Tas besar memang sahabat bagi wanita bekerja, selain bisa menampung banyak barang, kini juga sudah menjadi tren. Namun, adakah dampak kesehatan yang harus ditanggung jika Anda sering membawa tas besar?
Di Amerika Serikat, cukup banyak kaum wanita yang mengeluh sakit pada leher dan punggungnya. Ternyata penyebabnya adalah karena mereka sering memakai tas besar untuk ke kantor atau kegiatan lainnya.
Kebanyakan kaum wanita tersebut mengalami sakit leher dan pusing-pusing. Penyebabnya yaitu karena setiap hari barang yang mereka simpan dalam tas memiliki berat sekitar 3-4.5 kg.
Perlu diketahui, leher atau pundak yang terlalu dibebani dapat menyebabkan sakit pada punggung dan akan bertambah parah karena kebanyakan wanita tersebut bekerja duduk di depan komputer atau aktif berolahraga.
Para peneliti menyarankan agar para wanita itu memperbaiki postur tubuh ketika membawa barang berat, yakni dengan cara menjaga agar kepala dan pundak dalam posisi lurus atau tegak. Selain itu, lakukan variasi ukuran tas setiap harinya. Jadi jika hari ini Anda menjinjing tas besar, maka untuk besok bawalah koleksi tas mungil Anda.
Untuk mengatasi keluhan akibat tas besar disarankan untuk melakukan pemijatan atau mengonsumsi obat anti radang, serta cukup istirahat agar gejala tersebut cepat hilang. Namun yang paling penting sebenarnya adalah kesadaran para wanita terhadap kesehatannya sendiri.
Dalam jurnal American Physical Therapy Association, disebutkan bahwa berat barang yang boleh dibawa anak-anak dalam tasnya adalah 10-15% dari bobot tubuh. Tas yang disarankan adalah jenis backpack atau tas punggung karena beban tidak berkumpul di satu bagian tubuh.
Sumber: Reuters
Monday, 31 May 2010
Sunday, 30 May 2010
Pria, Ayo Diet Demi Pasangan Anda!
Tahukah Anda? Pria dengan tubuh proporsional lebih dapat memuaskan pasangannya! Nah, jika pasangan Anda bertubuh tambun alias kegemukan, mintalah ia berdiet dengan mengatur pola makannya agar kehidupan seksual Anda menjadi lebih menyenangkan.
Menurut Todayonline.com, kehidupan seksual yang lebih baik dapat juga dimiliki laki-laki gemuk yang tengah menjalani program penurunan berat badan secara alami. Dengan catatan, diet yang dilakukannya tanpa bantuan obat-obatan atau tanpa melalui operasi bariatric (operasi perut bagian dalam dengan mengurangi daya tampung perut yang besar dan mengurangi kalori yang bisa diserap tubuh).
Keberhasilan menurunkan berat badan dan mengurangi lemak di perut bisa membuat kehidupan seksual jauh lebih baik dan terbukti bisa lebih memuaskan pasangan. Ini disebabkan karena mereka merasa lebih percaya diri secara emosi dan fisik dengan penampilan baru mereka. Menarik bukan?
Hal itu juga dibenarkan para peneliti dari Royal Adelaide Hospital dan University of Adelaide yang menambahkan bahwa penurunan berat badan secara alami memberikan efek positif pada kehidupan seksual.
Tak hanya meningkatkan rasa percaya diri, diet alami juga memberikan keuntungan pada kesehatan fungsi jantung dan meminimalkan dampak negatif lain yang mungkin terjadi dengan perubahan indeks masa tubuh yang terjadi saat proses penurunan berat badan.
Diet alami memang jelas lebih sehat karena terbukti bisa membantu memperlancar peredaran darah pada jantung dan pembuluh darah yang juga berpengaruh pada fungsi seksual dan menekan risiko gangguan fungsi saluran kencing.
Studi ini dilakukan pada pria yang sedang tidak menjalani perawatan medis, meskipun hal tersebut bukan hal yang mudah, karena mereka yang tergolong obesitas, mayoritas harus menjalani perawatan medis karena gangguan kesehatan yang menyertainya.
Jelas ini kabar menyenangkan bagi Anda dan pasangan yang merasa kehidupan seksual ''dingin'' karena masalah kegemukan dan rendah diri yang menyertainya.
Sumber: Todayonline.com
Menurut Todayonline.com, kehidupan seksual yang lebih baik dapat juga dimiliki laki-laki gemuk yang tengah menjalani program penurunan berat badan secara alami. Dengan catatan, diet yang dilakukannya tanpa bantuan obat-obatan atau tanpa melalui operasi bariatric (operasi perut bagian dalam dengan mengurangi daya tampung perut yang besar dan mengurangi kalori yang bisa diserap tubuh).
Keberhasilan menurunkan berat badan dan mengurangi lemak di perut bisa membuat kehidupan seksual jauh lebih baik dan terbukti bisa lebih memuaskan pasangan. Ini disebabkan karena mereka merasa lebih percaya diri secara emosi dan fisik dengan penampilan baru mereka. Menarik bukan?
Hal itu juga dibenarkan para peneliti dari Royal Adelaide Hospital dan University of Adelaide yang menambahkan bahwa penurunan berat badan secara alami memberikan efek positif pada kehidupan seksual.
Tak hanya meningkatkan rasa percaya diri, diet alami juga memberikan keuntungan pada kesehatan fungsi jantung dan meminimalkan dampak negatif lain yang mungkin terjadi dengan perubahan indeks masa tubuh yang terjadi saat proses penurunan berat badan.
Diet alami memang jelas lebih sehat karena terbukti bisa membantu memperlancar peredaran darah pada jantung dan pembuluh darah yang juga berpengaruh pada fungsi seksual dan menekan risiko gangguan fungsi saluran kencing.
Studi ini dilakukan pada pria yang sedang tidak menjalani perawatan medis, meskipun hal tersebut bukan hal yang mudah, karena mereka yang tergolong obesitas, mayoritas harus menjalani perawatan medis karena gangguan kesehatan yang menyertainya.
Jelas ini kabar menyenangkan bagi Anda dan pasangan yang merasa kehidupan seksual ''dingin'' karena masalah kegemukan dan rendah diri yang menyertainya.
Sumber: Todayonline.com
Kuku Bersih dan Sehat
Kuku kaki ternyata bisa menjadi barometer kesehatan. Bahkan terkadang tanda-tanda penyakit sistemik bisa diketahui dari kondisi kuku kaki. Sebagai contoh, kuku kaki yang bergelombang dan menebal bisa jadi merupakan manifestasi dari penyakit psoriasis. Kuku kaki yang cekung tidak cembung seperti normal dapat menunjukkan kekurangan zat besi atau anemia.
