Para pria yang sering memakai dasi pada saat ke kantor, harus mulai waspada. Karena dasi ternyata dapat menimbulkan risiko untuk terjadinya glaukoma, yaitu suatu penyakit dimana terjadinya peningkatan tekanan bola mata, yang bila dibiarkan dapat menyebabkan kebutaan.
Di dalam bola mata terdapat cairan yang disebut humor aqueous, yang selalu diproduksi dan dialirkan keluar, yang dalam keadaan normal selalu mempunyai jumlah yang tetap. Pada glaukoma, cairan ini bertambah yang menyebabkan peningkatan tekanan dalam bola mata. Peningkatan tekanan ini dapat merusak saraf mata, sehingga mengakibatkan kebutaan.
Dari penelitian di Amerika terhadap 20 orang yang mempunyai tekanan bola mata yang normal dan 20 orang yang mempunyai glaukoma. Dari 20 orang yang sebelumnya mempunyai tekanan bola mata normal, 14 orang diantaranya (70%) terjadi peningkatan tekanan bola matanya setelah dasinya dikencangkan. Sedang dari 20 orang yang mempunyai glaukoma, 12 orang diantaranya (60%) tekanan bola matanya kembali normal setelah dasinya dilonggarkan.
Kesimpulan yang dapat diambil, dengan mengencangkan dasi maka akan menekan pembuluh darah vena jugularis yang ada di leher. Penekanan ini akan meningkatkan tekanan darah dalam mata yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan bola mata.
Jadi untuk para pria yang senang menggunakan dasi dengan kencang, hati-hati karena dapat meningkatkan tekanan bola mata, yang menyebabkan terjadinya glaukoma. Apalagi untuk mereka yang telah menderita glaukoma. Dan untuk para dokter mata, yang melakukan pemeriksaan mata, dapat menimbulkan kesan seolah-olah pasien menderita glaukoma, padahal sebenarnya tidak.
Tuesday, 30 August 2011
Bell's palsy
Bell's palsy adalah kondisi melemahnya atau lumpuhnya otot-otot yang mengontrol ekspresi pada salah satu sisi wajah. Ini terjadi akibat rusaknya 1 dari pasangan otot wajah yang terbentang antara wajah telinga sampai otot pada wajah. Nah, kondisi tersebut membuat otot-otot di satu sisi wajah tertarik ke bawah.
Apa bedanya Bell's palsy dengan stroke?
Bell's palsy hanya menyerang saraf wajah, sedangkan fungsi tubuh lainnya tetap normal. Sangat jarang ( kurang dari 1%) ditemukan kasus dimana bell's palsy menyerang kedua sisi wajah. Namun, bila anda merasa lemah dan kebas didaerah tertentu, dapat dilakukan tes lanjutan, sehingga bisa diketahui penyebab persis gangguannya .
Bell's palsy memang bisa menurunkan rasa percaya diri. Meski begitu, kebanyakan kasus bell's palsy tidak serius. Yang pasti, penyakit ini tidak ditularkan.
Siapa yang paling beresiko tinggi?
Bell's palsy lebih sering menyerang wanita hamil (terutama pada trimester ke -3 kehamilan), penderita penyakit diabetes melitus (penyakit gula atau kencing manis) atau infeksi saluran pernapasan atas (flu atau pilek), serta mereka yang punya masalah dengan kekebalan tubuh. Meski begitu, mereka yang bekerja terlalu lama di ruang ber AC, terpapar langsung dengan semburan AC dan kipas angin, sering terpapar angin malam, mengendarai motor tanpa helm, mandi di air dingin di malam hari, serta perokok juga bisa terkena penyakit ini. Catatan: peluang penderita diabetes dan perokok terkena gangguan ini benar- benar mengejutkan. Bayangkan, peluang ini akan mengikat hingga 4 kali dibanding orang biasa.
Apakah bell's palsy bisa disembuhkan?
Sekitar 50% penderita bell's palsy akan sembuh dalam waktu relatif cepat (kurang lebih sekitar 3 bulan) tanpa perawatan apapun, sementara 35% penderita lainnya akan pulih dalam waktu kurang dari 1 tahun. Yang pasti, penderita Bell's palsy akan sembuh dengan atau tanpa perawatan. Kemungkinan untuk terserang lagi sekitar 4-14%.
Apa sih penyebabnya?
Masih belum jelas. Tapi, peneliti menduga, "biang keladinya" adalah infeksi virus, yang membuat otot wajah membengkak. Virus herpes simpleks disinyalir penyebab utama, sebab virus ini ditemukan pada sekitar 80% penderita bell's palsy.
Kapan ke dokter?
Segera kunjungi dokter begitu wajah anda terasa lemah, otot-otot di satu sisi wajah seperti tertarik ke bawah, atau lumpuh. Ini untuk memastikan penyebab dan berat ringannya gangguan yang menyerang Anda.
