porsi yang banyak. Tradisi kita selama ini yang mungkin selalu dilayani oleh orang lain, cobalah untuk melakukannya sendiri.
Makan perlahan-lahan
Semakin cepat kita makan, maka akan semakin cepat pula kemungkinan kita mengonsumsi makanan yang berlebih dan akhirnya berat badanpun menjadi bertambah.
Hindari kembali ke meja makan dua kali
Jika porsi makan yang pertama sudah selesai, tunggulah beberapa menit untuk memperkirakan apakah kita masih cukup lapar untuk porsi yang ke dua. Makanan mungkin cukup enak, tetapi apakah kita perlu untuk menambah makan lagi?
Makan sedikit dessert
Di hari raya, tidak mungkin kita melewatkan untuk tidak mencoba dessert setelah makan. Sebagai penggantinya, cobalah untuk makan sepotong kue saja.
Jalan-jalan
Setelah makan besar, kita sebaiknya jangan berdiam diri saja. Ajaklah seluruh anggota keluarga untuk jalan-jalan di sekitar lingkungan rumah sekaligus untuk bersilahturahmi.
Olahraga secara teratur
Libur di hari raya biasanya merupakan waktu yang cukup padat, namun bukan berarti kita tidak punya waktu untuk berolahraga. Olahraga sangat penting terutama di saat kita tidak banyak melakukan aktivitas, namun jumlah asupan makanan tetap banyak. Coba imbangi hal tersebut dengan cara melakukan olahraga yang teratur.
Tips berikut diharapkan dapat membantu kita untuk mengatur kebiasaan makan supaya tetap menjaga berat badan tanpa kehilangan hidangan lezat di hari raya. Semoga bermanfaat!
Simpan beberapa kalori selama hari itu
Jika dalam pesta atau hari raya terdapat banyak makanan yang menggoda selera, kita sebaiknya membatasi jumlah kalori yang kita konsumsi selama hari tersebut supaya menjaga tingkat kalori tetap normal. Cobalah untuk memilih menu sayuran yang berserat, buah-buahan, salad, dan protein tidak berlemak.
Konsumsi makanan kecil sebelumnya
Jika kita tiba-tiba lapar dan mudah tergoda dengan makanan yang berlemak tinggi, sebaiknya kita mengonsumsi makanan kecil atau minum segelas besar air sebelum kita mendekati meja makan.
Melayani diri sendiri
Dengan mengambil sedikit makanan yang kita inginkan dalam piring, maka kita telah menghindari diri untuk makan dalam porsi yang banyak. Tradisi kita selama ini yang mungkin selalu dilayani oleh orang lain, cobalah untuk melakukannya sendiri.
Makan perlahan-lahan
Semakin cepat kita makan, maka akan semakin cepat pula kemungkinan kita mengonsumsi makanan yang berlebih dan akhirnya berat badanpun menjadi bertambah.
Hindari kembali ke meja makan dua kali
Jika porsi makan yang pertama sudah selesai, tunggulah beberapa menit untuk memperkirakan apakah kita masih cukup lapar untuk porsi yang ke dua. Makanan mungkin cukup enak, tetapi apakah kita perlu untuk menambah makan lagi?
Makan sedikit dessert
Di hari raya, tidak mungkin kita melewatkan untuk tidak mencoba dessert setelah makan. Sebagai penggantinya, cobalah untuk makan sepotong kue saja.
Jalan-jalan
Setelah makan besar, kita sebaiknya jangan berdiam diri saja. Ajaklah seluruh anggota keluarga untuk jalan-jalan di sekitar lingkungan rumah sekaligus untuk bersilahturahmi.
Olahraga secara teratur
Libur di hari raya biasanya merupakan waktu yang cukup padat, namun bukan berarti kita tidak punya waktu untuk berolahraga. Olahraga sangat penting terutama di saat kita tidak banyak melakukan aktivitas, namun jumlah asupan makanan tetap banyak. Coba imbangi hal tersebut dengan cara melakukan olahraga yang teratur.
Langkah Mudah Mencegah Flu
Perubahan cuaca yang tidak menentu terkadang memicu timbulnya berbagai jenis penyakit, salah satunya adalahflu. Karena belum ditemukan obat?untuk mengatasi flu, cara yang paling mudah untuk dilakukan adalah dengan pencegahan. Berikut ini beberapa langkah pencegahan yang bisa kita lakukan agar terhindar dari serangan virus penyebab flu.