Walaupun tidak terlalu mengganggu, ternyata kuku yang sakit tidak boleh dianggap remeh. Apalagi jika menderita diabetes atau gangguan sirkulasi darah. Bahkan kuku yang masuk ke dalam daging biasa kita sebut cantengan juga tidak bisa dianggap enteng.
Terutama jika penderita diabetes atau gangguan sirkulasi darah, jangan iseng mencoba mengobati sendiri ini. Apalagi jika daerah ini sudah terinfeksi. Segera pergi ke dokter spesialis kulit atau spesialis kaki, yang dapat mendiagnosa kemudian merawat dengan tindakan dan obat yang tepat.
Ada satu lagi penyakit kuku yang biasanya tidak terlalu mendapat perhatian kita, tetapi sesungguhnya mencakup 50% kasus kelainan kuku. Infeksi jamur pada kuku atau onychomycosis, biasanya dapat diderita kuku kaki tanpa menimbulkan rasa sakit. Tetapi penyakit ini dapat mengubah kualitas dan warna kuku kaki, sehingga menjadi buruk kondisinya.
Sesungguhnya kondisi ini adalah infeksi di bawah permukaan kuku yang disebabkan oleh jamur. Ketika organisme-organisme bersarang di sana, biasanya kuku akan menjadi gelap warnanya dengan disertai bau yang tidak sedap. Jika tidak ditindak, infeksi bisa menyebar ke kuku kaki lain, kulit bahkan ke kuku jari tangan. Jika tetap tidak dirawat, infeksi ini dapat menyebar dan mengganggu kemampuan seseorang untuk berjalan.
Jika kita termasuk suka bertelanjang kaki ke tempat-tempat yang lembab seperti tempat ganti baju di kolom renang, disinilah jamur-jamur itu mencari mangsa.
Mungkin tidak perlu terlalu kuatir dengan penyakit-penyakit di atas. Bila rajin pedicure di salon 1 minggu sekali. Tetapi belum menjamin, karena pada peralatan pedicure salon yang kemungkinan besar tidak streril atau dibersihkan dengan baik, justru bisa banyak bakteri atau bahkan virus yang tersembunyi.
Proses pedicure, yang biasanya termasuk membersihkan kulit kering di sekitar kuku, tak jarang jika dilakukan pegawai salon yang belum berpengalaman dapat menyebabkan luka kecil. Luka sekecil apapun akan menyebabkan darah seseorang menempel pada peralatan yang digunakan, dan bisa dibayangkan bila berapa orang yang berdarah akibat menggunakan peralatan yang sama dan jika salah satu orang yang di pedicure menderita penyakit, misalnya hepatitis C.
Jika memang tidak bisa hidup tanpa pedicure, dapat diantisipasi dengan membeli peralatan pedicure pribadi yang lengkap dan selalu membawanya ke salon langganan. Sebab di Indonesia belum ada peraturan yang mengharuskan salon untuk membersihkan peralatannya. Paling tidak jika memakai peralatan sendiri, bisa memastikan peralatan itu selalu bersih.
Walaupun tidak terlalu mengganggu, ternyata kuku yang sakit tidak boleh dianggap remeh. Apalagi jika menderita diabetes atau gangguan sirkulasi darah. Bahkan kuku yang masuk ke dalam daging biasa kita sebut cantengan juga tidak bisa dianggap enteng.
Terutama jika penderita diabetes atau gangguan sirkulasi darah, jangan iseng mencoba mengobati sendiri ini. Apalagi jika daerah ini sudah terinfeksi. Segera pergi ke dokter spesialis kulit atau spesialis kaki, yang dapat mendiagnosa kemudian merawat dengan tindakan dan obat yang tepat.
Ada satu lagi penyakit kuku yang biasanya tidak terlalu mendapat perhatian kita, tetapi sesungguhnya mencakup 50% kasus kelainan kuku. Infeksi jamur pada kuku atau onychomycosis, biasanya dapat diderita kuku kaki tanpa menimbulkan rasa sakit. Tetapi penyakit ini dapat mengubah kualitas dan warna kuku kaki, sehingga menjadi buruk kondisinya.
Sesungguhnya kondisi ini adalah infeksi di bawah permukaan kuku yang disebabkan oleh jamur. Ketika organisme-organisme bersarang di sana, biasanya kuku akan menjadi gelap warnanya dengan disertai bau yang tidak sedap. Jika tidak ditindak, infeksi bisa menyebar ke kuku kaki lain, kulit bahkan ke kuku jari tangan. Jika tetap tidak dirawat, infeksi ini dapat menyebar dan mengganggu kemampuan seseorang untuk berjalan.
Jika kita termasuk suka bertelanjang kaki ke tempat-tempat yang lembab seperti tempat ganti baju di kolom renang, disinilah jamur-jamur itu mencari mangsa.
Mungkin tidak perlu terlalu kuatir dengan penyakit-penyakit di atas. Bila rajin pedicure di salon 1 minggu sekali. Tetapi belum menjamin, karena pada peralatan pedicure salon yang kemungkinan besar tidak streril atau dibersihkan dengan baik, justru bisa banyak bakteri atau bahkan virus yang tersembunyi.
Proses pedicure, yang biasanya termasuk membersihkan kulit kering di sekitar kuku, tak jarang jika dilakukan pegawai salon yang belum berpengalaman dapat menyebabkan luka kecil. Luka sekecil apapun akan menyebabkan darah seseorang menempel pada peralatan yang digunakan, dan bisa dibayangkan bila berapa orang yang berdarah akibat menggunakan peralatan yang sama dan jika salah satu orang yang di pedicure menderita penyakit, misalnya hepatitis C.
Jika memang tidak bisa hidup tanpa pedicure, dapat diantisipasi dengan membeli peralatan pedicure pribadi yang lengkap dan selalu membawanya ke salon langganan. Sebab di Indonesia belum ada peraturan yang mengharuskan salon untuk membersihkan peralatannya. Paling tidak jika memakai peralatan sendiri, bisa memastikan peralatan itu selalu bersih.
Pria Rentan Terhadap Testosteron Rendah
Survei menunjukkan bahwa pria dengan kadar testosteron rendah di tubuhnya setelah usia 40 tahun memiliki risiko kematian yang lebih besar dibandingkan pria yang memiliki kadar testosteron normal. Meskipun hubungan timbal balik antara keduanya belum pasti, namun para peneliti meyakini adanya kemungkinan faktor ketiga yang menghubungkan keduanya.