Bagaimana penanganannya?
Penderita akan diberi obat antiradang atau obat antivirus. Juga, wajahnya dipijat untuk mencegah kerusakan secara permanen. Lainnya adalah fisioterapi, yakni wajah terapi dengan sinar dan diberi kejutan listrik di sekitar wajah ( faradisasi).
Bisakah dicegah?
Bagi Anda yang bekerja di dalam ruangan ber AC dalam jangka waktu lama, hindari terpaan angin AC atau kipas angin secara langsung. Hal serupa berlaku untuk pengendara sepeda motor. Biasakan memakai full face helmet dan jaket tebal untuk menahan terpaan angin. Jangan lupa, biasakan untuk selalu bergaya hidup sehat, antara lain mengkonsumsi makanan bergizi seimbang dan berhenti merokok.
Inilah gejalanya:
Salah satu sisi wajah tiba-tiba lumpuh atau melemah, sehingga sulit tersenyum atau memejamkan mata.
1. Otot-otot wajah di satu sisi agak tertarik ke bawah, dan anda jadi susah berekspresi.
2. Sakit kepala.
Sakit di belakang atau depan telinga, serta suara terdengar lebih keras pada bagian yang terserang.
3. Produksi airmata dan air liur tidak seperti biasanya.
4. Hilangnya kemampuan untuk mengecap pada bagian depan lidah.
Apa bedanya Bell's palsy dengan stroke?
Bell's palsy hanya menyerang saraf wajah, sedangkan fungsi tubuh lainnya tetap normal. Sangat jarang ( kurang dari 1%) ditemukan kasus dimana bell's palsy menyerang kedua sisi wajah. Namun, bila anda merasa lemah dan kebas didaerah tertentu, dapat dilakukan tes lanjutan, sehingga bisa diketahui penyebab persis gangguannya .
Bell's palsy memang bisa menurunkan rasa percaya diri. Meski begitu, kebanyakan kasus bell's palsy tidak serius. Yang pasti, penyakit ini tidak ditularkan.
Siapa yang paling beresiko tinggi?
Bell's palsy lebih sering menyerang wanita hamil (terutama pada trimester ke -3 kehamilan), penderita penyakit diabetes melitus (penyakit gula atau kencing manis) atau infeksi saluran pernapasan atas (flu atau pilek), serta mereka yang punya masalah dengan kekebalan tubuh. Meski begitu, mereka yang bekerja terlalu lama di ruang ber AC, terpapar langsung dengan semburan AC dan kipas angin, sering terpapar angin malam, mengendarai motor tanpa helm, mandi di air dingin di malam hari, serta perokok juga bisa terkena penyakit ini. Catatan: peluang penderita diabetes dan perokok terkena gangguan ini benar- benar mengejutkan. Bayangkan, peluang ini akan mengikat hingga 4 kali dibanding orang biasa.
Apakah bell's palsy bisa disembuhkan?
Sekitar 50% penderita bell's palsy akan sembuh dalam waktu relatif cepat (kurang lebih sekitar 3 bulan) tanpa perawatan apapun, sementara 35% penderita lainnya akan pulih dalam waktu kurang dari 1 tahun. Yang pasti, penderita Bell's palsy akan sembuh dengan atau tanpa perawatan. Kemungkinan untuk terserang lagi sekitar 4-14%.
Apa sih penyebabnya?
Masih belum jelas. Tapi, peneliti menduga, "biang keladinya" adalah infeksi virus, yang membuat otot wajah membengkak. Virus herpes simpleks disinyalir penyebab utama, sebab virus ini ditemukan pada sekitar 80% penderita bell's palsy.
Kapan ke dokter?
Segera kunjungi dokter begitu wajah anda terasa lemah, otot-otot di satu sisi wajah seperti tertarik ke bawah, atau lumpuh. Ini untuk memastikan penyebab dan berat ringannya gangguan yang menyerang Anda.
Bagaimana penanganannya?
Penderita akan diberi obat antiradang atau obat antivirus. Juga, wajahnya dipijat untuk mencegah kerusakan secara permanen. Lainnya adalah fisioterapi, yakni wajah terapi dengan sinar dan diberi kejutan listrik di sekitar wajah ( faradisasi).
Bisakah dicegah?
Bagi Anda yang bekerja di dalam ruangan ber AC dalam jangka waktu lama, hindari terpaan angin AC atau kipas angin secara langsung. Hal serupa berlaku untuk pengendara sepeda motor. Biasakan memakai full face helmet dan jaket tebal untuk menahan terpaan angin. Jangan lupa, biasakan untuk selalu bergaya hidup sehat, antara lain mengkonsumsi makanan bergizi seimbang dan berhenti merokok.