Mencuci tangan
Sebagian besar virus flu dapat menyebar melalui kontak langsung. Seseorang yang bersin dan menutupnya dengan tangan kemudian dia memegang telepon, keyboardkomputer, atau gelas minum, maka virusnya akan mudah menular pada orang lain yang menyentuh benda-benda tersebut. Virus mampu bertahan hidup berjam-jam bahkan hingga berminggu-minggu. Oleh karena itu, usahakan untuk mencuci tangan sesering mungkin.
Jangan menutup bersin dengan tangan
Bila kita menutup bersin dengan tangan, maka virus flu akan mudah menempel pada tangan dan dapat menyebar pada orang lain. Jika kita merasa ingin bersin atau batuk, gunakanlah tisu dan kemudian segera membuangnya.
Jangan menyentuh muka
Virus flu masuk ke dalam tubuh melalui mata, hidung, maupun mulut. Menyentuh muka merupakan cara yang paling umum dilakukan oleh anak-anak yang terserang flu dan akhirnya menjadi cara mudah menularkan virus tersebut pada orang lain di sekitarnya.
Minum banyak air
Air berfungsi untuk membersihkan racun dari dalam tubuh dan memberikan cairan pada tubuh. Orang dewasa yang sehat umumnya membutuhkan delapan gelas air per hari. Bagaimana menandai bahwa tubuh kita sudah mendapatkan cairan yang cukup. Jika warna urine berwarna relatif jernih berarti tubuh kita memang mendapatkan cukup cairan, sebaliknya jika berwarna kuning gelap berarti tubuh kita memerlukan lebih banyak cairan lagi.
Mandi sauna
Meskipun belum terbukti bahwa mandi sauna dapat berpengaruh terhadap pencegahan flu, namun sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang yang mandi sauna dua kali per minggu akan memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk terserang flu. Hal tersebut memang sesuai dengan teori bahwa ketika kita menghirup uap panas lebih dari suhu 80oC akan menyebabkan virus flu akan sulit untuk bertahan.
Menghirup udara segar
Menghirup udara yang segar memang sangat penting bagi kesehatan tubuh, khususnya di cuaca yang dingin karena cuaca seperti ini akan membuat tubuh menjadi rentan terhadap virus flu.
Lakukan olahraga aerobik secara teratur.
Olahraga aerobik dapat mempercepat jantung untuk memompa darah lebih banyak sehingga kita bernafas lebih cepat untuk membantu mentransfer oksigen ke paru-paru dan ke dalam darah. Olahraga ini juga akan membantu meningkatkan kekebalan tubuh secara alami.
Konsumsi makanan yang mengandung phytochemical
Phytochemical merupakan bahan kimia alami yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan yang berperan memberikan vitamin pada makanan.
Konsumsi yogurt
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi yogurt yang rendah lemak setiap hari dapat mengurangi risiko terserang flu sekitar 25%. Bakteri menguntungkan yang terdapat di dalam yogurt diketahui dapat menstimulus produksi sistem kekebalan tubuh untuk menyerang virus.
Relaksasi
Jika kita dapat mengajari diri sendiri untuk relaks atau santai, maka dengan sendirinya kita juga dapat mengaktifkan sistem imunitas tubuh. Diduga ketika kita melakukan relaksasi, maka interleukin (bagian sistem imunitas yang merespon terhadap virus flu) akan meningkat dalam aliran darah kita.
Mencuci tangan
Sebagian besar virus flu dapat menyebar melalui kontak langsung. Seseorang yang bersin dan menutupnya dengan tangan kemudian dia memegang telepon, keyboardkomputer, atau gelas minum, maka virusnya akan mudah menular pada orang lain yang menyentuh benda-benda tersebut. Virus mampu bertahan hidup berjam-jam bahkan hingga berminggu-minggu. Oleh karena itu, usahakan untuk mencuci tangan sesering mungkin.
Jangan menutup bersin dengan tangan
Bila kita menutup bersin dengan tangan, maka virus flu akan mudah menempel pada tangan dan dapat menyebar pada orang lain. Jika kita merasa ingin bersin atau batuk, gunakanlah tisu dan kemudian segera membuangnya.
