Thursday, 30 January 2014
Tunda Kerusakan Ginjal Anda
Penderita gagal ginjal umumnya akan mendapatkan dua pilihan yang sulit, hemodialisis (cuci darah) dan tranplantasi ginjal. Untuk mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut dan memelihara ginjal selama mungkin biasanya penderita memilih hemodialisis karena tranplantasi memerlukan biaya yang mahal dan tidak mudah untuk mendapatkan donor ginjal.
Ginjal berfungsi untuk membuang zat-zat sisa metabolisme protein, seperti ureum, asam urat, kreatinin, dan sulfat. Di dalam ginjal terdapat jutaan nefron (berfungsi sebagai filter) untuk menyaring darah, mengeluarkan zat beracun, menyerap kembali zat yang berguna bagi tubuh, pengatur jumlah air dan elektrolit tubuh, serta pembentukkan hormon.
Ketika ginjal terganggu, racun bertumpuk dalam tubuh sehingga terjadi keracunan sendiri (autointoxifikasi uremia/ keracunan zat asam). Faktor penyebab terjadinya gagal ginjal yaitu radang ginjal kronik, infeksi saluran kemih, ginjal polikistik (turunan), dan lainnya. Hipertensi sendiri dapat menjadi sebab ataupun akibat dari gangguan ginjal.
Mereka yang mengalami gangguan ginjal disarankan untuk membatasi asupan protein. Sisa metabolisme protein akan memperberat kerja ginjal dan menimbulkan penyaringan yang berlebihan sehingga dapat memperburuk kondisi ginjal. Walau bagaimanapun, tubuh tetap memerlukan protein untuk pembentukkan sel darah merah dan sel antibody untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Penderita gangguan ginjal disarankan untuk melakukan diet rendah protein dengan asam keto. Diet ini dapat mengurangi beban kerja ginjal, ketika membuang zat racun dari metabolit protein. Asam keto berisi ketoanalog dari asam amino. Ketoanalog sendiri merupakan asam amino yang bebas nitrogen. Asam amino merupakan bahan baku protein. Asam amino dibakar dalam tubuh dan menghasilkan nitrogen dalam bentuk urea, yang harus dikeluarkan oleh ginjal. Hal tersebut tetap akan membebani ginjal. Asam keto dapat mengikat nitrogen yang dibentuk dari pemecahan asam amino sehingga terjadi proses daur ulang nitrogen dalam tubuh. Hal itu berarti mengurangi produksi urea sehingga dapat mengurangi kerja ginjal.
Pemberian asam keto juga dapat memenuhi kebutuhan gizi yang diperlukan oleh tubuh. Asam keto dapat diberikan kepada penderita gagal ginjal yang belum siap atau belum sreg melakukan dialisis. Pada orang yang tidak mau menjalani cuci darah, asam keto diberikan sebagai suplemen agar tidak terjadi penambahan ureum. Penelitian menunjukkan bahwa dengan diet rendah protein dan asam keto, penderita gagal ginjal dapat bertahan tidak cuci darah selama 353 hari.
Kanker, Sebenarnya Dapat Dicegah!
Salah satu penyebab kematian utama
adalah kanker. Jenis kanker yang sering diderita adalah kanker paru, kanker
payudara, kanker serviks (mulut rahim), kanker usus, kanker prostat, kanker
kulit dan lain-lain.
Di Amerika Serikat sendiri untuk pertama
kalinya pembunuh nomor 1 untuk usia dibawah 85 tahun, ditempati oleh kanker,
yang sebelumnya selalu diduduki oleh penyakit jantung. Sebenarnya banyak kanker
yang dapat dicegah dan pencegahannya sebenarnya sudah banyak diketahui orang.
Menurut the American Cancer Society,
pencegahannya yaitu dengan:
- Tidak merokok, dan jangan pula menjadi perokok pasif.
- Usahakan mempunyai berat badan seimbang.
- Banyak berolahraga.
- Mengkonsumsi sedikitnya lima porsi sayur dan buah setiap harinya.
- Jauhkan dari paparan langsung sinar matahari.
- Melakukan test skrining yang direkomendasikan
Sebagian besar risiko untuk
menderita kanker diperoleh dari perilaku hidup sejak kecil seperti:
- Sejak kecil, banyak anak yang sudah mulai merokok. Di Amerika Serikat diperkirakan satu dari lima anak telah merokok.
- Kecenderungan anak saat ini untuk mempunyai berat badan berlebih hingga kegemukan. Dari tahun 1980-2002, kegemukan pada anak usia 6-11 tahun meningkat hingga lebih dari dua kali lipatnya, yaitu dari 7% menjadi 16%. Dan tiga kali lipat pada anak usia 12-19 tahun, yaitu dari 5% menjadi 16%.
