Tuesday, 30 September 2008

Insomnia

Insomnia atau kesulitan tidur tak jarang muncul sebagai efek stres. Penyebab terumum dari insomnia adalah stres, kecemasan dan depresi. Ada pula faktor lainnya seperti:

1. Kerentangan terhadap insomnia: beberapa orang cenderung lebih rentan dari yang lain.

2. Stres yang terus menerus: masalah karir atau problem rumah tangga dapat mengganggu pola tidur.

3. Masalah psikiatri: orang yang mengalami depresi, kecemasan, dan kelainan psikiatri lainnya biasanya mengalami tidur yang tidak tenang dan sering terputus.
Pasien dengan kepribadian tipe A yang mudah cemas dan depresif. Tapi insomnia mungkin saja merupakan gejala dari masalah lain, misalnya sindroma sleep apnea obstruktif.

Penanganan Insomnia

Pertama kondisi yang mendasari timbulnya insomnia harus diatasi dengan baik untuk itu diperlukan beberapa macam perawatan. Kebiasaan dan lingkungan tidur juga perlu diperbaiki. Jalan terakhir adalah dengan mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter ahli.

Mencegah Insomnia

1. Tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari.

2. Berolahraga rutin. Banyak bukti yang menunjukkan olahraga teratur agar dapat memperbaiki kualitas tidur.

3. Paparkan diri dengan cahaya tenang/cahaya luar ruangan secara teratur, khususnya, di siang hari menjelang sore.

4. Pastikan suhu, cahaya dan suasana dalam kamar menunjang untuk tidur. Gunakan cahaya remang-remang.

5. Gunakan ranjang hanya untuk tidur.

6. Disiplin dalam mengonsumsi obat. Jika ingin mengonsumsi obat tidur dari dokter, dapat diminum satu jam sebelum tidur atau 10 jam sebelum bangun agar efek kantuknya muncul dan hilang di saat yang tepat.

7. Melakukan latihan relaksasi sebelum tidur, seperti pemijatan atau berendam air hangat.

8. Menjaga agar tangan dan kaki tetap hangat.

Yang perlu dihindari

1. Berolahraga tepat sebelum tidur.

2. Melakukan kegiatan seru / tegang seperti memainkan video game, menonton film yang menegangkan atau berdiskusi serius dengan pasangan.

3. Minum-minuman berkafein di sore hari (kopi, terlalu banyak teh, soda, dll).

4. Membaca atau menonton TV di tempat tidur.

5. Minum alkohol untuk membantu lekas tertidur.

6. Pergi tidur dengan perut terlalu lapar atau terlalu kenyang
Minum pil tidur orang lain.

7. Minum pil tidur yang dijual bebas tanpa sepengetahuan dokter. Berakibat dapat menjadi kebal terhadap efeknya.

8. Tidur siang.

9. Memerintahkan diri sendiri untuk pergi tidur, sebaliknya akan membuat pikiran dan tubuh tetap terjaga.

Bronkhiolitis

Batuk, mengi, demam dan sesak napas pada bayi harus segera ditangani. Bermula dari flu, jika tak diobati , bisa berkepanjangan dan berakibat infeksi pada saluran pernapasan yang lebih halus atau yang biasa disebut sebagai bronkhiolitis.

Infeksi virus

Bronkhiolitis adalah radang disaluran pernapasan halus di paru-paru. Bronkhiolitis ini biasanya terjadi karena infeksi virus, antara lain adenovirus, RSV (Respiratory Syncytial Virus), dan parainfluenza. Pada anak-anak yang lebih besar atau pada orang dewasa, virus-virus itu hanya menyebabkan batuk dan pilek yang berat. Tapi ada bayi atau anak kecil, virus itu dapat masuk ke saluran pernapasan yang lebih dalam lagi dan menyebabkan bronkhiolitis.

Bronkhiolitis ini, biasanya adalah anak –anak usia di bawah 2 tahun (yang paling banyak usia 3-6 bulan). Umumnya, mereka tertular batuk pilek dari orang tuanya atau temannya sekitar 2-6 hari sebelumnya.

Gejala dari bronkhiolitis adalah:

1. Dimulai seperti batuk-pilek biasa (hidung berair, bersin-bersin, dan mungkin batuk-batuk ringan).

2. Selera makan agak turun.

3. Demam atau suhu tubuhnya lebih dingin dari biasanya.

4. Setelah 1 atau 2 hari, napasnya jadi makin cepat dan batuknya lebih berat dan dalam, disertai mengi (napasnya berbunyi ngik-ngik). Si kecil yang menderita gangguan bronkhiolitis ini akan terlihat sesak napas, terutama pada saat mengeluarkan napas.

