Saturday, 29 September 2012
Kalsium saat Hamil Pengaruhi Tekanan Darah Anak
Kesehatan seseorang bisa dipengaruhi oleh nutrisi yang diperolehnya saat dalam kandungan. Sebuah penelitian yang dimuat dalam American Journal of Hypertension mendapatkan bahwa anak-anak dari wanita yang mendapat asupan kalsium sejak trimester kedua kehamilan akan mempunyai tekanan darah yang lebih rendah.
Pada penelitian ini, satu kelompok wanita hamil diberi 2.000 mg kalsium per hari mulai dari trimester kedua kehamilan sampai ia melahirkan sedangkan kelompok lain hanya mendapat plasebo.
Ternyata bayi-bayi yang lahir dari wanita yang mendapat suplementasi kalsium memiliki tekanan darah sistolik yang lebih rendah dibanding mereka yang ibunya tidak mendapat kalsium. Tekanan darah pada 260 bayi tersebut diukur saat mereka berusia 3 bulan.
Saat mencapai usia 2 tahun, pengukuran kembali dilakukan pada 57 anak dan didapatkan bahwa perbedaan tersebut bahkan semakin besar dan mencakup juga tekanan darah diastolik.
Mengapa hal itu bisa terjadi belum diketahui dengan pasti. Selain itu, apakah memang perlu diberikan kalsium dalam dosis yang sedemikian besar juga masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Yang jelas, asupan kalsium memang sangat dibutuhkan dalam kehamilan.
Cegah Bayi Lahir Prematur
Ibu yang berencana ingin mempunyai anak, sebaiknya mulai mengkonsumsi multivitamin. Karena berdasarkan penelitian terbaru dari para ahli di Universitas North Carolina, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa ibu-ibu yang mengkonsumsi multivitamin sebelum kehamilannya, berisiko lebih kecil untuk melahirkan bayi yang prematur.
Walaupun demikian, bila terus mengkonsumsi multivitamin hingga bulan pertama kehamilannya, tampaknya tidak membawa perbedaan dalam menurunkan risiko prematur pada bayinya.
Penelitian ini dilakukan dengan menanyakan pada 2.010 ibu-ibu yang mempunyai usia kehamilan 24 hingga 29 minggu, apakah mereka mengkonsumsi multivitamin sebelum dan atau selama kehamilannya ini. Kemudian mereka terus diikuti apakah ada diantara mereka yang melahirkan bayi secara prematur (kurang dari 37 minggu usia kehamilan).
Sekitar 30% wanita tersebut mengaku mengkonsumsi multivitamin sebelum dan saat kehamilan mereka, sedang sekitar 54% hanya mengkonsumsi multivitamin sekali sehari saat mereka tahu bahwa mereka sedang hamil.
Sedang sebanyak 93 orang wanita hanya mengkonsumsi multivitamin saat sebelum hamil. Dan karena mereka mengalami mual dan muntah, sehingga mereka tidak melanjutkan mengkonsumsi multivitamin tersebut, saat mereka hamil.
Dari 93 wanita yang hanya mengkonsumsi multivitamin saat hamil, hanya 5 orang yang melahirkan bayi secara prematur. Dimana ini merupakan nilai terendah dari kelahiran bayi prematur dibanding dengan wanita yang mengkonsumsi multivitamin saat dan selama hamil dan yang mengkonsumsi multivitamin hanya pada saat hamil.
Penelitian sebelumnya juga menekankan penggunaan multivitamin yang mengandung asam folat, yang dikonsumsi pada saat sebelum kehamilan. Karena terbukti mencegah cacat tabung saraf pada bayi, juga memperbaiki perkembangan plasenta (ari-ari), yang berfungsi dalam membantu perkembangan janin.
Sumber: American Journal of Epidemiology
ASI Eksklusif Merupakan Investasi
Pemberian ASI eksklusif pada bayi selama enam bulan merupakan suatu investasi. Namun belum banyak pihak yang memahami manfaat ASI eksklusif. Padahal, dengan pemberian ASI eksklusif akan dihasilkan generasi dengan intelegensi, emosi, dan spiritual yang lebih baik dibandingkan dengan bayi yang hanya diberikan susu formula.