Kadar testosteron setiap pria memang berbeda-beda dan berubah-ubah sesuai dengan kondisi tubuhnya, misalnya ketika sakit atau stres mungkin kadarnya akan menurun. Selain itu, hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa produksi hormon seksual pria ini menurun seiring dengan bertambahnya umur.
Produksi testosteron di tubuh pria mencapai puncaknya pada usia 20 tahunan dan rata-rata menurun sekitar 1.5% setiap tahun setelah mereka memasuki usia 30 tahun. Penurunan tersebut disebabkan oleh perubahan fisik testis dan otak sebagai organ utama yang mengatur produksi hormon testosteron.
Kadar testosteron yang terlalu rendah dapat menyebabkan degradasi massa otot dan kerapuhan tulang, resistansi insulin, penurunan libido, badan lemah, mudah tersinggung, dan depresi. Meskipun demikian, libido yang rendah bukan berarti kadar testosteron juga rendah karena dorongan seksual dipengaruhi oleh banyak faktor tubuh dan pikiran. Rendahnya kadar testosteron diduga mungkin juga meningkatkan risiko kematian pada pria.
Para peneliti mempelajari kaitan antara kadar testosteron dan kematian pada 858 pria yang berumur 40 tahun atau lebih. Data kadar testosteron masing-masing tercatat minimal dua kali pada tahun 1994 dan 1999. Pria-pria tersebut diamati selama delapan tahun hingga tahun 2002.
Di antara mereka, 19% atau sekitar 166 pria memiliki kadar testosteron yang rendah, 28% atau 240 pria sedang, dan 53% atau 452 pria memiliki kadar testosteron yang normal. Dalam kurun waktu tersebut, sekitar 20% di antara pria dengan kadar testosteron normal meninggal dunia. Pada pria dengan kadar testosteron yang sedang, 24.6% nya juga meninggal dunia. Sedangkan pada pria dengan kadar testosteron yang rendah, 34.9% nya meninggal dunia.
Pria dengan kadar testosteron yang rendah memiliki risiko meninggal dunia sekitar 88% lebih besar dibandingkan pria yang memiliki kadar testosteron normal. Pengaruhnya tetap berlaku meskipun faktor usia, penyakit, dan indeks massa tubuh ikut dipertimbangkan.
Risiko kematian pria dengan kadar testosteron rendah menjadi 68% setelah para peneliti menganalisa ulang data dengan mengabaikan pria yang meninggal pada tahun pertama. Hal tersebut menunjukkan bahwa risiko kematian tidak terlalu dipengaruhi oleh penyakit dan hubungannya antara kadar testosteron rendah dengan kematian tetap tinggi.
Sumber: Archieves of Internal Medicine
Kadar testosteron setiap pria memang berbeda-beda dan berubah-ubah sesuai dengan kondisi tubuhnya, misalnya ketika sakit atau stres mungkin kadarnya akan menurun. Selain itu, hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa produksi hormon seksual pria ini menurun seiring dengan bertambahnya umur.
Produksi testosteron di tubuh pria mencapai puncaknya pada usia 20 tahunan dan rata-rata menurun sekitar 1.5% setiap tahun setelah mereka memasuki usia 30 tahun. Penurunan tersebut disebabkan oleh perubahan fisik testis dan otak sebagai organ utama yang mengatur produksi hormon testosteron.
Kadar testosteron yang terlalu rendah dapat menyebabkan degradasi massa otot dan kerapuhan tulang, resistansi insulin, penurunan libido, badan lemah, mudah tersinggung, dan depresi. Meskipun demikian, libido yang rendah bukan berarti kadar testosteron juga rendah karena dorongan seksual dipengaruhi oleh banyak faktor tubuh dan pikiran. Rendahnya kadar testosteron diduga mungkin juga meningkatkan risiko kematian pada pria.
Para peneliti mempelajari kaitan antara kadar testosteron dan kematian pada 858 pria yang berumur 40 tahun atau lebih. Data kadar testosteron masing-masing tercatat minimal dua kali pada tahun 1994 dan 1999. Pria-pria tersebut diamati selama delapan tahun hingga tahun 2002.
Di antara mereka, 19% atau sekitar 166 pria memiliki kadar testosteron yang rendah, 28% atau 240 pria sedang, dan 53% atau 452 pria memiliki kadar testosteron yang normal. Dalam kurun waktu tersebut, sekitar 20% di antara pria dengan kadar testosteron normal meninggal dunia. Pada pria dengan kadar testosteron yang sedang, 24.6% nya juga meninggal dunia. Sedangkan pada pria dengan kadar testosteron yang rendah, 34.9% nya meninggal dunia.
Pria dengan kadar testosteron yang rendah memiliki risiko meninggal dunia sekitar 88% lebih besar dibandingkan pria yang memiliki kadar testosteron normal. Pengaruhnya tetap berlaku meskipun faktor usia, penyakit, dan indeks massa tubuh ikut dipertimbangkan.
Risiko kematian pria dengan kadar testosteron rendah menjadi 68% setelah para peneliti menganalisa ulang data dengan mengabaikan pria yang meninggal pada tahun pertama. Hal tersebut menunjukkan bahwa risiko kematian tidak terlalu dipengaruhi oleh penyakit dan hubungannya antara kadar testosteron rendah dengan kematian tetap tinggi.
Sumber: Archieves of Internal Medicine
Pria yang Tergolong Azoospermia
Azoospermia adalah suatu keadaan dimana air mani (semen) tidak mengandung sperma. Umumnya air mani yang dikeluarkan pada saat ejakulasi, terdiri dari sperma dan plasma semen. Pada azoospermia, bila diamati dari luar akan tampak normal, tapi bila dilihat dibawah mikroskop tidak ditemukan sperma.
Plasma semen tanpa sperma dapat menyebabkan pria infertil atau mandul. Azoospermia tidak menimbulkan gejala, oleh sebab itu sebaiknya dilakukan pemeriksaan terhadap sperma pada pasangan yang belum mempunyai keturunan. Pada umumnya pasien yang memeriksakan analisa air mani adalah pasangan infertil dan dari hasil analisa semen, sekitar 5% pria tergolong azoospermia.