Apabila diaknosisnya bronkhiolitis, biasanya memerlukan perawatan di rumah sakit (rawat inap) untuk mengatasi sesak napasnya.Untuk kasus ringan, biasanya akan sembuh sekitar 1 atau 2 hari. Umumnya penyakit ini baru sembuh sekitar 5-12 hari. 3 hari pertama adalah masa-masa kritis bagi si kecil. Jika tidak ditangani dengan baik, atau kalau sampai saluran pernapasannya hampir tertutup total, maka wajahnya bisa membiru dan berakibat fatal.

Berikut adalah hal-hal yang sebaiknya anda perhatikan untuk mencegah dan menangani bronkhiolitis pada anak :

1. Jika anda batuk pilek, upayakan si kecil tidak tertular. Jika mendekati si kecil, pakai masker serta cuci tangan yang bersih sebelum memegangnya.

2. Jika si kecil terlanjur batuk/pilek, berikan banyak cairan untuk menghindari dehidrasi dan mengencerkan dahak.

3. Mungkin, dokter akan memberikan obat-obatan untuk pengecer dahak, atau obat tetes hidung untuk mengatasi pileknya.

4. Jika kondisi cukup berat, mungkin si kecil perlu bantuan oksigen.

Menghindari Penuaan Dini

Riset membuktikan bahwa terdapat 2 jenis penuaan. Penuaan yang disebabkan oleh gen-gen yang diturunkan pada kita disebut penuaan intrinsik, yang merupakan proses penuaan alami dari dalam tubuh kita. Ada pula penuaan ekstrinsik (eksternal) yang disebabkan oleh faktor-faktor lingkungan, seperti misalnya paparan sinar matahari dan gravitasi.

Penuaan intrinsik, dikenal juga sebagai proses penuaan alami, adalah proses yang berkelanjutan yang normalnya dimulai sejak usia pertengahan 20-an. Di bawah kulit, produksi kolagen melambat dan elastis, yatu bahan yang membarikan kemampuan elastis pada kulit, berkurang fungsinya. Sel kulit mati juga tidak terkikis secepat ketika masih muda, sehingga pergantian kulit pun memakan waktu lama. Stres psikis serta masalah hormonal juga termasuk terjadinya proses penuaan intristik.

Beberapa faktor ekstrinsik atau eksternal biasanya ’bekerja sama’ dengan proses penuaan normal, sehingga dapat menghasilkan penuaan prematur atau penuaan dini.

Puncak proses penuaan dini mulai terjadi pada rentang usia 30 tahun ke atas, dengan sejumlah ciri seperti:

1. Kulit Kering dan Kasar (Xerosis Cutis). Kondisi ini ditandai dengan kemerahan, sisik-sisik dan retak-retak, terjadi akibat kurangnya lemak kulit dan kandungan air serta menurunnya aktivitas kelenjar minyak dan keringat.

2. Kulit Berkerut dan Longgar ( Wrinkle & Laxity). Kulit tampak kaku, tidak lentur dan tidak elastis. Ini terjadi akibat perubahan dan berkurangnya serabut kolagen serta serabut elastis yang menjaga kelenturan kulit.

3. Kulit Kusam dan Terdapat Bentuk Ketuaan (Pigmentasi). Bentuk ketuaan dapat berupa noda hitam yang merata (melasma) serta noda setempat (freckles dan Lentigo). Kondisi ini terjadi diantaranya akibat berkurangnya kemampuan kulit untuk melepaskan sel kulit lama dan menggantinya dengan sel kulit baru.

4. Tumor-Tumor kulit. Tumor ini tergolong tumor jinak, dengan bentuk bintik-bintik kecil di kulit (Keratosis seboroik dan Keratosis Aktinik) serta tumpukan lemak berwarna kekuningan di sekitar mata (Xantelasma). Ketiganya bisa muncul seiring pertambahan usia, akibat paparan matahari atau karena faktor genetik. Sertingkali, muncul pula lesi-lesi pra-kanker. Meski 3 yang pertama tergolong tidak berbahaya, lesi-lesi kulit pra kanker ( biasanya berupa tahi lalat yang membesar, mudah berdarah dengan warna hitam tak merata dan bagian tertentu yang lebih pekat) perlu segera diperiksakan ke dokter.