Jangan menyentuh muka
Virus flu masuk ke dalam tubuh melalui mata, hidung, maupun mulut. Menyentuh muka merupakan cara yang paling umum dilakukan oleh anak-anak yang terserang flu dan akhirnya menjadi cara mudah menularkan virus tersebut pada orang lain di sekitarnya.
Minum banyak air
Air berfungsi untuk membersihkan racun dari dalam tubuh dan memberikan cairan pada tubuh. Orang dewasa yang sehat umumnya membutuhkan delapan gelas air per hari. Bagaimana menandai bahwa tubuh kita sudah mendapatkan cairan yang cukup. Jika warna urine berwarna relatif jernih berarti tubuh kita memang mendapatkan cukup cairan, sebaliknya jika berwarna kuning gelap berarti tubuh kita memerlukan lebih banyak cairan lagi.
Mandi sauna
Meskipun belum terbukti bahwa mandi sauna dapat berpengaruh terhadap pencegahan flu, namun sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang yang mandi sauna dua kali per minggu akan memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk terserang flu. Hal tersebut memang sesuai dengan teori bahwa ketika kita menghirup uap panas lebih dari suhu 80oC akan menyebabkan virus flu akan sulit untuk bertahan.
Menghirup udara segar
Menghirup udara yang segar memang sangat penting bagi kesehatan tubuh, khususnya di cuaca yang dingin karena cuaca seperti ini akan membuat tubuh menjadi rentan terhadap virus flu.
Lakukan olahraga aerobik secara teratur.
Olahraga aerobik dapat mempercepat jantung untuk memompa darah lebih banyak sehingga kita bernafas lebih cepat untuk membantu mentransfer oksigen ke paru-paru dan ke dalam darah. Olahraga ini juga akan membantu meningkatkan kekebalan tubuh secara alami.
Konsumsi makanan yang mengandung phytochemical
Phytochemical merupakan bahan kimia alami yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan yang berperan memberikan vitamin pada makanan.
Konsumsi yogurt
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi yogurt yang rendah lemak setiap hari dapat mengurangi risiko terserang flu sekitar 25%. Bakteri menguntungkan yang terdapat di dalam yogurt diketahui dapat menstimulus produksi sistem kekebalan tubuh untuk menyerang virus.
Relaksasi
Jika kita dapat mengajari diri sendiri untuk relaks atau santai, maka dengan sendirinya kita juga dapat mengaktifkan sistem imunitas tubuh. Diduga ketika kita melakukan relaksasi, maka interleukin (bagian sistem imunitas yang merespon terhadap virus flu) akan meningkat dalam aliran darah kita.
Varises dan Pencegahannya
Sebuah studi menunjukkan, faktor genetis atau keturunan kemungkinan besar menjadi penyebab utama varies. Jadi bukan karena banyak berjalan atau diet, seperti yang ditemukan pada riset sebelumnya.
Masalah varies ini ternyata bukan hanya monopoli wanita. Pria pun bisa terkena. Baik pria dan wanita yang tergolong jangkung serta kelebihan berat badan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya.
Meski faktor keturunan berperan, pada dasarnya garis-garis kebiruan (bisa juga kemerahan atau bewarna dengan kulit) yang cukup mengganggu penampilan ini disebabkan oleh terjadinya pembesaran pembuluh. Ada dua versi pembesaran pembuluh. Pembuluh kecil yang membesar disebut spider vein. Seringkali muncul dalam wujud garis-garis tipis tak menonjol pada betis dan wajah. Bentuknya bisa seperti sarang laba-laba atau cabang pohon.
Sementara jenis yang lebih besar disebut viricose vein atau varises. Tampilannya seperti tambang yang menonjol di permukaan kulit seringkali dibalik tungkai atau di paha bagian dalam. Tonjolan-tonjolan ini timbul akibat darah yang mengumpul di pembuluh.
Kehamilan, terapi hormon, konsumsi pil KB atau pubertas punya andil dalam kemunculan varises. Kebiasaan mengenakan stoking terlalu ketat atau pakaian dalam yang sangat mengikat di bagian pinggang atau selangkangan sebaiknya dihentikan
Akibat dari tekanan berat tubuh dan gravitasi membuat pembuluh-pembuluh di betis memikul tugas lebih berat dalam mentransportasikan darah kembali ke jantung. Itulah sebabnya spider vein maupun varicose vein sering ditemukan di betis.Gejalanya bisa mirip dengan rematik, seperti rasa pegal, mudah lelah, pembengkakan hingga rasa pada betis, terkadang disertai rasa gatal atau iritasi.