Sperma bukan saja harus ada, tapi juga harus memenuhi kriteria "air mani yang sehat dan subur" menurut WHO, yaitu:
1. Jumlah sperma cukup banyak, >10 juta/ml ejakulat air mani dengan jumlah sekitar 2-6ml.
2. Gerakannya cukup cepat dan lurus. Minimal 60%-nya harus merupakan sperma yang sehat serta mampu bergerak (motil) dan sekitar 15% bergerak lurus dan cepat.
3. Bentuk relatif normal, yaitu:
4. Bentuk kepala sperma normal bulat lonjong (oval) apabila dilihat dari depan dan pipih bila dilihat dari samping (dilihat dibawah mikroskop), jumlahnya sekitar 25%. Kepala sperma berukuran panjang 4-5 mikron dan lebarnya 2.5-3.5 mikron.
5. Mempunyai ekor sperma yang panjang dan melancip ujungnya dan terus bergoyang seperti cambuk. Tenaga yang menggerakkan ekor sperma ini diperoleh dari bagian leher karena sumber energi diolah di bagian tersebut. Bahan bakunya diperoleh dari air mani yang susunan kimiawinya cukup kompleks dan terdapat berbagai zat yang penting untuk kehidupan sperma dan daya tahan sperma.
6. Kemampuan hidupnya (viabilitas) cukup baik.
7. Air mani tidak mengandung bakteri yang bisa mengganggu saluran reproduksi dan kualitas sperma serta tidak terdapatnya leukospermia (jumlah sel darah putih yang melebihi dari nilai normal, yaitu 2-3 buah sel per lapang pandang mikroskop).
Azoospermia disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Gangguan pada "poros hipotalamus-hipofisis" yang akan mempengaruhi produksi spermatozoa.
2. Gangguan pada testis karena testis sebagai tempat yang memproduksi sperma.
3. Tersumbatnya saluran vas deferens, biasanya pasca vasektomi atau dikarenakan infeksi yang disebabkan oleh Chlamydia dan gonorrhoea.
4. Faktor lain yang belum diketahui.
Plasma semen tanpa sperma dapat menyebabkan pria infertil atau mandul. Azoospermia tidak menimbulkan gejala, oleh sebab itu sebaiknya dilakukan pemeriksaan terhadap sperma pada pasangan yang belum mempunyai keturunan. Pada umumnya pasien yang memeriksakan analisa air mani adalah pasangan infertil dan dari hasil analisa semen, sekitar 5% pria tergolong azoospermia.
Sperma bukan saja harus ada, tapi juga harus memenuhi kriteria "air mani yang sehat dan subur" menurut WHO, yaitu:
1. Jumlah sperma cukup banyak, >10 juta/ml ejakulat air mani dengan jumlah sekitar 2-6ml.
2. Gerakannya cukup cepat dan lurus. Minimal 60%-nya harus merupakan sperma yang sehat serta mampu bergerak (motil) dan sekitar 15% bergerak lurus dan cepat.
3. Bentuk relatif normal, yaitu:
4. Bentuk kepala sperma normal bulat lonjong (oval) apabila dilihat dari depan dan pipih bila dilihat dari samping (dilihat dibawah mikroskop), jumlahnya sekitar 25%. Kepala sperma berukuran panjang 4-5 mikron dan lebarnya 2.5-3.5 mikron.
5. Mempunyai ekor sperma yang panjang dan melancip ujungnya dan terus bergoyang seperti cambuk. Tenaga yang menggerakkan ekor sperma ini diperoleh dari bagian leher karena sumber energi diolah di bagian tersebut. Bahan bakunya diperoleh dari air mani yang susunan kimiawinya cukup kompleks dan terdapat berbagai zat yang penting untuk kehidupan sperma dan daya tahan sperma.
6. Kemampuan hidupnya (viabilitas) cukup baik.
7. Air mani tidak mengandung bakteri yang bisa mengganggu saluran reproduksi dan kualitas sperma serta tidak terdapatnya leukospermia (jumlah sel darah putih yang melebihi dari nilai normal, yaitu 2-3 buah sel per lapang pandang mikroskop).
Azoospermia disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Gangguan pada "poros hipotalamus-hipofisis" yang akan mempengaruhi produksi spermatozoa.
2. Gangguan pada testis karena testis sebagai tempat yang memproduksi sperma.
3. Tersumbatnya saluran vas deferens, biasanya pasca vasektomi atau dikarenakan infeksi yang disebabkan oleh Chlamydia dan gonorrhoea.
4. Faktor lain yang belum diketahui.
Thursday, 6 May 2010
Terapi Warna
Dalam kehidupan sehari-hari , tanpa sadar warna dapat mempengaruhi tubuh kita. Dapat dibayangkan bila anda tinggal di suatu ruangan yang berwarna hitam kelam atau coklat tua , pastilah tubuh dan pikiran anda enggan untuk berlama-lama tinggal di tempat tersebut. Contoh sederhana tersebut menjadi salah satu dasar dari terapi warna ini. Jika kombinasi warna tertentu dapat menyebabkan pikiran kita stress dan depresi maka pastilah ada kombinasi warna lain yang menyebabkan pikiran kita tenang dan rileks.
Penggunaan terapi warna ini sudah mempunyai sejarah yang cukup lama. Pada zaman mesir kuno sudah dibuat suatu bangunan penyembuhan dengan cahaya dan warna. Penggunaan warna pun digunakan secara luas di India dan China sampai saat ini sedangkan penggunaan terapi warna di AS dan Eropa mulai berkembang sejak pertengahan abad ke 19 , dimana Dr. Edwin Babbit mempublikasikan The Principles of light and colour. Dia merekomendasikan berbagai teknik penggunaan warna untuk penyembuhan.
Telah banyak penelitian yang dilakukan mengenai efek warna pada tubuh kita. Penelitian di Norwegia mencatat bahwa orang yang tinggal di ruangan berwarna biru mempunyai thermostat ( ambang suhu tubuh ) 3 derajat lebih tinggi dibanding dengan orang yang tinggal di ruangan berwarna merah. Nick Humprey dari universitas Cambridge menemukan bahwa paparan warna merah dapat mengakibatkan perubahan emosional, detak jantung, tahanan kulit, dan aktivitas listrik otak. Penelitian lain menunjukkan warna merah dapat pula menurunkan ambang rangsang nyeri, artinya pasien akan lebih sensitif terhadap nyeri.