ASI eksklusif artinya ibu memberikan ASI saja kepada si bayi, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, air gula, air madu, atau air biasa, juga tanpa tambahan makanan lainnya seperti pisang, biskuit, bubur susu, atau nasi tim.
Seorang anak yang diberi ASI eksklusif diduga tidak akan melakukan tindakan-tindakan yang bersifat negatif karena anak dengan ASI eksklusif akan menjadi sumber daya manusia yang baik dan berkualitas. Secara garis besar, ada tiga hal penting yang dapat diperoleh dengan pemberian ASI eksklusif, yaitu "asah, asih, dan asuh".
ASI eksklusif merupakan nutrisi yang memiliki kualitas dan kuantitas terbaik untuk masa pertumbuhan otak bayi pada usia 0 sampai 6 bulan. Asah yang terkait dengan stimulasi pendidikan mengartikan bahwa menyusui secara eksklusif merupakan stimulasi awal bagi pertumbuhan bayi.
Ketika seorang ibu sedang menyusui, si ibu biasanya membelai, mengusap kepala bayi, dan mengeluarkan kata-kata yang memenuhi kebutuhan awal untuk stimulasi otak dan pendidikan anak. Asih terkait dengan pertumbuhan seorang anak untuk menjadi manusia yang mencintai sesamanya serta perkembangan spiritual yang baik. Dengan menyusui secara dini, maka bayi pun secara dini akan mampu bersosialisasi sehingga emosionalnya akan lebih stabil.
Asuh terkait dengan kepandaian seseorang yang berhubungan dengan pertumbuhan otak. Untuk tumbuh, diperlukan nutrisi dan ASI yang mengandung zat pertumbuhan otak (seperti DHA, AA, taurin, dan laktosa), dimana zat itu tidak terdapat dalam susu sapi biasa.
Relaktasi
Kadang ibu menyusui terpaksa menghentikan pemberian ASI pada bayinya selama rentang waktu tertentu karena berbagai alasan. Setelah beberapa waktu lamanya, si ibu ingin menyusui kembali bayinya. Upaya ibu untuk menyusui kembali dikenal dengan istilah Relaktasi.
Perlu diketahui, selama masa "istirahat" dari kegiatan menyusui, produksi ASI mungkin menjadi jauh berkurang atau bahkan terhenti. Pada saat sang ibu hendak menyusui kembali, tubuhnya, terutama seluruh organ yg terlibat dalam proses produksi ASI, membutuhkan waktu untuk mempersiapkan diri agar dapat bekerja kembali memproduksi ASI.
Sehubungan dengan masa persiapan organ ASI, ada beberapa hal yang perlu diingat, yaitu setiap wanita membutuhkan waktu yang berbeda untuk menghasilkan ASI. Mungkin ada beberapa ibu yg membutuhkan waktu beberapa hari saja untuk memproduksi ASI secara optimal. Tapi bila ibu berhenti menyusui untuk waktu yang cukup lama, biasanya perlu waktu antara 1 hingga 2 minggu agar produksi ASI kembali seperti semula. Selain itu, biasanya akan lebih mudah dan lebih cepat bagi tubuh untuk menghasilkan ASI kembali, bila si kecil masih berumur kurang dari 2 bulan dibandingkan bila si kecil sudah berumur lebih dari 6 bulan.
Motivasi yang sangat kuat dari ibu, ditambah dengan perangsangan terhadap payudara secara rutin oleh bayi melalui isapannya akan membantu mempercepat produksi ASI. Intinya jangan putus asa!
Tips agar berhasil dalam relaktasi yaitu sebelum memutuskan untuk melakukan relaktasi, sebaiknya bertanyalah pada diri Anda sendiri. pakah anda merasa bahagia dan puas jika si kecil mendapatkan zat gizi terbaik dari ASI daripada susu formula? Atau apakah Anda memiliki alasan lainnya? Jujur pada diri sendiri mengenai motivasi untuk melakukan relaktasi sangat menentukan keberhasilan Anda dalam menyusui kembali si kecil.