Selain faktor keturunan dan perubahan hormon baik akibat faktor alami maupun obat, faktor usia (50 tahun ke atas) juga meningkatkan risiko. Yang cukup rentan adalah wanita hamil, karena jumlah darah yang meningkat drastis di tubuh menyebabkan pembuluh darah ikut menmbesar. Namun biasanya varises pada wanita hamil dapat kembali normal beberapa bulan setelah melahirkan.
Sebenarnya ada cara mengurangi risiko varises yaitu dengan mengenakan stoking khusus varises untuk menekan kemunculan pembuluh darah yang membesar.
Yang terpenting, jagalah berat badan di ambang batas normal. Jangan sering-sering memakai hak tinggi . Selain itu kebiasaan duduk sambil menyilang kaki juga sebaiknya dihindari.Jangan lupa konsumsi makanan kaya serat dan hindari apapun yang terlalu asin karena garam dapat menahan air dan menyebabkan pembengkakan.
Terapi yang paling sering digunakan untuk menangani varises adalah metode injeksi yang dinamakan dengan sclerotherapy. Jarum yang sangat tipis disuntikkan ke dalam pembuluh darah untuk memasukkan cairan yang menyebabkan dinding pembuluh membengkak, merapat dan menutup. Dengan begitu, dalam beberapa minggu varises hilang dari permukaan kulit.
Jika takut jarum, ada pula terapi dengan loser yang secara bertahap dapat membuat betis kembali mulus. Selain itu, tersedia sejumlah pilihan lainnya meski risiko munculnya kembali varises selalu ada. Konsultasikan dengan dokter mana yang terbaik. Tentu jika varises belum terlalu dirasa mengganggu รข€“misalnya membengkak atau menimbulkan iritasi, akan lebih baik jika melakukan langkah-langkah pencegahan yang erat kaitannya dengan pola hidup sehat.
Masalah varies ini ternyata bukan hanya monopoli wanita. Pria pun bisa terkena. Baik pria dan wanita yang tergolong jangkung serta kelebihan berat badan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya.
Meski faktor keturunan berperan, pada dasarnya garis-garis kebiruan (bisa juga kemerahan atau bewarna dengan kulit) yang cukup mengganggu penampilan ini disebabkan oleh terjadinya pembesaran pembuluh. Ada dua versi pembesaran pembuluh. Pembuluh kecil yang membesar disebut spider vein. Seringkali muncul dalam wujud garis-garis tipis tak menonjol pada betis dan wajah. Bentuknya bisa seperti sarang laba-laba atau cabang pohon.
Sementara jenis yang lebih besar disebut viricose vein atau varises. Tampilannya seperti tambang yang menonjol di permukaan kulit seringkali dibalik tungkai atau di paha bagian dalam. Tonjolan-tonjolan ini timbul akibat darah yang mengumpul di pembuluh.
Kehamilan, terapi hormon, konsumsi pil KB atau pubertas punya andil dalam kemunculan varises. Kebiasaan mengenakan stoking terlalu ketat atau pakaian dalam yang sangat mengikat di bagian pinggang atau selangkangan sebaiknya dihentikan
Akibat dari tekanan berat tubuh dan gravitasi membuat pembuluh-pembuluh di betis memikul tugas lebih berat dalam mentransportasikan darah kembali ke jantung. Itulah sebabnya spider vein maupun varicose vein sering ditemukan di betis.Gejalanya bisa mirip dengan rematik, seperti rasa pegal, mudah lelah, pembengkakan hingga rasa pada betis, terkadang disertai rasa gatal atau iritasi.
Selain faktor keturunan dan perubahan hormon baik akibat faktor alami maupun obat, faktor usia (50 tahun ke atas) juga meningkatkan risiko. Yang cukup rentan adalah wanita hamil, karena jumlah darah yang meningkat drastis di tubuh menyebabkan pembuluh darah ikut menmbesar. Namun biasanya varises pada wanita hamil dapat kembali normal beberapa bulan setelah melahirkan.