Inilah gejalanya:
Salah satu sisi wajah tiba-tiba lumpuh atau melemah, sehingga sulit tersenyum atau memejamkan mata.
1. Otot-otot wajah di satu sisi agak tertarik ke bawah, dan anda jadi susah berekspresi.
2. Sakit kepala.
Sakit di belakang atau depan telinga, serta suara terdengar lebih keras pada bagian yang terserang.
3. Produksi airmata dan air liur tidak seperti biasanya.
4. Hilangnya kemampuan untuk mengecap pada bagian depan lidah.
Benarkah Mendengkur Sebabkan Sakit Kepala?
Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan adanya hubungan antara mendengkur pada saat tidur dan sakit kepala. Para peneliti belum memastikan apakah sakit kepala menyebabkan tidur menjadi mendengkur atau sakit kepala muncul akibat tidur yang mendengkur.
Para ilmuwan di National Institute, AS, meneliti sebanyak 206 orang berusia 18-65 tahun yang menderita sakit kepala harian (terjadi sekitar 260 kali serangan pertahun). Lalu para ilmuwan tersebut membuat perbandingannya dengan 507 orang yang menderita sakit kepala biasa (terjadi 2-104 kali serangan pertahun). Responden yang ikut serta dalam penelitian itu juga diminta untuk menjelaskan seberapa sering mereka tidur mendengkur.
Para ilmuwan menyimpulkan bahwa penderita sakit kepala harian memiliki risiko mendengkur dua kali lebih besar dibandingkan penderita sakit kepala biasa. Mereka juga menyatakan bahwa sakit kepala dapat memicu dengkuran atau sebaliknya mendengkur dapat pula menyebabkan sakit kepala.
Sementara itu, peneliti lain dari Institute of Neurology, London, menyatakan bahwa orang yang mendengkur berarti menahan karbon dioksida dalam paru-parunya, yang menyebabkan perubahan dalam aliran darah sehingga mengakibatkan sakit kepala. Untuk mengatasinya, si penderita disarankan untuk menjalani pengobatan lebih lanjut.
Cukup banyak penelitian yang telah dilakukan tentang penyebab tidur yang mendengkur. Beberapa penelitian ada yang memfokuskan pada kemungkinan tidur mendengkur akibat minum alkohol dan berat badan yang berlebih.
Para ilmuwan di National Institute, AS, meneliti sebanyak 206 orang berusia 18-65 tahun yang menderita sakit kepala harian (terjadi sekitar 260 kali serangan pertahun). Lalu para ilmuwan tersebut membuat perbandingannya dengan 507 orang yang menderita sakit kepala biasa (terjadi 2-104 kali serangan pertahun). Responden yang ikut serta dalam penelitian itu juga diminta untuk menjelaskan seberapa sering mereka tidur mendengkur.
Para ilmuwan menyimpulkan bahwa penderita sakit kepala harian memiliki risiko mendengkur dua kali lebih besar dibandingkan penderita sakit kepala biasa. Mereka juga menyatakan bahwa sakit kepala dapat memicu dengkuran atau sebaliknya mendengkur dapat pula menyebabkan sakit kepala.
Sementara itu, peneliti lain dari Institute of Neurology, London, menyatakan bahwa orang yang mendengkur berarti menahan karbon dioksida dalam paru-parunya, yang menyebabkan perubahan dalam aliran darah sehingga mengakibatkan sakit kepala. Untuk mengatasinya, si penderita disarankan untuk menjalani pengobatan lebih lanjut.
Cukup banyak penelitian yang telah dilakukan tentang penyebab tidur yang mendengkur. Beberapa penelitian ada yang memfokuskan pada kemungkinan tidur mendengkur akibat minum alkohol dan berat badan yang berlebih.
Lupus dan Wanita
Penyakit lupus (Systemic Lupus Erythematosus / SLE) dikatakan sebagai lupus karena penyakit ini menyebabkan ruam merah di pipi dan sekitar hidungpada banyak penderitanya, dan kata lupus digunakan untuk menjelaskan kelainan kulit.
Dahulu pada awalnya, penyakit lupus dianggap sebagai penyakit kulit biasa, namun pada tahun berikutnya, dokter menyadari bahwa lupus ternyata tidak hanya penyakit kulit saja, namun juga menyerang organ tubuh lainnya.
Lupus merupakan penyakit autoimun. Tubuh penderita membentuk kekebalan tubuh terhadap organ tubuhnya sendiri. Misalnya terjadi pada ginjal, hati, sendi, sel darah, dan lain sebagainya. Di dalam tubuh seseorang terdapat antibodi yang berfungsi menyerang penyakit yang akan masuk ke dalam tubuh. Seseorang yang terkena penyakit ini, di dalam tubuhnya kan membentuk antibodi yang berlebihan. Akibatnya, antibodi justru menyerang sel dan jaringan tubuh yang sehat.