Perlu diingat bahwa terapi warna ini dapat memberikan efek perubahan fisiologis lebih dari sekedar efek psikologis stimulus penglihatan. Sebagai contoh : warna merah dapat mengakibatkan terangsangnya sistem saraf otonom sedangkan warna biru mempunyai efek menenangkan. Anda mungkin juga masih ingat bahwa warna ultraviolet sering digunakan untuk bayi yang lahir ikterik atau berwarna kuning.
Praktisi terapi warna percaya bahwa karena semua bentuk materi merupakan bentuk dari energi, maka aplikasi energi ke dalam tubuh akan mempengaruhi keadaan sehat maupun sakit. Pada orang yang sakit , tubuhnya kekurangan satu atau beberapa warna tertentu.
Cahaya merupakan salah satu bentuk energi dan cahaya ini dapat dipecah menjadi beberapa warna dan inti dari terapi warna ini adalah mengaplikasikan satu atau lebih warna untuk menjaga keseimbangan energi dalam tubuh.
Ada berbagai cara untuk mengetahui kebutuhan warna bagi tubuh anda. Bila Anda berkunjung ke praktisi terapi warna maka ada beberapa praktisi yang mengatakan dapat melihat ‘aura’ ( lapisan warna yang mengelilingi tubuh ) dan mengatakan langsung warna yang dibutuhkan oleh tubuh . Teknik fotografi pun telah digunakan untuk melihat aura. Teknik ini didasarkan pada fotografi Kirlian yaitu suatu teknik fotografi dengan frekuensi tinggi yang ditemukan di Rusia tahun 1940.
Pada bahasan ini saya tidak akan mendiskusikan kedua hal tersebut di atas, saya lebih menitikberatkan pada segi praktis yang dapat Anda terapkan sendiri . Banyak praktisi terapi warna percaya bahwa setiap orang mempunyai kemampuan naluri untuk menentukan sendiri warna apa yang mereka butuhkan untuk mengembalikan keseimbangan tubuh. Sebagai contoh : ada salah satu teknik terapi warna yang disebut dengan Aurasoma . Teknik ini menggunakan botol-botol kecil yang berisi lapisan warna dari minyak esensial dan ekstrak tumbuhan. Kebanyakan botol kecil ini terdiri dari dua warna dan ada 90 kombinasi. Tekniknya : Anda mengambil 4 botol yang berisi kombinasi warna yang anda sukai. Kemudian anda dapat menggunakan minyak esensial dalam botol tersebut untuk dipakai pada kulit . Tidak ada batasan waktu berapa lama Anda menggunakan terapi warna ini. Anda dapat melakukannya selama teknik ini baik menurut Anda.
Banyak praktisi mendasarkan terapi warna pada energi tubuh yang terfokus pada tujuh titik mayor yang disebut dengan ‘ cakra’. Setiap cakra ini berkorelasi dengan sistem organ dan warna tertentu. Hubungan antara cakra, organ dan warna tersebut adalah :
Warna merah : berhubungan dengan cakra dasar yang mempengaruhi vitalitas, kekuatan , seksualitas, dan kesadaran. Warna merah digunakan untuk mengatasi anemia, kekurangan energi, impotensi, tekanan darah rendah, penyakit kulit, infeksi saluran kencing.
Oranye : berhubungan dengan cakra limpa yang mengatur sirkulasi dan metabolisme. Warna oranye berhubungan dengan kegembiraan dan keceriaan. Warna ini digunakan untuk mengatasi depresi dan kelainan ginjal dan paru, seperti asma, bronchitis, obstipasi. Warna pelengkapnya adalah biru.
Kuning : berhubungan dengan cakra solar plexus yang mempengaruhi intelektual dan pengambilan keputusan. Warna kuning dapat menstimulasi konsentrasi. Warna ini dapat digunakan untuk mengobati penyakit artritis dan dapat mengurangi keluhan penyakit yang berhubungan dengan stress, kejang otot,hipoglikemia, hipertiroid, batu empedu. Warna pelengkapnya adalah ungu.
Hijau : berhubungan dengan cakra jantung. Hijau merupakan warna yang alami dan menunjukan kemurnian dan harmoni. Warna ini dapat dikatakan penyembuh yang luar biasa . Hijau digunakan untuk menyeimbangkan dan menstabilisasi energi tubuh.
Biru : berhubungan dengan cakra tenggorokan . Warna biru merupakan warna yang menenangkan dan sangat baik digunakan untuk mengatasi insomnia, gastritis, artritis, nyeri pinggang bawah, sakit tenggorokan, asma dan migren. Warna pelengkapnya adalah oranye.
Ungu : merupakan warna dari cakra mahkota dan berhubungan dengan energi dari fungsi tertinggi pikiran. Warna ini sering digunakan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi rasa ketidakberdayaan. Sering digunakan untuk mengobati kelainan mental dan saraf, juga dapat menekan nafsu makan, dan dapat digunakan untuk migren.
Hitam : warna ini seringkali digunakan untuk menekan nafsu makan. Bagi mereka yang berencana untuk menurunkan berat badan dapat mencoba dengan menggunakan kain alas meja berwarna hitam.
Bila anda tidak berencana untuk pergi ke praktisi terapi warna , gunakan naluri untuk memilih warna yang menurut Anda dapat membuat tubuh lebih rileks dan tenang. Janganlah ragu untuk menggunakan warna tersebut. Anda dapat pula menggunakan warna-warna dengan fungsi tertentu yang telah disebutkan di atas. Beberapa teknik terapi warna yang dapat Anda lakukan sendiri di rumah adalah :
Penyembuhan pelangi : teknik ini sangat sederhana dan murah . Prinsipnya : air ketika terkena sinar matahari di dalam wadah yang berwarna ( misalnya botol yang berwarna ) , maka akan menerima energi vibrasi dari warna tersebut. Anda dapat membeli wadah atau botol dalam beragam warna atau secara mudah Anda dapat menggunakan botol yang bening dan melapisinya dengan plastik kaca warna tertentu. Minumlah air ini dengan interval yang teratur sepanjang hari.
Pernafasan warna : teknik ini merupakan salah satu bentuk teknik visualisasi ( lihat bab metode relaksasi ) . Anda dapat membayangkan menghirup dan menghembuskan warna tertentu. Teknik ini dapat Anda lakukan sebelum tidur atau saat Anda bangun pagi hari.
- Carilah tempat yang nyaman untuk duduk atau berbaring.
- Bernafaslah dalam , teratur dan perlahan.
- Bayangkan diri anda dikelilingi oleh warna tertentu yang anda inginkan.
- Saat Anda bernafas, bayangkan tubuh anda menghirup warna ini dan bayangkan warna tersebut menyebar di seluruh tubuh anda.
