Friday, 30 April 2010

Pertahankan Kolesterol Baik

Sebagai lemak, kolesterol ini tidak larut dalam cairan darah. Kolesterol ini kemudian beredar ke seluruh tubuh setelah berikatan dengan protein membentuk lipoprotein.
Lipoprotein ini kemudian dikenal sebagai kolesterol jahat (Low Density Lipoprotein/LDL) karena meningkatkan risiko penyakit jantung. Namun seiring dengan perjalanannya menuju sel tubuh, kolesterol ikut berperan dalam membangun dinding sel, sehingga muatan kolesterol berkurang.

Dengan berkurangnya muatan kolesterol ini, maka yang tersisa adalah kolesterol baik (High Density Lipoprotein/HDL). Kolesterol baik inilah yang harus dipertahankan jumlahnya, yakni tidak boleh kurang dari 40 mg/dl, sedangkan kolesterol jahat tidak boleh lebih dari 130 mg/dl. Jika dibandingkan dengan kadar kolesterol, jumlah HDL harus lebih dari 25% kadar kolesterol total. Sementara kadar trigliserida sebaiknya tidak melebihi 250 mg/dl. Pun demikian kadar trigliserida yang tinggi tidak selalu meningkatkan risiko terjadinya aterosklerosis maupun arteri koroner.

Bagaimana cara mengendalikan kolesterol baik? Gaya hidup merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan menekan berbagai risiko penyakit yang berhubungan dengan tingginya kadar kolesterol. Karena itu tiada cara yang lebih baik, kecuali mengubah gaya hidup tidak sehat menjadi sehat.

Sumber: Buletin info Sehat edisi XV

Perubahan Pola Hidup Atasi Impotensi

Pria gemuk yang mempunyai masalah disfungsi ereksi (impotensi), dapat mengatasi gangguannya tersebut dengan berolahraga dan menurunkan berat badan. Disfungsi ereksi akan membaik pada satu dari tiga orang pria yang melakukan perubahan pola hidup ini.

Penelitian selama 2 tahun ini, dilakukan terhadap 110 pria yang berusia antara 35 - 55 tahun, mempunyai Indeks Masa Tubuh lebih atau sama dengan 30, dan semuanya mempunyai masalah disfungsi ereksi. Seluruh pria ini tidak mempunyai penyakit diabetes, darah tinggi atau kolesterol tinggi, yang mana dapat menimbulkan disfungsi ereksi.

Separuh dari pria ini diberikan latihan olahraga dan usaha-usaha untuk menurunkan berat badannya. Separuh lagi hanya diberikan informasi umum tentang olahraga dan makanan sehat. Dua tahun kemudian, pada akhir penelitian terlihat bahwa pria yang melakukan olahraga dan penurunan berat badan, 17 0rang (hampir sepertiganya) mengalami perbaikan disfungsi ereksinya. Sedang yang tidak melakukan olahraga dan penurunan berat badan, hanya 3 orang yang mengalami perbaikan.

Penurunan berat badan dan olahraga bukan saja bermanfaat memperbaiki disfungsi ereksi, tapi juga bermanfaat bagi kesehatan secara menyeluruh. Perubahan pola hidup sehat ini dapat dilakukan oleh pria yang mengalami disfungsi ereksi terlebih dahulu sebelum mereka menggunakan obat untuk mengatasi masalahnya.

Sumber: the Journal of the American Medical Association

Olahraga Turunkan Risiko Penyakit Mematikan

Manfaat olahraga memang tidak perlu ditanyakan lagi. Selain membuat kondisi tubuh fit, olahraga juga dapat menjauhkan kita dari beberapa penyakit mematikan, seperti penyakit jantung, kencing manis (diabetes) dan sindroma metabolik, terutama pada mereka yang berusia paruh baya dan usia lanjut.