Matahari berperan besar dalam proses penuaan dini. Sinar UVA dan UVB dapat menimbulkan radikal bebas yang merusak struktur kulit dan merusak DNA. Selain itu, gaya hidup masa kini yang cenderung kurang seimbang juga cenderung meningkatkan paparan seseorang terhadap polusi udara, asap rokok, bahan-bahan kimia dan minuman keras. Semuanya meningkatkan pembentukan radikal bebas yang dapat memicu penuaan dini.

Tanpa pelindung, paparan sinar matahari dalam beberapa menit saja setiap harinya akan menyebabkan perubahan yang dapat terlihat jelas pada kulit, seperti noda di kulit, kerut halus yang hilang saat kulit ditarik dan warna kulit yang tidak merata. Paparan terhadap sinar matahari tanpa pelindung dalam jangka panjang juga bisa menyebabkan kanker kulit.

Faktor eksternal lainnya adalah kelembaban udara yang rendah, suhu dingin, ekspresi wajah yang berulang dan posisi tidur. Cara perawatan kulit yang salah juga bisa menyebabkan penuaan dini. Misalnya, penggunaan sabun, deterjen atau pembersih berkadar alkohol tinggi pada kulit normal atau kering, yang justru menambah kekeringan kulit.

Gerakan wajah yang berulang dapat menyebabkan kerutan halus. Setiap kali menggunakan otot wajah, sebuah garis timbul di bawah permukaan kulit, karena dapat melihat garis-garis setiap kali membuat suatu ekspresi wajah. Seiring dengan bertambahnya umur dan hilangnya Elastisitas kulit, garis-garis ini menjadi permanen pada wajah sebagai kerutan.

Tidur tengkurap setiap malam selama bertahun-tahun juga akan mengakibatkan kerut pada kulit. Garis-garis yang kita lihat ketika kita baru bagun tidur lama-kelaman akan ada pada kulit dan tidak hilang walaupun kita tidak baru bangun tidur. Wanita, yang cenderung tidur menghadap ke samping biasanya memiliki garis ini pada dagu dan pipi. Sedangkan pria akan menemukan garis ini di dahi karena cenderung tidur dengan wajah menempel pada bantal. Orang-orang yang tidur terlentang tidak memiliki kerutan ini karena wajahnya tidak bersentuhan dengam bantal.

Merokok menyebabkan perubahan biokimia pada tubuh kita yang mempercepat proses penuaan. Riset menunjukkan bahwa seseorang yang merokok 10 batang atau lebih seharinya selama minimal 10 tahun secara statistik lebih cenderung memiliki kerutan dalam dan kulit kasar dibandingkan yang tidak merokok.

Walaupun tidak bisa menghentikan atau memperlambat proses penuaan alami, tetapi dapat mencegah tanda-tanda penuaan dini dengan melindungi kulit dari faktor eksternal seperti matahari. Perlindungan sinar matahari komprehensif termasuk:

1. Hindari sinar matahari antara jam 10 pagi hingga jam 4 sore.

2. Gunakan pakaian yang melindungi, seperti topi yang bertepi lebar dan baju lengan panjang ketika harus berada di luar ruangan siang hari.

3. Gunakan tabir surya kapanpun. Tabir surya harus memiliki spektrum yang luas (menawarkan perlindungan dari UVA dan UVB ) dan memiliki Sun Protection Faktor (SPF) 15 atau lebih. Tabir surya harus diaplikasikan pada kulit 20 menit sebelum keluar ruangan di seluruh permukaan kulit yang akan terpapar matahari. Aplikasi harus diulang jika berkeringat atau berada di dalam air.

4. Konsumsi makanan bergizi dan antioksidan, yang dapat memperbaiki kerusakan.

Batu Empedu

Hati-hati, karena gemuk, cenderung obesitas, dan berkadar lemak tinggi merupakan salah satu faktor resiko utama batu empedu di dalam tubuh bertambah banyak. Diketahui ada 5 faktor resiko penyakit tersebut, yaitu wanita, usia 40 tahun, gemuk, memiliki banyak anak, dan suka mengkonsumsi makanan yang enak-enak. Namun jangan salah, bukan berarti pria tidak akan terkena batu empedu.

Selain kelima faktor tersebut, masih ada juga faktor lainnya, seperti pengaruh kadar hormon estrogen pada wanita yang minum pil KB, genetik, dan melakukan diet secara tiba-tiba. Diet secara tiba-tiba berarti menghentikan konsumsi lemak secara mendadak pada orang-orang yang ingin berat badannya turun.

Orang yang memiliki gangguan pada proses pembentukan sel darah merah, misalnya penderita talasemia, beresiko terserang batu empedu, karena sel darah yang sering pecah akan menjadi bahan bagi cairan empedu membentuk kristal.