Makanan Bagi Ibu Hamil
Saat hamil kebutuhan gizi seorang
wanita meningkat guna memenuhi kebutuhan janin yang sedang berkembang. Secara
rinci, makanan pada seorang wanita hamil dibutuhkan untuk:
- Pertumbuhan janin dalam kandungan
Menjaga kesehatan dan kekuatan badan ibu - Menumpuk cadangan dalam tubuh untuk digunakan ketika menyusul
- Mempercepat penyembuhan luka-luka bekas persalinan
- Pengaturan makanan untuk ibu hamil
Ibu hamil harus tetap memperhatikan
nutrisinya dengan cara :
- Makan teratur tiga kali sehari
- Hidangan terbuat dari bahan makanan bergizi empat sehat lima sempurna (makanan pokok, lauk pauk, sayur dan buah, serta dua gelas susu ibu hamil setiap hari)
- Pergunakan aneka ragam makanan yang ada
- Pilih berbagai macam bahan makanan segar
Kehamilan: Bulan VII dan IX
Kehamilan sudah semakin besar, dan di bulan ke IX, Anda mulai bersiap-siap menanti kedatangan si kecil yang sudah lama ditunggu-tunggu.
Bulan VII
Mulai merasa cepat letih, kaki bengkak? Itu wajar. Meninggikan kaki saat berbaring (misalnya dengan memakai bantal untuk mengganjal) bisa membantu. Walau begitu, jangan lupa berkonsultasi dengan dokter Anda. Ada beberapa keadaan dimana bengkak menjadi tanda bahwa sesuatu yang tidak wajar mungkin terjadi.
Panjang si kecil kini sudah berkisar antara 38 dan 40 cm. Kemampuannya pun sudah bertambah. Dia kini sudah dapat melihat cahaya dan mendengar suara dengan lebih baik. Ajaklah suami Anda untuk mengobrol dengan si kecil seakan dia sudah berada di luar. Komunikasi yang baik antara ayah dan anak sudah dapat dibentuk bahkan sejak dalam kandungan.
Oh ya, jangan lupa untuk bersiap-siap menghadapi hari besar Anda. Persiapkan segala kebutuhan si kecil saat lahir nanti. Mulailah merencanakan dan kalau perlu mulai berbelanja. Belilah sesuai dengan kebutuhan, bukan karena sekedar ketertarikan. Jangan hamburkan uang Anda untuk hal yang tidak perlu, kecuali kondisi keuangan Anda sangat memungkinkan. Ingatlah, banyak yang harus Anda beli saat si kecil hadir di dunia.
Bulan VIII
Perut Anda bertambah besar seiring dengan pertumbuhan yang cepat dari si mungil. Tendangannya mungkin mulai terasa menusuk dan menyesakkan. Nikmatilah, karena itu adalah saat dimana Anda bisa menyalurkan rasa sayang Anda kepadanya. Justru bila ia tidak banyak bergerak, Anda harus khawatir dan segera menghubungi dokter.
Bulan IX
Akhirnya, bulan yang dinanti-nantikan pun tiba. Bersiaplah untuk menyambut si mungil di dunia. Saat ini panjang si kecil bisa mencapai antara 45 dan 54 cm. Proses pertumbuhan dan pematangan berbagai organ mencapai tahap akhir. Si kecil kini siap untuk bermain dengan Anda di dunia.
Waspadalah terhadap keluarnya cairan atau bercak darah dari vagina Anda. Mungkin itu adalah air ketuban yang mulai merembes keluar. Kontraksi-kontraksi palsu pun mulai muncul sehingga orang sering salah menduga bahwa saat melahirkan telah dekat. Walau demikian, tidak usah ragu untuk pergi ke rumah sakit bila Anda merasa saat melahirkan memang hampir tiba. Bila ternyata bukan, toh Anda bisa segera kembali ke rumah.
Selamat atas hadirnya si kecil di rumah Anda. Semoga ia menjadi pelita kebahagiaan bagi Anda sekeluarga.
Subscribe to:
Posts (Atom)