Sebenarnya ada cara mengurangi risiko varises yaitu dengan mengenakan stoking khusus varises untuk menekan kemunculan pembuluh darah yang membesar.
Yang terpenting, jagalah berat badan di ambang batas normal. Jangan sering-sering memakai hak tinggi . Selain itu kebiasaan duduk sambil menyilang kaki juga sebaiknya dihindari.Jangan lupa konsumsi makanan kaya serat dan hindari apapun yang terlalu asin karena garam dapat menahan air dan menyebabkan pembengkakan.
Terapi yang paling sering digunakan untuk menangani varises adalah metode injeksi yang dinamakan dengan sclerotherapy. Jarum yang sangat tipis disuntikkan ke dalam pembuluh darah untuk memasukkan cairan yang menyebabkan dinding pembuluh membengkak, merapat dan menutup. Dengan begitu, dalam beberapa minggu varises hilang dari permukaan kulit.
Jika takut jarum, ada pula terapi dengan loser yang secara bertahap dapat membuat betis kembali mulus. Selain itu, tersedia sejumlah pilihan lainnya meski risiko munculnya kembali varises selalu ada. Konsultasikan dengan dokter mana yang terbaik. Tentu jika varises belum terlalu dirasa mengganggu รข€“misalnya membengkak atau menimbulkan iritasi, akan lebih baik jika melakukan langkah-langkah pencegahan yang erat kaitannya dengan pola hidup sehat.
Life Style, Pencetus Stroke di Usia Produktif!
Usia merupakan faktor risiko stroke, semakin tua usia maka risiko terkena stroke pun semakin tinggi. Namun, sekarang kaum usia produktif perlu waspada terhadap ancaman stroke. Pada usia produktif, stroke dapat menyerang terutama pada mereka yang gemar mengonsumsi makanan berlemak dan narkoba.
Life style atau gaya hidup selalu menjadi kambing hitam berbagai penyakit yang menyerang usia produktif. Generasi muda sering menerapkan pola makan yang tidak sehat dengan seringnya mengonsumsi makanan siap saji yang sarat dengan lemak dan kolesterol, tapi rendah serat.
Generasi muda yang perjalanan hidupnya masih panjang nantinya harus mampu berkiprah dan bersaing dengan sumber daya manusia lainnya dari luar negeri. Kecacatan yang mereka sandang akibat serangan stroke, bukan hanya menjadi beban keluarga, tapi juga beban masyarakat secara umum.
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Selagi stroke masih bisa dicegah, kenapa tidak mencoba?
Pertama, dengan menjalankan perilaku hidup sehat sejak dini. Kedua, pengendalian faktor-faktor risiko secara optimal harus dijalankan. Ketiga, melakukan medical check up secara rutin dan berkala dan si pasien harus mengenali tanda-tanda dini stroke.
Untuk mencegah "the silent killer" ini, seseorang dianjurkan untuk mengurangi rokok, melakukan olah raga teratur, membatasi minuman beralkohol, dan menghindari stres berlebihan.
Life style atau gaya hidup selalu menjadi kambing hitam berbagai penyakit yang menyerang usia produktif. Generasi muda sering menerapkan pola makan yang tidak sehat dengan seringnya mengonsumsi makanan siap saji yang sarat dengan lemak dan kolesterol, tapi rendah serat.
Generasi muda yang perjalanan hidupnya masih panjang nantinya harus mampu berkiprah dan bersaing dengan sumber daya manusia lainnya dari luar negeri. Kecacatan yang mereka sandang akibat serangan stroke, bukan hanya menjadi beban keluarga, tapi juga beban masyarakat secara umum.
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Selagi stroke masih bisa dicegah, kenapa tidak mencoba?
Pertama, dengan menjalankan perilaku hidup sehat sejak dini. Kedua, pengendalian faktor-faktor risiko secara optimal harus dijalankan. Ketiga, melakukan medical check up secara rutin dan berkala dan si pasien harus mengenali tanda-tanda dini stroke.
Untuk mencegah "the silent killer" ini, seseorang dianjurkan untuk mengurangi rokok, melakukan olah raga teratur, membatasi minuman beralkohol, dan menghindari stres berlebihan.
Subscribe to:
Posts (Atom)