Wanita hamil juga rentan terserang batu empedu, disebabkan karena melambatnya aliran empedu dan gerakan kurangnya gerakan kontraksi kantung empedu. Pada kantung empedu, batu dapat mengakibatkan peradangan yang dissebut kolestitis akut, karena terdapat pecahan batu empedu di dalam saluran empedu sehingga menimbulkan rasa sakit. Batu yang melalui kantung empedu dapat menyangkut di hati dan saluran empedu, sehingga menghentikan aliran dari empedu ke dalam saluran pencernaan.

Faktor lain yang dapat memicu seseorang terserang batu empedu berupa protein yang terdapat di cairan lendir yang dibentuk kantung empedu dalam jumlah kecil. Hal tersebut memungkinkan kolesterol, bilirubin, dan garam kalsium membentuk partikel kristal padat.

Ada dua langkah mudah mencegah batu empedu, yaitu:

1. Obati sampai tuntas infeksi di saluran cerna

2. Hindari makanan berlemak dan goreng-gorengan agar lemak dalam tubuh rendah.

Jenis Batu Empedu

Terdapat 2 jenis batu empedu, yaitu batu kolesterol dan batu pigmen. Batu kolesterol disebabkan gangguan metabolisme kolesterol karena penyakit tertentu, misalnya saja disipidemia (tingginya kadar kolesterol dan trigliserida), atau gangguan lain yang menimbulkan batu kolesterol. Batu pigmen sebagian besar disebabkan oleh infeksi di saluran empedu.

Batu yang terbentuk dari kolesterol berwarna kuning dan mengkilat seperti minyak. Batu terdiri dari pigmen bilirubin bisa saja berwarna hitam dan keras, atau coklat tua yang rapuh. Ukurannya juga bermacam-macam, Namun rata-rata berdiameter 1 hingga 2 cm.

Batu kolesterol yang berukuran kecil dapat disembuhkan dengan mengggunakan obat. Teknik pengobatan yang sering digunakan adalah operasi minimal invalsif melalui bedah laparoskopik. Bedah ini sudah dilaksanakan di Indonesia Sejak 1991. Bedah tersebut dilakukan dengan membuat lubang kecil di dinding perut dan mengangkat kantung empedu dengan instrumen khusus menggunakan sistem endokamera melalui layar monitor.

Endoskopi terapetik juga sudah banyak digunakan di Indonesia. Cara kerjanya, alat endoskop dimasukkan melalui mulut, sehingga tidak perlu membedah dinding perut. Endoskopi terapetik dilakukan tanpa menggunakan pembiusan umum.

Sedangkan teknik operasi yang lainnya adalah kolesistektomi laparoskopik dan sfingterotmi endoskopik.

Tindakan pengangkatan kantung empedu jika tidak dilakukan secara keseluruhan, seperti hanya mengangkat sebagian kantung empedu, atau kantung empedu hanya dibersihkan, maka kemungkinan untuk kembali terserang cukup besar.

Pengobatan Untuk Serangan Penyakit Asma Akut

Suatu serangan penyakit asma harus mendapatkan pengobatan sesegera mungkin untuk membuka saluran pernafasan. Obat yang digunakan untuk mencegah juga digunakan untuk mengobati penyakit asma, tetapi dalam dosis yang lebih tinggi atau dalam bentuk yang berbeda.

Agonis reseptor beta-2 adrenergik digunakan dalam bentuk inhaler (obat hirup) atau sebagai nebulizer (untuk sesak nafas yang sangat berat). Nebulizer mengarahkan udara atau oksigen dibawah tekanan melalui suatu larutan obat, sehingga menghasilkan kabut untuk dihirup oleh penderita.

Pengobatan penyakit asma juga bisa dilakukan dengan memberikan suntikan epinefrin atau terbutalin di bawah kulit dan aminofilin (sejenis teofilin) melalui infus intravena.

Penderita yang mengalami serangan hebat dan tidak menunjukkan perbaikan terhadap pengobatan lainnya, bisa mendapatkan suntikan kortikosteroid, biasanya secara intravena (melalui pembuluh darah).

Pada serangan penyakit asma yang berat biasanya kadar oksigen darahnya rendah, sehingga diberikan tambahan oksigen. Jika terjadi dehidrasi, mungkin perlu diberikan cairan intravena. Jika diduga terjadi infeksi, diberikan antibiotik.

Selama suatu serangan penyakit asma yang berat, dilakukan:
1. Pemeriksaan kadar oksigen dan karbondioksida dalam darah
2. Pemeriksaan fungsi paru-paru (biasanya dengan spirometer atau peak flow meter)
3. Pemeriksaan rontgen dada.