Sindroma metabolik sendiri saat ini mulai banyak dibicarakan. Seseorang dikatakan menderita sindroma metabolik jika ditemukan sedikitnya tiga dari enam tanda risiko mayor dari penyakit jantung. Tanda-tanda itu antara lain: meningkatnya kadar kolesterol darah, kegemukan, gula darah yang tinggi, tekanan darah tinggi, kecenderungan terjadinya pemberkuan darah dan kadar CRP (C-reactive protein) yang tinggi. CRP merupakan suatu protein yang menjadi penanda adanya proses peradangan.

Dari penelitian terlihat bahwa program olahraga seperti aerobik dan angkat beban yang dilakukan selama enam bulan, ternyata dapat menurunkan sindroma metabolik sebesar 41% pada 104 orang yang berusia 55-75 tahun.

Saat penelitian dimulai, 43% partisipan mengalami sindroma metabolik, walau tidak ada satupun yang mengalami penyakit jantung. Sebagian dari partisipan hanya diberikan buku panduan olahraga sederhana sedang kelompok yang lainnya, diberikan program aerobik dan angkat beban, yang dilakukan dalam pengawasan, selama tiga kali dalam seminggu selama 60 menit.

Setelah enam bulan, tidak ditemukan kasus baru sindroma metabolik pada kelompok olahraga, dan 9 orang partisipan tidak lagi mengalami sindroma metabolik. Sedang pada kelompok yang tidak berolahraga, walaupun sebanyak 8 orang tidak lagi mengalami sindroma metabolik, tapi ditemukan 4 kasus baru partisipan yang mengalami sindroma metabolik.
Olahraga yang dapat dilakukan antara lain berjalan santai, bersepeda, aerobik dan angkat beban yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing orang. Olahraga ini merupakan olahraga ketahanan yang baik dilakukan untuk setiap orang. Aerobik yang dilakukan bersama dengan angkat beban, sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan dalam pengawasan seorang pelatih, untuk menghindari terjadinya cedera otot terutama pada orang tua dan mereka yang jarang berolahraga sebelumnya.

Sumber: The American Journal of Preventive Medicine

Pentingnya Punya Wajah Cantik

Pengkajian menggunakan pencitraan gambar otak yang dilakukan oleh para peneliti dari Harvard University, mengungkapkan bahwa meskipun pria muda heteroseksual mampu mengenali "kecantikan" pada wajah pria, hanya wajah wanita cantik saja yang dapat memicu perhatian pada otak mereka. Hal tersebut dilaporkan oleh jurnal kesehatan Neuron, saat kepada pria dalam penelitian itu diperlihatkan berbagai gambar wajah wanita. Hasilnya hanya wanita yang mereka anggap cantik saja yang memicu aktivitas pada bagian otak yang sebelumnya diasosiasikan dengan makanan, obat-obatan, dan uang.

Dalam uji coba tersebut, peneliti meminta sekelompok pria untuk memberi peringkat seberapa menarik wajah yang mereka lihat. Tanpa sepengetahuan responden, para peneliti sebenarnya sudah mengelompokkan wajah-wajah itu menjadi menarik dan biasa-biasa saja. Peringkat yang diberikan oleh responden tidak menyimpang dari kategori itu. Selanjutnya, para responden diberi keleluasaan untuk menatap wajah-wajah tersebut. Hasilnya, wajah yang tergolong cantik ternyata ditatap lebih lama dibandingkan wajah yang biasa-biasa saja.

Akhirnya, reaksi otak pria itu diuji dengan menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Hasilnya, hanya wajah wanita yang menarik saja yang terlihat memicu reaksi elektrik pada otak. Keadaan tersebut membuktikan bahwa wajah wanita cantik dianggap seperti coklat, uang, atau kokain yang sangat menarik di otak kaum pria.

Sumber: Jurnal Neuron

Obesitas Pada Pria

Penelitian menunjukkan bahwa presentase pria yang mengalami obesitas kini semakin meningkat. Hal ini ternyata lebih banyak dialami oleh kelompok pria yang hanya duduk bekerja dibelakang meja dibandingkan kelompok pria yang bekerja aktif di lapangan.