Antibodi yang berlebihan tersebut masuk ke seluruh jaringan tubuh dengan beberapa cara, yaitu:
1. Antibodi dapat langsung menyerang sel tubuh seperti sel darah merah, sehingga menyebabkan sel hancur. Hal inilah yang menyebabkan penderita kekurangan sel darah merah atau anemia.
2. Antibodi dapat bergabung dengan antigen yang merupakan zat perangsang pembentukkan antibodi, yang kemudian membentuk ikatan yang disebut kompleks imun. Gabungan antibodi dan antigen akan mengalir bersama darah hingga tersangkut di pembuluh darah kapiler dan menimbulkan peradangan.
Dalam keadaan normal, komplek imun itu akan dibatasi oleh sel radang (fagosit). Namun dalam keadaan tidak normal, kompleks imun tidak dapat diatasi dengan baik. Sel radang tadi bertambah banyak dengan mengeluarkan enzim yang menimbulkan peradangan komplek. Akibatnya, proses peradangan akan berkepanjangan dan merusak organ tubuh, mengganggu fungsinya.Hal itu akan terlihat sebagai gejala penyakit yang dalam jangka panjang akan mengganggu fungsi organ tubuh. Lupus juga dikenal sebagai penyakit seribu wajah karena menyerangn semua sistem organ dan gejalanya bervariasi.
Penyakit lupus dapat diderita siapa saja tanpa kecuali. Namun wanita lebih beresiko 6 hingga 10 kali dibandingkan pria, terutama pada usia 15 hingga 50 tahun. Karenanya, lupus seringkali menimbulkan berbagai masalah kesehatan, contohnya saja keguguran (jika seorang wanita sedang hamil terkena penyakit lupus), gangguan perkembangan janin, atau dapat menyebabkan bayi meninggal saat dilahirkan.
Bangsa Asia dan Afrika lebih rentan terkena penyakit in dibandingkan dengan kulit putih.
Penyebab penyakit lupus belum dapat diketahui, namun telah diketahui beberapa alasan mengapa wanita mudah terkena penyakit ini. Di antaranya :
1. Adanya dugaan kuat bahwa lupus berhubungan dengan hormon estrogen. Hal ini dapat dilihat oleh banyaknya wanita usia produktif yang terkena lupus.
2. Lingkungan ikut berperan serta, seperti infeksi, sinar ultra violet, alergi, stres, pemakaian obat-obat tertentu.
3. Faktor keturunan. Namun seberapa besar pengaruhnya berbeda pada setiap orang.
Pengobatan terhadap penyakit lupus dilakukan dengan memberikan obat hormon yang disebut steroid. Pengobatan terhadpa penyakit ini memerlukan pengobatan jangka panjang. Sekali penderita menghentikan pengobatannya, maka ia harus mengulanginya lagi dari awal. Selain itu dianjurkan juga untuk menghindari faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit ini, seperti terkena sinar matahari yang berlebihan, stres, dll. Bangunlah sikap mental positif olahraga, mengkonsumsi nutrisi yang cukup, dan lakukan kontrol rutin dengan dokter.
Dahulu pada awalnya, penyakit lupus dianggap sebagai penyakit kulit biasa, namun pada tahun berikutnya, dokter menyadari bahwa lupus ternyata tidak hanya penyakit kulit saja, namun juga menyerang organ tubuh lainnya.
Lupus merupakan penyakit autoimun. Tubuh penderita membentuk kekebalan tubuh terhadap organ tubuhnya sendiri. Misalnya terjadi pada ginjal, hati, sendi, sel darah, dan lain sebagainya. Di dalam tubuh seseorang terdapat antibodi yang berfungsi menyerang penyakit yang akan masuk ke dalam tubuh. Seseorang yang terkena penyakit ini, di dalam tubuhnya kan membentuk antibodi yang berlebihan. Akibatnya, antibodi justru menyerang sel dan jaringan tubuh yang sehat.
Antibodi yang berlebihan tersebut masuk ke seluruh jaringan tubuh dengan beberapa cara, yaitu:
1. Antibodi dapat langsung menyerang sel tubuh seperti sel darah merah, sehingga menyebabkan sel hancur. Hal inilah yang menyebabkan penderita kekurangan sel darah merah atau anemia.
2. Antibodi dapat bergabung dengan antigen yang merupakan zat perangsang pembentukkan antibodi, yang kemudian membentuk ikatan yang disebut kompleks imun. Gabungan antibodi dan antigen akan mengalir bersama darah hingga tersangkut di pembuluh darah kapiler dan menimbulkan peradangan.