- 38% anak-anak menghabiskan waktunya selama 3 jam lebih untuk menonton televisi setiap harinya.
- Anak-anak semakin sedikit yang berjalan kaki, 60% lebih sedikit dibanding tahun 1977.
- Hanya sekitar 28% anak yang melakukan olahraga di sekolah setiap harinya.
Sedang perilaku saat dewasa yang
berisiko menyebabkan kanker antara lain:
- Dua pertiga orang dewasa di Amerika Serikat mengalami berat badan berlebih, 30% masuk dalam kategori kegemukan.
- Kurang dari separuh penduduk yang cukup berolahraga.
- Lebih dari 1 diantara 4 pria dan lebih dari 1 dari 5 wanita yang merokok.
- Hanya 1 dari 4 orang penduduk yang mengkonsumsi 5 atau lebih porsi sayur dan buah setiap harinya.
- Hanya 55% wanita Amerika Serikat yang berusia diatas 40 tahun, yang melakukan pemeriksaan mamografi untuk mendeteksi adanya kanker payudara, 82% wanita yang berusia lebih dari 18 tahun yang melakukan pap smear untuk deteksi kanker serviks dan hanya 39% orang yang berusia lebih dari 50 tahun yang melakukan skrinning kanker usus.
Walaupun hasil survey di atas
dilakukan di Amerika Serikat, tapi hasil ini tidak jauh berbeda dengan keadaan
di Indonesia. Dengan kenyataan seperti ini, diharapkan dapat mendorong kita
mempunyai perilaku hidup yang sehat.
Apakah Kencing Manis Itu Penyakit Keturunan?
Diabetes atau kencing manis adalah
kondisi dimana kadar gula dalam darah seseorang melebihi normal (batas normal
antara 80-100mg/dl). Hal tersebut bisa dipastikan dengan pemeriksaan darah di
laboratorium. Akibat gula darah yang tinggi, maka urine akan mengandung gula.
Tanda-tanda kencing manis antara
lain, yaitu:
- Kerap merasakan dahaga atau haus walaupun tidak melakukan pekerjaan berat
- Kerap kencing
- Berat badan turun walaupun selera makan banyak
- Mudah merasa capek
- Badan terlihat lesu atau loyo
- Gatal-gatal di sekitar bagian kemaluan
Penyebab kencing manis adalah adanya
gangguan produksi insulin di pankreas. Insulin adalah zat yang mengolah gula di
dalam darah. Penyebab gangguan insulin pada sebagian besar penderita kencing
manis adalah karena adanya faktor keturunan dan sebagian lain karena adanya
infeksi di pankreas akibat pola makan yang tidak baik.
Berikut ini ada beberapa cara untuk
mengontrol kadar gula darah, yaitu:
- Mengurangi makanan yang manis dan mengandung karbohidrat (seperti mie dan nasi)
- Olahraga teratur, seperti berjalan kaki minimal setengah jam setiap hari untuk mengurangi kalori dan memperbaiki peredaran darah
- Minum obat kencing manis secara teratur sesuai dengan petunjuk dokter. Dan bila menggunakan obat ternyata gula darah masih tinggi, maka dianjurkan untuk menggunakan suntikan insulin.
Bila semua itu sudah dilakukan, maka
semua keluhan akan hilang dan tidak akan terjadi luka yang membusuk. Kebersihan
dan kesehatan tubuh juga harus dijaga dan hindarilah luka, goresan, dan
benturan.
Yang disarankan bagi penderita
kencing manis ialah menjalankan pola hidup sehat dan selalu kontrol gula darah
secara berkala. Bagi mereka yang berbakat kencing manis karena faktor
keturunan, disarankan untuk tidak menikah dengan yang memiliki bakat kencing
manis juga. Hal itu untuk mengurangi risiko terjadinya penurunan atau pewarisan
penyakit kencing manis.
Diabetes & Gangguan Seksual
Gangguan diabetes diketahui dapat mempengaruhi kehidupan seks. Oleh sebab itu, para diabetesi perlu mempertimbangkan efek aktivitas seksualnya, terutama terhadap kemungkinan turunnya kadar gula darah setelah mereka berhubungan seks.
Tindakan yang biasanya disarankan untuk dipertimbangkan oleh para penderita diabetes sebelum melakukan hubungan seks adalah memeriksakan kadar gula darahnya. Pola makan yang tepat sebelum atau sesudah berhubungan intim juga cukup bermanfaat, sama halnya kebiasaan itu disarankan juga setelah mereka berolahraga.