Berat badan berlebih pada pria ternyata memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan karena dapat menyebabkan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, arthritis, diabetes, kanker, stress dan depresi.

Terjadinya obesitas pada pria sama halnya seperti hukum persamaan keseimbangan. Jika kalori yang dikonsumsi lebih banyak dibandingkan yang digunakan untuk akitivitas setiap hari, maka kalori atau energi yang tersisa tersebut akan disimpan sebagai lemak dan akhirnya dapat meningkatkan berat badan pria.

Obesitas pada pria dapat disebabkan oleh tiga faktor, yaitu faktor gen, makanan, dan aktivitas fisik. Ada kelompok pria yang mudah sekali mengalami kegemukkan, namun ada pula kelompok pria dengan berat badan yang stabil selama bertahun-tahun. Hal ini ternyata disebabkan oleh faktor genetik. Beberapa penelitian membuktikan adanya gen-gen yang telah diidentifikasi dapat menurunkan atau meningkatkan nafsu makan. Sebagai contoh, ada kelompok pria yang mudah merasa lapar, mereka akan makan begitu banyak sebelum akhirnya mereka merasa kenyang. Hal ini tentu memberikan kesempatan pada pria tersebut untuk makan secara berlebihan, dan akhirnya berat badan akan meningkat.

Faktor makanan juga berpengaruh terhadap berat badan pria. Pria yang cenderung memilih makanan yang tinggi akan kandungan lemak dan kalori, meskipun dalam jumlah sedikit, ternyata memiliki berat badan yang lebih tinggi dibandingkan pria yang mengkonsumsi makanan rendah kalori, seperti roti, kentang, dan sayuran. Mengkonsumsi terlalu banyak lemak juga dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung.

Beberapa pria menyatakan bahwa ketergantungan mereka terhadap makanan terjadi ketika mereka dalam keadaan lelah, bosan, dan sedang emosi. Konsumsi makanan yang berlebih, meskipun tidak sedang dalam kondisi lapar, ternyata dapat menyebabkan masalah pada berat badan. Oleh sebab itu, ketika kondisi kita sedang tidak baik (bad mood), cobalah untuk mencari alternatif supaya kondisi kembali seperti sediakala, bukan melampiaskannya dengan konsumsi makanan yang tidak terkontrol.

Aktivitas fisik juga mempengaruhi berat badan pria. Sebagai contoh, pria yang lebih aktif bekerja di lapangan ternyata mengalami peningkatan berat badan yang lebih sedikit dibandingkan pria yang hanya duduk atau bekerja di depan komputer, TV, atau mobil. Olahraga yang teratur juga dapat membantu pria untuk mengkontrol berat badan, serta mengurangi resiko terjadinya penyakit jantung dan diabetes.

Ada beberapa solusi bagi pria yang mengalami kelebihan berat badan, antara lain yaitu sarapan pagi yang teratur, konsumsi makanan yang banyak mengandung pati (seperti nasi, roti, dan kentang) serta mengurangi kadar gula dan lemak, kurangi minuman beralkohol, lebih banyak mengkonsumsi buah dibandingkan cemilan seperti coklat dan keripik, serta olah raga 20-30 menit setiap hari secara teratur.

Pernikahan = Antidepresi Alami

Pernikahan ternyata bukan hanya sebuah langkah awal dalam menjalani hidup baru bersama pasangan kita, namun juga bisa menjadi antidepresi alami yang terbukti mampu mengubah kesehatan mental seseorang.

Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa pernikahan dalam jangka panjang dan hubungan sosial yang berkualitas diketahui bisa mencegah risiko penyakit jantung. Jika dalam studi tersebut menggunakan pasangan usia lanjut, maka dalam studi yang terbaru kini lebih difokuskan pada semua usia, ras, pendidikan, dan juga tingkat materi.