Dalam keadaan normal, komplek imun itu akan dibatasi oleh sel radang (fagosit). Namun dalam keadaan tidak normal, kompleks imun tidak dapat diatasi dengan baik. Sel radang tadi bertambah banyak dengan mengeluarkan enzim yang menimbulkan peradangan komplek. Akibatnya, proses peradangan akan berkepanjangan dan merusak organ tubuh, mengganggu fungsinya.Hal itu akan terlihat sebagai gejala penyakit yang dalam jangka panjang akan mengganggu fungsi organ tubuh. Lupus juga dikenal sebagai penyakit seribu wajah karena menyerangn semua sistem organ dan gejalanya bervariasi.
Penyakit lupus dapat diderita siapa saja tanpa kecuali. Namun wanita lebih beresiko 6 hingga 10 kali dibandingkan pria, terutama pada usia 15 hingga 50 tahun. Karenanya, lupus seringkali menimbulkan berbagai masalah kesehatan, contohnya saja keguguran (jika seorang wanita sedang hamil terkena penyakit lupus), gangguan perkembangan janin, atau dapat menyebabkan bayi meninggal saat dilahirkan.
Bangsa Asia dan Afrika lebih rentan terkena penyakit in dibandingkan dengan kulit putih.
Penyebab penyakit lupus belum dapat diketahui, namun telah diketahui beberapa alasan mengapa wanita mudah terkena penyakit ini. Di antaranya :
1. Adanya dugaan kuat bahwa lupus berhubungan dengan hormon estrogen. Hal ini dapat dilihat oleh banyaknya wanita usia produktif yang terkena lupus.
2. Lingkungan ikut berperan serta, seperti infeksi, sinar ultra violet, alergi, stres, pemakaian obat-obat tertentu.
3. Faktor keturunan. Namun seberapa besar pengaruhnya berbeda pada setiap orang.
Pengobatan terhadap penyakit lupus dilakukan dengan memberikan obat hormon yang disebut steroid. Pengobatan terhadpa penyakit ini memerlukan pengobatan jangka panjang. Sekali penderita menghentikan pengobatannya, maka ia harus mengulanginya lagi dari awal. Selain itu dianjurkan juga untuk menghindari faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit ini, seperti terkena sinar matahari yang berlebihan, stres, dll. Bangunlah sikap mental positif olahraga, mengkonsumsi nutrisi yang cukup, dan lakukan kontrol rutin dengan dokter.
Berperang Melawan Serangan Anthrax
Penyakit Anthrax bukan merupakan penyakit yang asing di telinga kita. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis ini memang bakteri yang mematikan dan sulit dimusnahkan. Beberapa tahun lalu, daerah Kabupaten Bogor, yaitu Bojong Gede, Cibinong, Sukaraja, Cileungsi, Citeureup, dan Jonggol, dinyatakan positif sebagai wilayah endemik anthrax. Korban yang terjangkit saat itu, tercatat lebih dari 20 orang, dengan 2 orang meninggal.
Selama 10 tahun terakhir ini, berarti sudah sekitar 5 daerah yang terjangkit anthrax, yaitu Purwakarta, Karawang, Bekasi, Bogor, dan wilayah Jakarta Barat. Tidak mustahil wilayah yang rawan penyakit ini terus meluas. Hingga saat ini, daerah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, NTT, NTB, dan Timor Timur, termasuk kategori endemis.
Penyakit Anthrax
Penyakit anthrax diketahui sudah ada sejak zaman Mesir Kuno. Di tahun 1613, Eropa dilanda wabah penyakit ini dan tercatat sekitar 60 ribu orang tewas. Penyakit anthrax sangat ditakuti, karena bakteri penyebabnya dapat mematikan, mudah menyebar, sulit dimusnahkan dan bersifat zoonotik (dapat menular pada manusia).
Pada tahun 1877, Robert Koch mencoba mengembangbiakan bakteri ini untuk pertama kali. Penelitiannya menunjukkan adanya jamur sporadis pada jenis Bacillus yang terdapat dalam tubuh hewan.
Bakteri ini berbentuk spora bertangkai dan suka hidup serta berkembang biak di dalam tanah. Keluarnya bakteri tersebut bisa terjadi di musim kemarau panjang, karena ternak suka menarik rerumputan kering hingga ke akar-akarnya. Akibatnya spora anthrax yang selama ini bertahan hidup dalam tanah dan menempel di rumput, terbawa keluar dan berubah menjadi bakteri ganas. Kondisi tubuh ternak yang lemah akibat kekurangan makanan dan stres oleh suhu udara yang panas, juga semakin memudahkan serangan anthrax.
Ternak yang terserang anthrax ditandai dengan suhu yang tinggi, tampak gelisah, tidak mau makan, susah bernapas, detak jantung tidak beraturan, serta mati mendadak dalam waktu 1-2 hari. Ternak yang sudah mati oleh anthrax tidak boleh disayat, karena bakterinya akan menyebar ke tanah, dan bertahan hidup dalam bentuk spora selama 30-50 tahun. Bakteri Bacillus anthracis ini tidak mati bila direbus dalam air panas 100 derajat Celcius.