Pada wanita, pengendalian diabetes biasanya memperhitungkan siklus menstruasi mereka. Pilihan penggunaan alat kontrasepsi juga harus disesuaikan dengan diabetes yang dideritanya. Selain itu, kehamilan dan menopause juga akan menjadi pertimbangan tersendiri dalam pengendalian gula darah tersebut.
Kondisi yang perlu dipahami oleh para diabetesi adalah bila kadar gula darah dibiarkan tetap tinggi dalam jangka waktu yang lama, maka aliran darah dan saraf ke organ-organ seksual akan terganggu, yang akhirnya menyebabkan fungsi seksual juga mudah terganggu.
Wanita penderita diabetes biasanya akan bermasalah dalam pengendalian kandung kemih, yang dikenal sebagai gangguan neuroqenic bladder. Untuk mencegah gangguan tersebut, umumnya dokter akan menyarankan diabetesi wanita yang mengalami gangguan itu untuk mengosongkan kandung kemihnya sebelum dan sesudah berhubungan seksual. Pengosongan kandung kemih setelah berhubungan seks diketahui akan membantu mencegah terjadinya infeksi pada kandung kemih.
Selain itu, rusaknya saraf dan pembuluh darah juga akan membuat perlendiran vagina menjadi berkurang sehingga vagina tetap kering meskipun terjadi perangsangan seksual. Hal itu mengakibatkan kegiatan seksual menjadi tidak nyaman.
Sedangkan pada diabetesi pria, kekhawatiran utama akibat rusaknya saraf dan alirah darah ke organ seksual adalah impotensi. Seiring dengan pertambahan usia, impotensi memang merupakan ancaman nyata bagi pria normal maupun pria dengan diabetes.
Impotensi umumnya menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, sedangkan pria dengan diabetes memiliki risiko yang lebih besar. Sekitar 50-60% pria dengan diabetes berusia lebih dari 50 tahun terserang impotensi dengan tingkat yang berbeda-beda.
Impotensi disini artinya adalah ketidakmampuan untuk memperoleh dan mempertahankan ereksi. Perlu diketahui, pria diabetesi memiliki kemungkinan 10-15 tahun lebih awal untuk mengalami gangguan ereksi dibandingkan pria tanpa diabetes.
Impotensi bisa disebabkan oleh gangguan fisik maupun psikologis. Impotensi akibat gangguan psikologis biasanya terjadi tiba-tiba, sedangkan impotensi karena gangguan fisik terjadi secara perlahan-lahan. Pada pria dengan diabetes, umumnya gangguan itu disebabkan oleh memburuknya saraf atau pembuluh darah ke organ seksual.
Hati-hati! Rokok Tingkatkan Impotensi!
Jauhi rokok sekarang juga! Penelitian terbaru menunjukkan bahwa merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya impotensi. Pria yang merokok memiliki kecenderungan 40% terkena impotensi dibandingkan mereka yang bukan perokok. Penelitian tersebut telah dilakukan oleh para peneliti di Imperial College, London.
Diketahui bahwa semakin banyak rokok yang diisap atau dikonsumsi, maka akan semakin besar pula risiko terjadinya gangguan seksual pada pria. Namun demikian, pria yang menghisap kurang dari 20 rokok setiap harinya juga memiliki risiko 24% untuk terkena impotensi. Keadaan itu tidak hanya menyerang pria yang sudah tua, anak mudapun juga bisa mengalaminya.
Penelitian tersebut telah dimuat dalam Journal Tobacco Control, yang didasarkan pada survey terhadap 8.000 pria di Australia yang berusia 16-59 tahun. Hampir satu dari sepuluh sukarelawan tersebut dilaporkan telah mengalami masalah impotensi dibandingkan tahun sebelumnya. Sekitar 25% dari mereka adalah perokok dan lebih dari 6% menyatakan bahwa mereka mengonsumsi sebanyak 20 batang rokok tiap harinya. Pria yang merokok sebanyak satu bungkus atau lebih setiap harinya juga diketahui 39% mengalami gangguan seksual.
Rokok mungkin menjadi simbol dari kejantanan seorang pria hingga saat ini dan kebiasaan tersebut memang cukup sulit untuk dihentikan. Namun, pada kenyataanya rokok adalah penyebab utama terjadinya impotensi dan juga indikator terjadinya penyakit jantung koroner.
Banyak penelitian juga menunjukkan bahwa merokok sangat mempengaruhi usia hidup seseorang. Merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung dan stroke, gangguan pernafasan, kanker paru-paru, dan juga jenis kanker lainnya. Oleh sebab itu, jika seorang pria ingin terhindar dari gangguan impotensi, maka tidak ada salahnya mereka menghentikan kebiasaan merokok sekarang juga.