- Saat Anda menghembuskan nafas bayangkan Anda menghembuskan warna pasangannya ( seperti saat Anda menghirup nafas berwarna biru maka hembuskan warna oranye. Warna kuning dengan ungu muda, hijau dengan ungu tua ).
Selain kedua teknik tersebut di atas bila memungkinkan Anda dapat pula menata kembali ruangan anda dengan warna yang sesuai. Misalnya saja Anda dapat memulainya dengan mengganti warna sprei maupun sarung bantal dengan warna biru bila saat ini Anda menderita stress dan ketegangan.
Penggunaan terapi warna ini sudah mempunyai sejarah yang cukup lama. Pada zaman mesir kuno sudah dibuat suatu bangunan penyembuhan dengan cahaya dan warna. Penggunaan warna pun digunakan secara luas di India dan China sampai saat ini sedangkan penggunaan terapi warna di AS dan Eropa mulai berkembang sejak pertengahan abad ke 19 , dimana Dr. Edwin Babbit mempublikasikan The Principles of light and colour. Dia merekomendasikan berbagai teknik penggunaan warna untuk penyembuhan.
Telah banyak penelitian yang dilakukan mengenai efek warna pada tubuh kita. Penelitian di Norwegia mencatat bahwa orang yang tinggal di ruangan berwarna biru mempunyai thermostat ( ambang suhu tubuh ) 3 derajat lebih tinggi dibanding dengan orang yang tinggal di ruangan berwarna merah. Nick Humprey dari universitas Cambridge menemukan bahwa paparan warna merah dapat mengakibatkan perubahan emosional, detak jantung, tahanan kulit, dan aktivitas listrik otak. Penelitian lain menunjukkan warna merah dapat pula menurunkan ambang rangsang nyeri, artinya pasien akan lebih sensitif terhadap nyeri.
Perlu diingat bahwa terapi warna ini dapat memberikan efek perubahan fisiologis lebih dari sekedar efek psikologis stimulus penglihatan. Sebagai contoh : warna merah dapat mengakibatkan terangsangnya sistem saraf otonom sedangkan warna biru mempunyai efek menenangkan. Anda mungkin juga masih ingat bahwa warna ultraviolet sering digunakan untuk bayi yang lahir ikterik atau berwarna kuning.
Praktisi terapi warna percaya bahwa karena semua bentuk materi merupakan bentuk dari energi, maka aplikasi energi ke dalam tubuh akan mempengaruhi keadaan sehat maupun sakit. Pada orang yang sakit , tubuhnya kekurangan satu atau beberapa warna tertentu.
Cahaya merupakan salah satu bentuk energi dan cahaya ini dapat dipecah menjadi beberapa warna dan inti dari terapi warna ini adalah mengaplikasikan satu atau lebih warna untuk menjaga keseimbangan energi dalam tubuh.
Ada berbagai cara untuk mengetahui kebutuhan warna bagi tubuh anda. Bila Anda berkunjung ke praktisi terapi warna maka ada beberapa praktisi yang mengatakan dapat melihat ‘aura’ ( lapisan warna yang mengelilingi tubuh ) dan mengatakan langsung warna yang dibutuhkan oleh tubuh . Teknik fotografi pun telah digunakan untuk melihat aura. Teknik ini didasarkan pada fotografi Kirlian yaitu suatu teknik fotografi dengan frekuensi tinggi yang ditemukan di Rusia tahun 1940.
Pada bahasan ini saya tidak akan mendiskusikan kedua hal tersebut di atas, saya lebih menitikberatkan pada segi praktis yang dapat Anda terapkan sendiri . Banyak praktisi terapi warna percaya bahwa setiap orang mempunyai kemampuan naluri untuk menentukan sendiri warna apa yang mereka butuhkan untuk mengembalikan keseimbangan tubuh. Sebagai contoh : ada salah satu teknik terapi warna yang disebut dengan Aurasoma . Teknik ini menggunakan botol-botol kecil yang berisi lapisan warna dari minyak esensial dan ekstrak tumbuhan. Kebanyakan botol kecil ini terdiri dari dua warna dan ada 90 kombinasi. Tekniknya : Anda mengambil 4 botol yang berisi kombinasi warna yang anda sukai. Kemudian anda dapat menggunakan minyak esensial dalam botol tersebut untuk dipakai pada kulit . Tidak ada batasan waktu berapa lama Anda menggunakan terapi warna ini. Anda dapat melakukannya selama teknik ini baik menurut Anda.
Banyak praktisi mendasarkan terapi warna pada energi tubuh yang terfokus pada tujuh titik mayor yang disebut dengan ‘ cakra’. Setiap cakra ini berkorelasi dengan sistem organ dan warna tertentu. Hubungan antara cakra, organ dan warna tersebut adalah :
Warna merah : berhubungan dengan cakra dasar yang mempengaruhi vitalitas, kekuatan , seksualitas, dan kesadaran. Warna merah digunakan untuk mengatasi anemia, kekurangan energi, impotensi, tekanan darah rendah, penyakit kulit, infeksi saluran kencing.
Oranye : berhubungan dengan cakra limpa yang mengatur sirkulasi dan metabolisme. Warna oranye berhubungan dengan kegembiraan dan keceriaan. Warna ini digunakan untuk mengatasi depresi dan kelainan ginjal dan paru, seperti asma, bronchitis, obstipasi. Warna pelengkapnya adalah biru.
Kuning : berhubungan dengan cakra solar plexus yang mempengaruhi intelektual dan pengambilan keputusan. Warna kuning dapat menstimulasi konsentrasi. Warna ini dapat digunakan untuk mengobati penyakit artritis dan dapat mengurangi keluhan penyakit yang berhubungan dengan stress, kejang otot,hipoglikemia, hipertiroid, batu empedu. Warna pelengkapnya adalah ungu.
Hijau : berhubungan dengan cakra jantung. Hijau merupakan warna yang alami dan menunjukan kemurnian dan harmoni. Warna ini dapat dikatakan penyembuh yang luar biasa . Hijau digunakan untuk menyeimbangkan dan menstabilisasi energi tubuh.
Biru : berhubungan dengan cakra tenggorokan . Warna biru merupakan warna yang menenangkan dan sangat baik digunakan untuk mengatasi insomnia, gastritis, artritis, nyeri pinggang bawah, sakit tenggorokan, asma dan migren. Warna pelengkapnya adalah oranye.