Penularan pada manusia dapat terjadi karena mengkonsumsi daging yang sudah terkena bakteri, adanya kontak sembrono dengan hewan yang sedang sakit anthrax, atau terkena tanah yang tercemar bakteri. Bakteri anthrax bisa masuk ke dalam tubuh melalui kulit, paru-paru, atau saluran pencernaan. Gejala umum serangan anthrax pada manusia berupa luka berwarna hitam, yang semakin lama semakin meradang, berbentuk bisul atau borok di kulit, juga mengalami halusinasi buruk, dan pernapasannya terganggu.
Perang Melawan Anthrax
Langkah untuk memerangi serangan anthrax ialah dengan mengurangi mengkonsumsi daging dan memperbanyak mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahahan.
Untuk semua hewan berkuku genap yang belum terkena, harus divaksinasi dan revaksinasi setiap enam bulan sekali. Sedangkan bagi manusia yang tertular tetap dapat diobati dengan pemberian antibiotika.
Dalam Buku Pedoman Pengendalian Penyakit Hewan Menular disebutkan, pemusnahan spora Bacillus anthracis dapat dilakukan antara lain dengan uap panas bersuhu 90 derajat Celcius selama 45 menit, air mendidih atau uap basah bersuhu 100 derajat Celcius selama 10 menit, dan panas kering pada suhu 120 derajat Celcius selama satu jam. Selain itu, untuk pencegahan sebaiknya wilayah yang sudah tercemar segera ditinggalkan, dan hanya dimanfaatkan untuk tanaman keras, seperti pepohonan.
Selama 10 tahun terakhir ini, berarti sudah sekitar 5 daerah yang terjangkit anthrax, yaitu Purwakarta, Karawang, Bekasi, Bogor, dan wilayah Jakarta Barat. Tidak mustahil wilayah yang rawan penyakit ini terus meluas. Hingga saat ini, daerah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, NTT, NTB, dan Timor Timur, termasuk kategori endemis.
Penyakit Anthrax
Penyakit anthrax diketahui sudah ada sejak zaman Mesir Kuno. Di tahun 1613, Eropa dilanda wabah penyakit ini dan tercatat sekitar 60 ribu orang tewas. Penyakit anthrax sangat ditakuti, karena bakteri penyebabnya dapat mematikan, mudah menyebar, sulit dimusnahkan dan bersifat zoonotik (dapat menular pada manusia).
Pada tahun 1877, Robert Koch mencoba mengembangbiakan bakteri ini untuk pertama kali. Penelitiannya menunjukkan adanya jamur sporadis pada jenis Bacillus yang terdapat dalam tubuh hewan.
Bakteri ini berbentuk spora bertangkai dan suka hidup serta berkembang biak di dalam tanah. Keluarnya bakteri tersebut bisa terjadi di musim kemarau panjang, karena ternak suka menarik rerumputan kering hingga ke akar-akarnya. Akibatnya spora anthrax yang selama ini bertahan hidup dalam tanah dan menempel di rumput, terbawa keluar dan berubah menjadi bakteri ganas. Kondisi tubuh ternak yang lemah akibat kekurangan makanan dan stres oleh suhu udara yang panas, juga semakin memudahkan serangan anthrax.
Ternak yang terserang anthrax ditandai dengan suhu yang tinggi, tampak gelisah, tidak mau makan, susah bernapas, detak jantung tidak beraturan, serta mati mendadak dalam waktu 1-2 hari. Ternak yang sudah mati oleh anthrax tidak boleh disayat, karena bakterinya akan menyebar ke tanah, dan bertahan hidup dalam bentuk spora selama 30-50 tahun. Bakteri Bacillus anthracis ini tidak mati bila direbus dalam air panas 100 derajat Celcius.
Penularan pada manusia dapat terjadi karena mengkonsumsi daging yang sudah terkena bakteri, adanya kontak sembrono dengan hewan yang sedang sakit anthrax, atau terkena tanah yang tercemar bakteri. Bakteri anthrax bisa masuk ke dalam tubuh melalui kulit, paru-paru, atau saluran pencernaan. Gejala umum serangan anthrax pada manusia berupa luka berwarna hitam, yang semakin lama semakin meradang, berbentuk bisul atau borok di kulit, juga mengalami halusinasi buruk, dan pernapasannya terganggu.
Perang Melawan Anthrax
Langkah untuk memerangi serangan anthrax ialah dengan mengurangi mengkonsumsi daging dan memperbanyak mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahahan.
Untuk semua hewan berkuku genap yang belum terkena, harus divaksinasi dan revaksinasi setiap enam bulan sekali. Sedangkan bagi manusia yang tertular tetap dapat diobati dengan pemberian antibiotika.