Sumber: Journal Tobacco Control
Kolostrum dan Pencernaan Bayi
Kolostrum, "susu" pertama yang dikeluarkan oleh ibu, merupakan cairan yang sangat bermanfaat. Ia mengandung berbagai unsur yang berguna bagi bayi, seperti antibodi untuk daya tahan bayi. Selain itu, kolostrum juga memiliki pengaruh pada fungsi pencernaan dalam hal ini fungsi sebagai laksatif. Karena itu, semakin dini kolostrum diberikan, semakin cepat kolostrum masuk ke saluran pencernaan dan semakin cepat pula ia membantu keluarnya mekonium dari saluran pencernaan bayi.
Setelah fase kolostrum selesai, ASI mulai masuk ke dalam saluran pencernaan bayi dan hal ini membuat tekstur feses berubah menjadi lebih kecoklatan dan tidak begitu lengket. Dengan semakin banyaknya ASI yang dihasilkan oleh ibu dan diminum oleh bayi, feses bayi pun akan berubah lagi menjadi kuning.
Mengompol
Salah satu masalah pada anak yang sering dihadapi oleh para orangtua adalah mengompol. Berbagai usaha telah dicoba untuk mengatasinya, mulai dari menaruh capung di pusar hingga berobat ke dokter. Tapi hasilnya sering tidak memuaskan. Mungkin ada baiknya bila kita mencoba mendalami masalah yang satu ini terlebih dahulu.
Si kecil dapat mengompol setiap malam, tapi dapat juga terjadi hanya pada keadaan tertentu saja misalnya anak yang terlalu capai atau anak yang sedang kurang sehat. Mengompol ini disebabkan karena kontrol terhadap kandung kemih dan produksi air seni pada malam hari, masih kurang berkembang dengan baik. Dengan bertambahnya usia, kontrol dari sistim saraf ini sedikit demi sedikit akan bertambah baik.
Anak berusia kurang dari 3 tahun sebagian besar akan mengompol pada tidur malamnya. Setelah anak berusia 8 tahun, kadang masih ada yang mengompol. Banyak faktor yang menyebabkannya. Faktor keturunan juga ikut memegang peranan, termasuk juga stres, kecemasan, infeksi saluran kemih, diabetes (walaupun jarang) dan gagal ginjal. Bila mengompol terjadi juga pada waktu tidur siang, kemungkinan besar ada penyakit yang menyebabkannya.
Mengompol lebih sering terjadi pada anak laki-laki. Anak mengompol biasanya jarang dibawa ke dokter bila masih berusia di bawah 6 tahun. Walapun demikian, si kecil mulai dapat dilakukan bimbingan di rumah dan memberikan pengertian bahwa mengompol biasa terjadi pada anak-anak, terjadi pada saat tidak sadar (sedang tidur) dan mengompol bukanlah suatu kenakalan. Jangan menyalahkan, apalagi menghukumnya. Cobalah membangunkan anak untuk pergi ke kamar mandi pada saat tidurnya, dapat juga dengan menggunakan alarm.
Biasanya anak akan dapat berhenti mengompol sebelum usia 7 tahun. Tapi bila tetap mengompol setelah usia 7 - 8 tahun, atau anak mulai mengompol lagi setelah 6 bulan berhenti mengompol, sebaiknya bawalah si kecil untuk berkonsultasi dengan dokter.
Dapatkah Bayi Mendengar di dalam Kandungan?
Bayi sebenarnya sudah dapat mendengar selama di dalam kandungan. Mungkin rasanya sama seperti jika kita tinggal di dekat bandar udara yang sibuk dan berisik karena bayi yang sedang berkembang di dalam kandungan akan mendengar bunyi saluran pencernaan dan denyut jantung ibunya yang sangat bising. Janin juga dapat mendengar suara ibunya, namun tidak dapat mendengar suara dengan intonasi yang tinggi.
Penelitian menunjukkan bahwa sampai trimester ketiga, janin dapat memberikan respons terhadap suara yang didengarnya. Denyut jantung bayi diduga akan meningkat dalam respons terhadap intonasi suara yang didengar melalui abdomen ibunya.
Bayi yang baru lahir diketahui lebih menyukai suara ibunya sendiri dibandingkan dengan suara orang asing. Hal itu menunjukkan bahwa si bayi telah mengenali suara ibunya. Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa bayi memang lebih menyukai bahasa asli ibunya dan bayi akan merespons dengan kuat berdasarkan denyut jantung intrauterin.
Namun, terlalu banyak suara mungkin dapat membahayakan bagi bayi yang belum dilahirkan. Bayi yang terpajan dengan suara di dalam rahim sekitar 85-95 desibel (sama seperti suara bising yang terdapat pada konser musik rock) diduga akan tiga kali lebih berisiko untuk menderita kehilangan pendengaran.
Subscribe to:
Posts (Atom)