Pengobatan Penyakit Asma Jangka Panjang

Salah satu pengobatan penyakit asma yang paling efektif adalah inhaler yang mengandung agonis reseptor beta-2 adrenergik. Penggunaan inhaler yang berlebihan bisa menyebabkan terjadinya gangguan irama jantung.

Jika pemakaian inhaler bronkodilator sebanyak 2 hingga 4 kali / hari selama 1 bulan tidak mampu mengurangi gejala, bisa ditambahkan inhaler kortikosteroid, cromolin atau pengubah leukotrien. Jika gejalanya menetap, terutama pada malam hari, juga bisa ditambahkan teofilin per-oral.

Varises dan Pencegahannya

Sebuah studi menunjukkan, faktor genetis atau keturunan kemungkinan besar menjadi penyebab utama varies. Jadi bukan karena banyak berjalan atau diet, seperti yang ditemukan pada riset sebelumnya.

Masalah varies ini ternyata bukan hanya monopoli wanita. Pria pun bisa terkena. Baik pria dan wanita yang tergolong jangkung serta kelebihan berat badan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya.

Meski faktor keturunan berperan, pada dasarnya garis-garis kebiruan (bisa juga kemerahan atau bewarna dengan kulit) yang cukup mengganggu penampilan ini disebabkan oleh terjadinya pembesaran pembuluh. Ada dua versi pembesaran pembuluh. Pembuluh kecil yang membesar disebut spider vein. Seringkali muncul dalam wujud garis-garis tipis tak menonjol pada betis dan wajah. Bentuknya bisa seperti sarang laba-laba atau cabang pohon.

Sementara jenis yang lebih besar disebut viricose vein atau varises. Tampilannya seperti tambang yang menonjol di permukaan kulit seringkali dibalik tungkai atau di paha bagian dalam. Tonjolan-tonjolan ini timbul akibat darah yang mengumpul di pembuluh.

Kehamilan, terapi hormon, konsumsi pil KB atau pubertas punya andil dalam kemunculan varises. Kebiasaan mengenakan stoking terlalu ketat atau pakaian dalam yang sangat mengikat di bagian pinggang atau selangkangan sebaiknya dihentikan

Akibat dari tekanan berat tubuh dan gravitasi membuat pembuluh-pembuluh di betis memikul tugas lebih berat dalam mentransportasikan darah kembali ke jantung. Itulah sebabnya spider vein maupun varicose vein sering ditemukan di betis.Gejalanya bisa mirip dengan rematik, seperti rasa pegal, mudah lelah, pembengkakan hingga rasa pada betis, terkadang disertai rasa gatal atau iritasi.

Selain faktor keturunan dan perubahan hormon baik akibat faktor alami maupun obat, faktor usia (50 tahun ke atas) juga meningkatkan risiko. Yang cukup rentan adalah wanita hamil, karena jumlah darah yang meningkat drastis di tubuh menyebabkan pembuluh darah ikut menmbesar. Namun biasanya varises pada wanita hamil dapat kembali normal beberapa bulan setelah melahirkan.

Sebenarnya ada cara mengurangi risiko varises yaitu dengan mengenakan stoking khusus varises untuk menekan kemunculan pembuluh darah yang membesar.

Yang terpenting, jagalah berat badan di ambang batas normal. Jangan sering-sering memakai hak tinggi. Selain itu kebiasaan duduk sambil menyilang kaki juga sebaiknya dihindari. Jangan lupa konsumsi makanan kaya serat dan hindari apapun yang terlalu asin karena garam dapat menahan air dan menyebabkan pembengkakan.

Terapi yang paling sering digunakan untuk menangani varises adalah metode injeksi yang dinamakan dengan sclerotherapy. Jarum yang sangat tipis disuntikkan ke dalam pembuluh darah untuk memasukkan cairan yang menyebabkan dinding pembuluh membengkak, merapat dan menutup. Dengan begitu, dalam beberapa minggu varises hilang dari permukaan kulit.

Jika takut jarum, ada pula terapi dengan laser yang secara bertahap dapat membuat betis kembali mulus. Selain itu, tersedia sejumlah pilihan lainnya meski risiko munculnya kembali varises selalu ada. Konsultasikan dengan dokter mana yang terbaik. Tentu jika varises belum terlalu dirasa mengganggu – misalnya membengkak atau menimbulkan iritasi, akan lebih baik jika melakukan langkah-langkah pencegahan yang erat kaitannya dengan pola hidup sehat.