Dalam Buku Pedoman Pengendalian Penyakit Hewan Menular disebutkan, pemusnahan spora Bacillus anthracis dapat dilakukan antara lain dengan uap panas bersuhu 90 derajat Celcius selama 45 menit, air mendidih atau uap basah bersuhu 100 derajat Celcius selama 10 menit, dan panas kering pada suhu 120 derajat Celcius selama satu jam. Selain itu, untuk pencegahan sebaiknya wilayah yang sudah tercemar segera ditinggalkan, dan hanya dimanfaatkan untuk tanaman keras, seperti pepohonan.
Bunuh Sel Kanker dengan Teknik Nanopartikel?
Saat ini telah ditemukan cara untuk membunuh sel-sel kanker dengan cara menginjeksikan partikel-partikel berukuran sangat kecil yang akan menyerang hanya pada sel-sel tubuh yang sakit. Tim peneliti menggunakan partikel kecil tersebut dengan dosis lethal pada kemoterapi dan ketika diinjeksikan, targetnya hanya pada sel-sel kanker saja. Para peneliti melakukan penelitian tersebut pada sel-sel yang ditumbuhkan dalam kultur laboratorium dan juga pada tikus yang telah dijangkiti dengan tumor prostat manusia. Hasil penelitiannya telah dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences. Pada tikus percobaan, tumor terlihat semakin menyusut dan semua tikus tetap hidup.
Injeksi tunggal nanopartikel diduga dapat menghancurkan tumor dalam lima dari tujuh kali perlakuan injeksi pada hewan, dan terjadi reduksi tumor yang signifikan dibandingkan dengan kontrol.
Jika semua bagian dalam penelitian tersebut dijamin aman, maka harus diuji lebih lanjut agar terbukti aman pada manusia. Para peneliti mendukung agar dilakukan pengujian lebih jauh pada hewan yang lebih besar dan juga pada manusia.
Beberapa laporan menyatakan bahwa teknik nanopartikel dapat menyebabkan kerusakan terhadap sel dan bersifat berbahaya bagi kesehatan karena ukurannya yang sangat kecil, dan beberapa ahli mendukung penelitian lebih lanjut lagi sebelum konsep tersebut digunakan secara luas.
Pada penelitian tersebut, para peneliti membuat suatu potongan-potongan nanopartikel (partikel kecil yang memiliki rongga) yang dikombinasi dengan obat docetaxel.
Partikel-partikel tersebut dibuat agar larut dalam cairan internal sel, kemudian melepaskan obat anti kanker, baik secara lambat maupun secara cepat. Untuk meyakinkan bahwa hanya sel-sel target saja yang terkena, biasanya pada nanopartikel ditambahkan dengan molekul target pada bagian luarnya, yang disebut dengan aptamers (potongan kecil dari materi genetik). Aptamers secara spesifik akan mengenal permukaan molekul dari sel-sel kanker dan menghindari sel-sel yang normal.
Para peneliti memilih nanopartikel sebagai suatu obat pembawa (vehicles) karena ukurannya yang sangat kecil sehingga sel tubuh siap untuk menyerapnya ketika berada di permukaan sel.
Sumber: Proceedings of the National Academy of Sciences
Injeksi tunggal nanopartikel diduga dapat menghancurkan tumor dalam lima dari tujuh kali perlakuan injeksi pada hewan, dan terjadi reduksi tumor yang signifikan dibandingkan dengan kontrol.
Jika semua bagian dalam penelitian tersebut dijamin aman, maka harus diuji lebih lanjut agar terbukti aman pada manusia. Para peneliti mendukung agar dilakukan pengujian lebih jauh pada hewan yang lebih besar dan juga pada manusia.
Beberapa laporan menyatakan bahwa teknik nanopartikel dapat menyebabkan kerusakan terhadap sel dan bersifat berbahaya bagi kesehatan karena ukurannya yang sangat kecil, dan beberapa ahli mendukung penelitian lebih lanjut lagi sebelum konsep tersebut digunakan secara luas.
Pada penelitian tersebut, para peneliti membuat suatu potongan-potongan nanopartikel (partikel kecil yang memiliki rongga) yang dikombinasi dengan obat docetaxel.
Partikel-partikel tersebut dibuat agar larut dalam cairan internal sel, kemudian melepaskan obat anti kanker, baik secara lambat maupun secara cepat. Untuk meyakinkan bahwa hanya sel-sel target saja yang terkena, biasanya pada nanopartikel ditambahkan dengan molekul target pada bagian luarnya, yang disebut dengan aptamers (potongan kecil dari materi genetik). Aptamers secara spesifik akan mengenal permukaan molekul dari sel-sel kanker dan menghindari sel-sel yang normal.