Ungu : merupakan warna dari cakra mahkota dan berhubungan dengan energi dari fungsi tertinggi pikiran. Warna ini sering digunakan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi rasa ketidakberdayaan. Sering digunakan untuk mengobati kelainan mental dan saraf, juga dapat menekan nafsu makan, dan dapat digunakan untuk migren.
Hitam : warna ini seringkali digunakan untuk menekan nafsu makan. Bagi mereka yang berencana untuk menurunkan berat badan dapat mencoba dengan menggunakan kain alas meja berwarna hitam.
Bila anda tidak berencana untuk pergi ke praktisi terapi warna , gunakan naluri untuk memilih warna yang menurut Anda dapat membuat tubuh lebih rileks dan tenang. Janganlah ragu untuk menggunakan warna tersebut. Anda dapat pula menggunakan warna-warna dengan fungsi tertentu yang telah disebutkan di atas. Beberapa teknik terapi warna yang dapat Anda lakukan sendiri di rumah adalah :
Penyembuhan pelangi : teknik ini sangat sederhana dan murah . Prinsipnya : air ketika terkena sinar matahari di dalam wadah yang berwarna ( misalnya botol yang berwarna ) , maka akan menerima energi vibrasi dari warna tersebut. Anda dapat membeli wadah atau botol dalam beragam warna atau secara mudah Anda dapat menggunakan botol yang bening dan melapisinya dengan plastik kaca warna tertentu. Minumlah air ini dengan interval yang teratur sepanjang hari.
Pernafasan warna : teknik ini merupakan salah satu bentuk teknik visualisasi ( lihat bab metode relaksasi ) . Anda dapat membayangkan menghirup dan menghembuskan warna tertentu. Teknik ini dapat Anda lakukan sebelum tidur atau saat Anda bangun pagi hari.
- Carilah tempat yang nyaman untuk duduk atau berbaring.
- Bernafaslah dalam , teratur dan perlahan.
- Bayangkan diri anda dikelilingi oleh warna tertentu yang anda inginkan.
- Saat Anda bernafas, bayangkan tubuh anda menghirup warna ini dan bayangkan warna tersebut menyebar di seluruh tubuh anda.
- Saat Anda menghembuskan nafas bayangkan Anda menghembuskan warna pasangannya ( seperti saat Anda menghirup nafas berwarna biru maka hembuskan warna oranye. Warna kuning dengan ungu muda, hijau dengan ungu tua ).
Selain kedua teknik tersebut di atas bila memungkinkan Anda dapat pula menata kembali ruangan anda dengan warna yang sesuai. Misalnya saja Anda dapat memulainya dengan mengganti warna sprei maupun sarung bantal dengan warna biru bila saat ini Anda menderita stress dan ketegangan.
Pengobatan Dengan Tumpangan Tangan
Teknik pengobatan dengan tumpangan tangan ( The laying on hands/ faith healing/ therapeutic touch/ hands on spiritual healing) bukanlah suatu metode untuk kesembuhan sendiri . Namun karena teknik ini banyak dilakukan oleh para praktisi penyembuh alternatif secara efektif dalam mengurangi rasa nyeri maka pada bab ini akan dibahas sedikit mengenai rasionalisasi dan fakta ilmiah mengenai pengobatan dengan tumpangan tangan ini.
Saat proses pengobatan dilakukan, penyembuh menumpangkan tangan di bagian tubuh yang dirasa perlu untuk kesembuhan pasien. Tangan penyembuh tersebut tidak menyentuh pasien. Biasanya diletakkan beberapa sentimeter di atas permukaan tubuh. Penyembuh kemudian memfokuskan perhatian pada proses kesembuhan seperti ‘pembersihan’ daerah yang dianggap sakit, pemberian warna, pemberian energi, dan berbagai visualisasi kesembuhan.
Mekanisme penyembuhan dengan metode ini masih belum jelas. Namun beberapa penelitian ilmiah yang mendukung efektifitas kesembuhan terapi tumpangan tangan sudah dilakukan. Beberapa diantaranya saya ungkapkan pada uraian berikut:
Salah satu penelitian terkenal mengenai penyembuhan tumpangan tangan ini adalah penelitian Dr. Bernard Gard dari universitas Mc Gill di Montreal. Dr Gard melihat adanya potensi penyembuhan dengan metode ini, lepas dari faktor kepercayaan pasien terhadap penyembuh ( faktor sugesti ). Dr. Gard menduga bahwa selain faktor sugesti atau efek plasebo , ada faktor psychoenergetic yang bekerja, namun kedua faktor tersebut sukar dilihat dan dipisahkan . Untuk melihat adanya efektifitas kesembuhan dengan metode ini, lepas dari faktor sugesti, maka Dr. Gard melakukan penelitiannya pada objek bukan manusia , yaitu pada hewan .
Dr. Gard memilih tikus sebagai hewan percobaan dan penyakit gondok ( thyroid goiters ) sebagai model penyakit , yang nantinya dapat dipengaruhi oleh energi dari penyembuh. Alasan pemilihan penyakit gondok sebagai model, karena sebelumnya Dr. Gard melihat adanya fakta kesembuhan penyakit ini dengan metode tumpangan tangan. Pada saat penelitian dilakukan , Dr, Gard bekerjasama dengan seorang praktisi tumpangan tangan yang bernama : Oscar Estebany, seorang berkebangsaan Hongaria, yang mempunyai reputasi sebagai penyembuh dengan tumpangan tangan.
Tikus percobaan ini diperlakukan menuju pada keadaan penyakit gondok dengan diberikan diet ‘goitrogenic’ yaitu diet yang terdiri dari makanan defisiensi yodium ( yodium merupakan nutrisi penting untuk fungsi kelenjar tiroid ). Tikus ini juga diberikan thiourasil ( obat yang memblok hormon thyroid ). Kombinasi dari makanan defisiensi yodium dan thiourasil ini lebih dari cukup untuk membuat kondisi penyakit gondok dari tikus percobaan. Tikus percobaan ini dibagi menjadi dua kelompok ; kelompok uji yang diberikan terapi tumpangan tangan dan kelompok kontrol yang tidak diberikan terapi. Penelitian ini dilakukan selama 40 hari. Pada akhir penelitian seluruh tikus diperiksa untuk melihat jumlah tikus yang mengalami pembesaran kelenjar gondok. Hasil penelitian didapatkan bahwa tikus pada kelompok uji secara bermakna mempunyai pertumbuhan kelenjar gondok yang lebih lambat dibandingkan kelompok kontrol. Dari penelitian ini Dr. Grad menyimpulkan adanya efek energi dari tumpangan tangan dalam menghambat perkembangan dari penyakit gondok.