Para peneliti dari Ohio State University, Amerika meneliti catatan medis pada lebih dari 3.000 individu dari National Survey of Families and Households, yang di ambil dari dua kali sesi wawancara dengan warga Amerika, yakni saat mereka masih single (tahun 1987-1988) dan saat mereka menikah (tahun 1992-1994).

Berdasarkan hasil wawancara dan tes medis bisa ditarik kesimpulan yaitu pada saat mereka masih single diakui bahwa mereka lebih sering mengeluh, moody dan cepat tertekan, namun setelah mereka menikah lebih dari separuh responden menyatakan banyak menemukan kebahagiaan dan kestabilan emosi.

Mereka yang depresi sebenarnya lebih membutuhkan keintiman fisik, kedekatan secara emosi, dan dukungan sosial yang banyak dijumpai dalam sebuah perkawinan. Pernikahan memang banyak memberikan keuntungan bagi mereka yang depresi karena akan membuat mereka lebih diperhatikan dan membantu meningkatkan kepercayaan diri.

Para Pria, Jangan Basuh Keringat

Keringat tak selamanya memalukan. Siapa sangka, si bau selama ini tak diinginkan justru bisa jadi senjata untuk memikat lawan jenis. Ya, bau keringat pria terbukti merupakan pembangkit gairah yang tak kalah ampuh dari coklat atau afrodisiak lainnya.

Kehabisan untuk memikat lawan jenis? Bagi para pria, tak usah jauh-jauh mencari ’love potion’ ampuh untuk membuat wanita bertekuk lutut. Andalkan senjata yang melekat ditubuh Pria. Jangan salah sangka dahulu karena kita tidak sedang berbicara mengenai ’ senjata’ yang satu itu. Bau keringatlah yang dimaksud disini.

Para peneliti di University of Calivornia, Berkely, AS memastikan, menghirup bau keringat pria bisa membuat gairah seksual wanita meningkat. Diiringi peningkatan produksi hormon tertentu serta percepatan detak jantung.

Pada studi ini, 48 orang wanita usia rata-rata 21 tahun diminta menghirup 1 tabung berisi zat androstadienone, salah satu komponen dalam keringat, air ludah maupun sperma pria. Mereka diminta menghirupnya sebanyak 20 kali. Hasilnya, dalam waktu 15 menit saja terjadi lonjakan hormon kortisol di dalam tubh wanita. Hormon kortisol di dalam tubuh wanita. Hormon kortisol adalah hormon yang berperan dalam membuat perasaan sigap dan senang. Hormon ini juga berperan dalam membatu manusia merespons stres. Lonjakan yang terjadi bahkan bertahan hingga satu jam.

Para wanita juga dilaporkan mengalami peningkatan rangsangan seksual, perbaikan suasana hati juga peningkatan tekanan darah, denyut jantung pernapasan. Bagaimana bau zat ini? Sulit dilukiskan. Tapi yang jelas bernuansa musky atau tajam dan ’jantan’.

Mereka yang ambil bagian dalam studi ini adalah wanita heteroseksual. Ini memang disenggaja, karena para ahli khawatir wanita penyuka sesama jenis akan merespons keringat pria secara berbeda.

Studi yang dipublikasikan di Journal of Neuroscience edisi Maret 2007 ini untuk pertama kalinya memberi bukti nyata bahwa tubuh manusia mengeluarkan bau yang dapat mempengaruhi hormon lawan jenis.

Ada manfaat lain dari temuan ini selain dalam urusan rangsang-merangsang. Menghirup kortisol bisa jadi alternatif bagi pasien yang menderita penyakit akibat kekurangan hormon kortisol, seperti pasien Addison’s disease ( penyakit berciri lemah tubuh, tekanan darah rendah dan perubahan kulit menjadi kecokelatan). Selama ini, kortisol diberikan dalam bentuk pil yang memiliki efek samping seperti osteoporosis, pertambahan berat badan dan gangguan mood.