Para peneliti memilih nanopartikel sebagai suatu obat pembawa (vehicles) karena ukurannya yang sangat kecil sehingga sel tubuh siap untuk menyerapnya ketika berada di permukaan sel.
Sumber: Proceedings of the National Academy of Sciences
Keunggulan Konsumsi Tempe
Kandungan nutrisi yang terdapat di dalam tempe sangatlah tinggi. Tempe dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan asam amino, seperti tryptophan, threonin, isoleusin, valin, dan histidin. Tempe juga mengandung vitamin B12 yang dihasilkan dari aktivitas mikroba dalam proses fermentasi.
Jika kita mengonsumsi tempe setiap hari, hal itu dapat memenuhi 62% protein yang dibutuhkan oleh tubuh, 35% riboflavin, 34% magnesium, 108% mangan, dan 46% tembaga. Selain itu, tempe hanya mengandung 3.7 gram lemak jenuh dan kurang dari 329 kalori.
Kandungan nilai gizi tempe jauh lebih baik dibandingkan kedelai biasa. Kandungan asam amino bebasnya lebih tinggi 24 kali lipat. Nilai serat, vitamin B kompleks, efisiensi protein, dan nilai asam lemak bebasnya juga lebih baik. Itulah yang menyebabkan tempe berperan sebagai sumber protein sempurna bagi penderita diabetes. Kandungan tinggi seratnya berfungsi mengendalikan kadar gula darah dan mencegah diare pada anak kecil.
Kadar zat besinya yang tinggi, yaitu 4 mg/100 gram, menyebabkan tempe dapat mengatasi masalah anemia. Proses fermentasi dalam pembuatan tempe akan mengaktifkan enzim fitase sehingga dapat meningkatkan adsorpsi besi di dalam darah.
Keunggulan yang dikandung dalam tempe adalah sebagai berikut:
1. Sumber antioksidan yang mengandung isoflavon aglikon sebagai pencegah kanker.
2. Sumber antibiotik, zat antibakteri yang memperkecil peluang terjadinya infeksi.
3. Hipokolesterolemik, menurunkan lipid atau lemak dalam darah.
4. Sumber vitamin B.
5. Mengandung vitamin B12. Vitamin tersebut umumnya terdapat dalam produk hewani tapi tidak dijumpai pada makanan nabati, seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian.
6. Mengandung delapan macam asam amino esensial dan asam lemak tidak jenuh.
7. Mengandung serat tinggi.
8. Mudah dicerna oleh semua kelompok umur, dari bayi sampai usia lanjut.
9. Pengolahan kedelai menjadi tempe menurunkan kadar raffinosa dan stakiosa, yang memicu timbulnya gejala flatulensi.
Jika kita mengonsumsi tempe setiap hari, hal itu dapat memenuhi 62% protein yang dibutuhkan oleh tubuh, 35% riboflavin, 34% magnesium, 108% mangan, dan 46% tembaga. Selain itu, tempe hanya mengandung 3.7 gram lemak jenuh dan kurang dari 329 kalori.
Kandungan nilai gizi tempe jauh lebih baik dibandingkan kedelai biasa. Kandungan asam amino bebasnya lebih tinggi 24 kali lipat. Nilai serat, vitamin B kompleks, efisiensi protein, dan nilai asam lemak bebasnya juga lebih baik. Itulah yang menyebabkan tempe berperan sebagai sumber protein sempurna bagi penderita diabetes. Kandungan tinggi seratnya berfungsi mengendalikan kadar gula darah dan mencegah diare pada anak kecil.
Kadar zat besinya yang tinggi, yaitu 4 mg/100 gram, menyebabkan tempe dapat mengatasi masalah anemia. Proses fermentasi dalam pembuatan tempe akan mengaktifkan enzim fitase sehingga dapat meningkatkan adsorpsi besi di dalam darah.
Keunggulan yang dikandung dalam tempe adalah sebagai berikut:
1. Sumber antioksidan yang mengandung isoflavon aglikon sebagai pencegah kanker.
2. Sumber antibiotik, zat antibakteri yang memperkecil peluang terjadinya infeksi.
3. Hipokolesterolemik, menurunkan lipid atau lemak dalam darah.
4. Sumber vitamin B.
5. Mengandung vitamin B12. Vitamin tersebut umumnya terdapat dalam produk hewani tapi tidak dijumpai pada makanan nabati, seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian.
6. Mengandung delapan macam asam amino esensial dan asam lemak tidak jenuh.
7. Mengandung serat tinggi.
8. Mudah dicerna oleh semua kelompok umur, dari bayi sampai usia lanjut.
9. Pengolahan kedelai menjadi tempe menurunkan kadar raffinosa dan stakiosa, yang memicu timbulnya gejala flatulensi.
Subscribe to:
Posts (Atom)