Pada penelitian Dr. Grad yang lain maupun penelitian Dr. Remi Cadoret di universitas Manitoba, dengan menggunakan kelompok tikus yang lebih besar ( 300 ekor ) didapatkan bahwa terapi tumpangan tangan dapat mempercepat penyembuhan luka pada tikus. Percobaan-percobaan ini menunjukkan bahwa kesembuhan dari tikus-tikus ini di luar dari faktor plasebo/ kepercayaan terhadap penyembuh/ sugesti.
Fakta – fakta ilmiah lain mengenai efek terapi tumpangan tangan ini adalah :
1. Penelitian Dr. Smith menunjukkan bahwa terapi tumpangan tangan dapat meningkatkan reaksi enzim setiap waktu. Semakin lama tumpangan tangan ini diberikan semakin cepat reaksi enzim yang terjadi. Efek ini sama dengan bila enzim diberikan medan magnet intensitas tinggi !.
2. Penelitian Milles menunjukkan bahwa hasil pengukuran tegangan permukaan air(dengan menggunakan alat J Du Nouy- type Tensiometer ) menurun pada pemaparan dengan medan magnet dan hasil yang sama ditunjukkan oleh pemaparan dengan terapi tumpangan tangan.
Dari fakta-fakta ilmiah tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa terapi tumpangan tangan ini memberikan efek positif terhadap penyembuhan penyakit sehingga dapat dijadikan salah satu pelengkap sebagai metode untuk mengurangi rasa nyeri.
Saat proses pengobatan dilakukan, penyembuh menumpangkan tangan di bagian tubuh yang dirasa perlu untuk kesembuhan pasien. Tangan penyembuh tersebut tidak menyentuh pasien. Biasanya diletakkan beberapa sentimeter di atas permukaan tubuh. Penyembuh kemudian memfokuskan perhatian pada proses kesembuhan seperti ‘pembersihan’ daerah yang dianggap sakit, pemberian warna, pemberian energi, dan berbagai visualisasi kesembuhan.
Mekanisme penyembuhan dengan metode ini masih belum jelas. Namun beberapa penelitian ilmiah yang mendukung efektifitas kesembuhan terapi tumpangan tangan sudah dilakukan. Beberapa diantaranya saya ungkapkan pada uraian berikut:
Salah satu penelitian terkenal mengenai penyembuhan tumpangan tangan ini adalah penelitian Dr. Bernard Gard dari universitas Mc Gill di Montreal. Dr Gard melihat adanya potensi penyembuhan dengan metode ini, lepas dari faktor kepercayaan pasien terhadap penyembuh ( faktor sugesti ). Dr. Gard menduga bahwa selain faktor sugesti atau efek plasebo , ada faktor psychoenergetic yang bekerja, namun kedua faktor tersebut sukar dilihat dan dipisahkan . Untuk melihat adanya efektifitas kesembuhan dengan metode ini, lepas dari faktor sugesti, maka Dr. Gard melakukan penelitiannya pada objek bukan manusia , yaitu pada hewan .
Dr. Gard memilih tikus sebagai hewan percobaan dan penyakit gondok ( thyroid goiters ) sebagai model penyakit , yang nantinya dapat dipengaruhi oleh energi dari penyembuh. Alasan pemilihan penyakit gondok sebagai model, karena sebelumnya Dr. Gard melihat adanya fakta kesembuhan penyakit ini dengan metode tumpangan tangan. Pada saat penelitian dilakukan , Dr, Gard bekerjasama dengan seorang praktisi tumpangan tangan yang bernama : Oscar Estebany, seorang berkebangsaan Hongaria, yang mempunyai reputasi sebagai penyembuh dengan tumpangan tangan.
Tikus percobaan ini diperlakukan menuju pada keadaan penyakit gondok dengan diberikan diet ‘goitrogenic’ yaitu diet yang terdiri dari makanan defisiensi yodium ( yodium merupakan nutrisi penting untuk fungsi kelenjar tiroid ). Tikus ini juga diberikan thiourasil ( obat yang memblok hormon thyroid ). Kombinasi dari makanan defisiensi yodium dan thiourasil ini lebih dari cukup untuk membuat kondisi penyakit gondok dari tikus percobaan. Tikus percobaan ini dibagi menjadi dua kelompok ; kelompok uji yang diberikan terapi tumpangan tangan dan kelompok kontrol yang tidak diberikan terapi. Penelitian ini dilakukan selama 40 hari. Pada akhir penelitian seluruh tikus diperiksa untuk melihat jumlah tikus yang mengalami pembesaran kelenjar gondok. Hasil penelitian didapatkan bahwa tikus pada kelompok uji secara bermakna mempunyai pertumbuhan kelenjar gondok yang lebih lambat dibandingkan kelompok kontrol. Dari penelitian ini Dr. Grad menyimpulkan adanya efek energi dari tumpangan tangan dalam menghambat perkembangan dari penyakit gondok.
Pada penelitian Dr. Grad yang lain maupun penelitian Dr. Remi Cadoret di universitas Manitoba, dengan menggunakan kelompok tikus yang lebih besar ( 300 ekor ) didapatkan bahwa terapi tumpangan tangan dapat mempercepat penyembuhan luka pada tikus. Percobaan-percobaan ini menunjukkan bahwa kesembuhan dari tikus-tikus ini di luar dari faktor plasebo/ kepercayaan terhadap penyembuh/ sugesti.
Fakta – fakta ilmiah lain mengenai efek terapi tumpangan tangan ini adalah :
1. Penelitian Dr. Smith menunjukkan bahwa terapi tumpangan tangan dapat meningkatkan reaksi enzim setiap waktu. Semakin lama tumpangan tangan ini diberikan semakin cepat reaksi enzim yang terjadi. Efek ini sama dengan bila enzim diberikan medan magnet intensitas tinggi !.
2. Penelitian Milles menunjukkan bahwa hasil pengukuran tegangan permukaan air(dengan menggunakan alat J Du Nouy- type Tensiometer ) menurun pada pemaparan dengan medan magnet dan hasil yang sama ditunjukkan oleh pemaparan dengan terapi tumpangan tangan.
Dari fakta-fakta ilmiah tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa terapi tumpangan tangan ini memberikan efek positif terhadap penyembuhan penyakit sehingga dapat dijadikan salah satu pelengkap sebagai metode untuk mengurangi rasa nyeri.
Subscribe to:
Posts (Atom)
