Wednesday, 30 November 2011

Life Style, Pencetus Stroke di Usia Produktif!

Usia merupakan faktor risiko stroke, semakin tua usia maka risiko terkena stroke pun semakin tinggi. Namun, sekarang kaum usia produktif perlu waspada terhadap ancaman stroke. Pada usia produktif, stroke dapat menyerang terutama pada mereka yang gemar mengonsumsi makanan berlemak dan narkoba.

Life style atau gaya hidup selalu menjadi kambing hitam berbagai penyakit yang menyerang usia produktif. Generasi muda sering menerapkan pola makan yang tidak sehat dengan seringnya mengonsumsi makanan siap saji yang sarat dengan lemak dan kolesterol, tapi rendah serat.

Generasi muda yang perjalanan hidupnya masih panjang nantinya harus mampu berkiprah dan bersaing dengan sumber daya manusia lainnya dari luar negeri. Kecacatan yang mereka sandang akibat serangan stroke, bukan hanya menjadi beban keluarga, tapi juga beban masyarakat secara umum.

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Selagi stroke masih bisa dicegah, kenapa tidak mencoba?

Pertama, dengan menjalankan perilaku hidup sehat sejak dini. Kedua, pengendalian faktor-faktor risiko secara optimal harus dijalankan. Ketiga, melakukan medical check up secara rutin dan berkala dan si pasien harus mengenali tanda-tanda dini stroke.
Untuk mencegah "the silent killer" ini, seseorang dianjurkan untuk mengurangi rokok, melakukan olah raga teratur, membatasi minuman beralkohol, dan menghindari stres berlebihan.

Keyboard Komputer Menyebarkan Kuman

Keyboard komputer bukan saja dapat menyebarkan kata melalui email, tapi dapat juga menyebarkan kuman. Bakteri yang berbahaya dapat tetap hidup di keyboard komputer rumahsakit, sehingga kuman dapat menyebar dengan mudah pada pasien-pasien yang ada.
Bahaya terjadinya penyebaran kuman di rumahsakit terutama terjadi pada komputer yang banyak digunakan orang, demikian juga dengan peralatan lainnya yang ada di rumahsakit. Kuman dapat berkembang dengan cepat dan menginfeksi pasien-pasien yang sedang dalam kondisi fisik tubuh yang lemah.

Penelitian yang dilakukan di New York University Medical Center ini, menggunakan tiga jenis kuman yang paling sering ditemukan di rumahsakit, yaitu vancomycin-resistant Enterococcus faecium (VRE), methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) and Pseudomonas aeruginosa (PSAE). VRE dan MRSA, merupakan kuman-kuman yang telah kebal terhadap antibiotika yang umum dipakai seperti vancomycin dan methicillin.

Penelitian ini dilakukan dengan menaruh kuman-kuman tersebut di keyboard dan tutup keyboard, untuk melihat seberapa lama kuman ini dapat hidup dan seberapa jauh kuman ini dapat berpindah melalui jari yang mengetik pada papan keyboard.

Hasilnya, kuman VRE dan MRSA ini dapat tetap hidup hingga 24 jam setelah ditaruh pada papan keyboard dan tutup keyboard. Sedang kuman PSAE hanya dapat hinggu satu jam pada papan keyboard dan lima menit pad tutup keyboard.

Dan semakin banyak kontak yang dilakukan pada keyboard yang terkontaminasi, akan semakin banyak kuman yang ditransmisikan melalui tangan. Hasilnya, untuk transmisi kuman, pada kuman MRSA sebesar 42-92%, untuk kuman VRE 22-50% dan untuk kuman PSAE 9-18%.

Oleh karena itu, untuk mengatasi hal tersebut para ahli menganjurkan agar sebaiknya pengguna komputer mencuci tangan segera setelah selesai menggunakan komputer.
Selain itu dapat ditambahkan juga, desinfeksi secara teratur pada keyboard komputer. Demikian juga sebaiknya yang dilakukan untuk komputer di sekolah maupun di tempat-tempat umum lainnya, yang banyak digunakan orang bergantian.

Penelitian ini dipresentasikan pada pertemuan the Society for Healthcare Epidemiology di Amerika Serikat.

Hiperhidrosis

Mungkin Anda belum pernah mendengar istilah ini, tapi keadaan ini akan membuat orang yang mengalaminya menjadi resah dan tidak pe-de. Hiperhidrosis adalah suatu keadaan dimana keringat keluar secara berlebihan terutama di daerah seperti di lipat ketiak, telapak tangan atau telapak kaki.

Keringat yang berlebihan ini tentu akan sangat mengganggu dan memalukan. Akan membuat noda di pakaian dan juga akan menggangu bila hendak memegang sesuatu apalagi saat kita bersalaman.

Hiperhidrosis di telapak tangan dan kaki biasanya muncul lebih awal di sekitar usia 13 tahun, baru kemudian di daerah lipat ketiak. Penyebabnya bisa bermacam-macam, bisa karena gangguan metabolik, penyakit sistemik tertentu atau karena gangguan saraf. Pemicunya dapat disebabkan karena panas atau stres misalnya. Tapi banyak yang mengalami hiperhidrosis ini timbul sepanjang hari, tanpa pemicu yang jelas.

Apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya? Beberapa cara dapat dicoba, tapi cobalah dengan cara yang paling mudah terlebih dahulu. Pertama, cobalah dengan anti perspirants yang banyak dijual bebas. Cobalah cari anti perspirants yang mengandung Aluminum Klorida, bila anti perspirants lain tidak bekerja dengan baik. Sedangkan cara lain yang dapat dilakukan, memerlukan bantuan dari dokter seperti penggunaan obat antikolinergik yang dapat mengurangi pengeluaran keringat, suntikan Botoks hingga operasi Simpatektomi Servikal.

Hipertensi Ganggu Kehidupan Seksual

Tekanan darah tinggi bukan saja berisiko menyebabkan penyakit jantung dan stroke tapi juga berisiko untuk mengganggu kehidupan seksual Anda. Anda dapat mengalami impotensi atau gangguan ejakulasi pada pria, sedang pada wanita dapat mengalami rasa nyeri pada saat senggama dan sulit untuk mencapai orgasme. Sedangkan, tidak adanya keinginan untuk melakukan hubungan seksual dapat terjadi baik pada pria maupun wanita.

Walaupun obat hipertensi ada yang mempunyai efek samping menyebabkan gangguan seksual, tapi tekanan darah yang tinggi itu sendiri juga dapat menimbulkan masalah seksual. Hal ini disebabkan karena tekanan darah yang tinggi dapat mengubah pola sirkulasi dalam tubuh dan merusak lapisan dalam pembuluh darah arteri. Kedua masalah yang ditimbulkan itu akan menyebabkan aliran darah di penis (pada pria) dan vagina (pada wanita) akan menurun.

Bila masalah gangguan seksual ini disebabkan karena efek samping obat, maka dapat dikonsultasikan pada dokter dan dokter akan mengganti obat hipertensi tersebut dengan obat hipertensi jenis lainnya. Tapi yang terpenting adalah untuk menjaga tekanan darah agar tetap terkontrol sehingga risiko yang dapat terjadi seperti penyakit jantung, stroke dan juga gangguan seksual dapat dicegah.

Kecemasan Yang Terjadi Akibat Obat

Penyakit kecemasan selain dikarenakan oleh rasa cemas dan khawatir terhadap sejumlah peristiwa dan akitivitas, dapat juga terjadi sebagai dampak dari obat yang dikonsumsi, dan juga masalah medis yang diderita.

Kecemasan akan berkurang jika penyakit penyebabnya diobati, atau jika pemakaian obat dihentikan. Sisa-sisa kecemasan bisa diobati dengan obat anti cemas yang sesuai, terapi perilaku atau psikoterapi. Obat-obatan yang dapat menyebabkan kecemasan, adalah alkohol, stimulan (perangsang), kafein, kokain dan obat-obat yang diresepkan lainnya. Sedangkan beberapa penyakit yang dapat menyebabkan kecemasan, adalah :

1. Kelainan neurologis
Jika seseorang menderita cedera kepala, infeksi otak, dan penyakit telinga bagian dalam.
2. Kelainan jantung & pembuluh darah
Jika seseorang menderita gagal jantung dan aritmia.
3. Kelainan endokrin
Jika seseorang menderita kelenjar adrenal atau kelenjar tiroid yang hiperaktif.
4. Kelainan pernafasan
Jika seseorang menderita asma dan penyakit paru obstruktif menahun.

Kenali Jenis Sakit Kepala Anda

Ada banyak sekali jenis sakit kepala. Mulai dari yang tidak perlu dikhawatirkan sampai pada sakit kepala yang merupakan gejala penyakit serius. Oleh karena itu kenali jenis sakit kepala Anda, agar dapat mengantisipasinya.

Sakit kepala sendiri terbagi 2, yaitu sekunder (sakit yang timbul akibat dari kondisi medis yang lain) dan primer (sakit kepala yang timbul bukan karena akibat dari kondisi medis lain). Sakit kepala primer termasuk:

1. Sakit kepala harian kronis
Sakit kepala ini terjadi akibat kontraksi otot. Jenis ini merupakan yang paling umum terjadi dan hampir menjadi penyebab utama sakit kepala. Sakit kepala jenis ini dapat menyebabkan rasa sakit ringan hingga sedang, sering datang dan pergi. Sakit kepala ini melibatkan menegangnya otot wajah, leher, dan kulit kepala.
2. Migran
Rasa sakit berasal dari syaraf otak dan berkaitan dengan perubahan pada otak. Rasa sakit yang diderita bisa sedang hingga parah, sering digambarkan sebagai rasa sakit seperti dihantam dan berdenyut-denyut. Migren dapat bertahan dalam waktu yang cukup lama, dan biasanya terjadi dalam 1 hingga 4 kali per bulan. Migren sering dihubungkan dengan masalah sensivitas pada cahaya, suara bising, aroma, mual atau muntah, sakit pada perut, dan kehilangan selera makan.
3. Sakit kepala gabungan
Merupakan kombinasi antara migran dan sakit kepala akibat kontraksi otot.
4. Sakit kepala Cluster
Merupakan jenis yang tidak umum, namun paling parah dalam kelompok ini. Rasa sakit yang diderita intens dan sering digambarkan terasa panas atau ditusuk benda tajam berulang-ulang dan konstan. Rasa sakit yang berlebih membuat penderitanya tidak dapat duduk diam saat sakit menyerang. Rasa sakit yang timbul biasanya berada di belakang salah satu mata atau di sekitar mata, dan dalam 1 hari dapat menyerang 2 / 3 kali. Sakit kepala jenis ini dapat bertahan 2 minggu sampai 3 bulan, namun dapat hilang begitu saja dan muncul kembali.

Sakit kepala sekunder termasuk di antaranya:

1. Sakit kepala akibat Sinus
Rasa sakitnya konstan dan biasanya terjadi pada tulang pipi, kening, atau tulang hidung bagian atas. Rasa sakitnya dapat bertambah parah jika kepala digerakan secara tiba-tiba. Dapat juga terjadi dengan gejala sinus lainnya, seperti hidung berair, telinga terasa penuh, demam dan bengkak pada wajah.
2. Sakit kepala akibat hormon
Sakit kepala ini dihubungkan pda perubahan level hormon yang terjadi saat menstruasi, kehamilan, dan menopouse. Perubahan hormon ini disebabkan oleh zat kimia, seperti pil KB.
3. Sakit kepala progresif kronis

Sakit kepala ini disebut juga sakit kepala radang, dan merupakan jenis kepala yang tidak umum. Dapat terjadi akibat penyakit atau kelainan pada otak atau tengkorak.
Sakit kepala memiliki kecenderungan untuk diturunkan dalam keluarga. Sakit kepala dapat disebabkan karena faktor lingkungan dalam rumah, alergi makanan atau jenis aroma tertentu, stres, polusi, suara bising, penerangan, dan perubahan cuaca.

Kerja Larut Malam Sebabkan Risiko Kanker

Anda suka kerja larut malam atau selalu melakukan kerja shift malam? Saatnya Anda mempertimbangkan pengaruhnya bagi kesehatan Anda. Sebuah penelitian terbaru dari WHO menyatakan bahwa jam kerja larut malam dapat memperbesar peluang terserangnya kanker.
Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa rata-rata penderita kanker prostat dan kanker payudara adalah mereka yang berkerja hingga larut malam. Selain itu, mereka yang bekerja shift pada malam hari juga mempunyai peluang lebih tinggi terserang kanker. Namun, lembaga masyarakat kanker Amerika masih meneliti kebenaran dari hasil temuan ini.

Lembaga masyarakat kanker Amerika memang masih meragukan bahwa kerja hingga larut malam berpengaruh terhadap seseorang untuk terserang kanker. Lembaga ini lebih setuju bahwa kerja shift dapat menyebabkan seseorang berpeluang lebih untuk merangsang faktor-faktor penyebab kanker.

Meskipun belum ada bukti yang kuat, namun kerja hingga larut malam sangat berbahaya. Tidak hanya merusak ritme jantung, tapi juga fungsi biologis tubuh. Hormon melatonin yang menjadi pendorong bagi perkembangan tumor umumnya diproduksi pada malam hari.

Jika temuan baru tentang sistem kerja shift yang memperbesar peluang terkena kanker, tentu akan sangat berpengaruh nyata bagi masyarakat dunia. Hampir 20% masyarakat dunia saat ini bekerja pada shift malam.

Pada beberapa studi beberapa tahun ini, ditemukan bahwa wanita yang bekerja pada malam hari cenderung lebih mudah terserang kanker payudara. Hal itu juga didukung oleh kenyataan bahwa binatang malam lebih mudah terserang tumor dan lebih awal mati. Sedangkan pada kaum pria, bekerja pada malam hari diketahui juga bisa mempertinggi peluang terserang kanker prostat.

Shift malam tentu akan membuat orang berusaha terjaga pada saat bekerja. Hal itulah yang membuat orang tidak cukup tidur, sehingga sistem kekebalan tubuh mudah diserang dan kehilangan kekuatan untuk menangkal sel-sel kanker yang mengancam.

Pekerjaan pada malam hari sering membuat pola hidup seseorang terganggu. Selain itu, serangan insomnia secara teori juga dapat meningkatkan risiko terserang kanker. Tak hanya itu, sistem penerangan saat bekerja di malam hari diyakini menjadi salah satu penyebab kanker karena cahaya lampu ternyata mengeluarkan melatonin yang dapat merangsang pertumbuhan sel kanker. Selama ini diketahui sinar lampu dan sisa hasil pembakaran menjadi faktor yang mempermudah seseorang terserang kanker.