Thursday, 30 January 2014

Cedera Kepala Anak dapat Berakibat Serius


Anak-anak yang mengalami cedera kepala, bahkan yang ringan sekalipun dapat mengalami risiko jangka panjang, termasuk mengalami perubahan kepribadian dan tingkah laku serta bermasalah dalam proses belajarnya.

Biasanya setelah mereka pulang dari perawatan di rumah sakit, sedikit yang mendapat pengawasan lebih lanjut di rumah. Padahal banyak diantaranya yang masih menunjukkan bahwa ada yang salah? pada diri mereka, yang berakibat pada perubahan tingkah laku dan kemampuan belajarnya.

Penelitian yang dilakukan di Inggris, terdapat lebih dari 500 anak-anak yang menderita cedera kepala lebih dari 6 tahun yang lalu, menunjukkan bahwa satu dari lima anak yang mengalami cedera kepala, bahkan yang ringan sekalipun, menunjukkan adanya perubahan kepribadian. Orang tua mereka melukiskan seperti mempunyai anak yang lain.

Anak-anak dengan cedera kepala ringan, 43% mengalami masalah tingkah laku dan kemampuan belajar. Sedang mereka dengan cedera kepala yang lebih berat, dua pertiganya mengalami masalah tersebut, dan separuhnya mengalami perubahan besar dalam kepribadiannya.

Jadi bila anak-anak mengalami cedera kepala, bahkan yang ringan sekalipun seyogyanya mendapat pengawasan yang ketat di rumah. Bila ditemukan tanda-tanda mencurigakan, segeralah bawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, sebelum berpengaruh lebih jauh pada tingkah laku dan kepribadiannya.

Sumber: Journal of Neurology, Neurosurgery, and Psychiatry

Air Atau Tisu Basah?


Sebaiknya membersihkan bagian bawah bayi kita, pakai apa ya? Membersihkan genital si kecil kini sudah bukan masalah besar apalagi ketika sedang bepergian, karena sudah ada tisu basah yang lebih praktis dan cukup aman.

Namun banyak ibu yang percaya penuh pada air. Apa pun pilihan anda, tetap perhatikan hal-hal ini:
  1. Pakai tisu yang dirancang khusus untuk bayi. Tisu jenis ini diklaim tidak mengandung alkohol. Tetapi, jika kulit bayi menunjukkan tanda-tanda iritasi (kulit menjadi lebih kering), segera dihentikan pemakaian.
  2. Saat membersihkan bokong bayi, baik menggunakan kapas basah atau tisu basah, pastikan menyekanya dari darah arah atas genital ke belakang ( dubur ). Dengan demikian, bakteri atau kuman penyakit dari dubur tidak pindah tempat ke genital.
  3. Bagian dalam genital bayi perempuan lebih baik dibersihkan dengan air mengalir untuk menghindari iritasi.
Air
  1. Murah
  2. Aman atau tidak beresiko menyebabkan iritasi pada kulit bayi.
  3. Tidak praktis, terutama bepergian dan sulit mendapat air bersih.
  4. Perlu alat bantu lain, seperti kapas bulat dan handuk bersih.
Tisu basah
  1. Praktis bisa dibawa ke mana saja.
    Minus 
  2. Resiko kulit bayi teriritasi, jika sensitif ternadap kimia yang terkandung di  dalamnya.                 
  3. Tidak ekonomis.

Makanan VS Kecerdasan Anak


Makanan anak harus bergizi, mungkin semua orang tua sudah paham. Berbagai kegunaan vitamin juga sudah banyak diketahui. Namun banyak orang tua yang masih menganggap bahwa anak sehat bila fisiknya terlihat sehat. Mengaitkan masalah tumbuh-kembang anak dengan fisiknya saja terjadi karena urusan kecerdasan anak masih dianggap bawaan dari lahir. Tergantung bibitnya!

Anggapan itu ada benarnya dan ada pula tidak benarnya. Gen, atau faktor keturunan mungkin sedikit banyak punya andil, tetapi dari hasil penelitian para ahli kecerdasan anak itu juga sangat tergantung pada pertumbuhan otaknya.

Pertumbuhan otak sendiri sangat peka terhadap berbagai gangguan. Setiap gangguan seperti kekurangan nutrisi, kekurangan zat asam, cidera, infeksi dan gangguan lain, dapat menghambat aspek pertumbuhan otak, yang akhirnya mempengaruhi kondisi si kecil, kesehatan maupun kecerdasannya.

Dari jumlah nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh-kembang si kecil, ada beberapa nutrisi yang berkaitan erat dengan tumbuh-kembang otak. Di antaranya adalah asam lemak esensial yang banyak terkandung dalam ikan laut (omega-3 dan omega-6), yang penting untuk koordinasi gerak dan daya ingat anak, lalu vitamin A yang dapat memperlancar fungsi otak, vitamin B-12 yang diperlukan untuk pertumbuhan sarung saraf sel otak bayi yang berfungsi sebagai bahan penghantar rangsang (impuls), serta Zn (seng) untuk melancarkan pertambahan sel otak.

Berdasarkan hasil penelitian terakhir para ahli diketahui bahwa dari Omega-3 ada bagian yang disebut DHA (Docosahexaenoic Acid) yang berperan cukup besar pada pertumbuhan otak yaitu untuk pembentukan dan fungsi sel otak, sekaligus untuk perkembangan retina/penglihatan.

Seperti yang telah disinggung di atas bahwa sumber DHA (Omega-3) adalah ikan laut, maka untuk kecerdasan si kecil menu ikan laut sedapat mungkin harus ada dalam makanannya. Bila ada kendala untuk melakukannya, Anda harus segera mencari alternatifnya. Antara lain, Anda dapat memilih makanan untuk anak yang dikemas sesuai dengan kebutuhan nutrisi anak dan dilengkapi dengan DHA.

Saat Si Kecil Demam


Demam merupakan gejala penyakit yang paling sering dialami si kecil. Si kecil yang sedang demam, tentu akan membuat resah orangtua. Padahal sebenarnya demam merupakan gejala yang baik, menjadi tanda bahwa tubuh si kecil sedang melawan infeksi yang menyerangnya. Jadi merupakan salah satu tanda mekanisme pertahanan tubuhnya. Yang terpenting dari demam adalah mengatasi penyebab penyakit yang mendasarinya. Bila penyebabnya telah teratasi, niscaya demam juga akan hilang.

Walaupun Anda merasa si kecil sedang demam, tapi cobalah lakukan pengukuran dengan termometer untuk memastikannya. Beberapa tempat pengukuran pada tubuh yang dilakukan akan memberikan batasan suhu untuk demam yang berbeda, misalnya:
  1. Pada pengukuran suhu di mulut, dikatakan demam bila suhunya sudah melebihi 37,8 derajat Celsius.
  2. Pada pengukuran suhu di lipat ketiak, dikatakan demam bila suhu sudah melebihi 37,2 derajat Celsius.
  3. Pada pengukuran suhu di dubur, demam bila suhunya sudah melebihi 38 derajat Celsius.
  4. Kuman, baik bakteri, virus maupun toksin (racun yang dikeluarkan oleh kuman) akan mengeluarkan molekul yang disebut dengan pirogen. Pirogen ini akan membuat bagian otak yang disebut dengan hipotalamus, yang berfungsi seperti termostat, akan di"setel" ke suhu yang lebih tinggi daripada biasanya. Inilah yang menyebabkan si kecil meningkat suhunya (demam).
Panduan yang dikeluarkan oleh Akademi Spesialis Anak Amerika, kapan sebaiknya si kecil yang sedang demam untuk segera dibawa ke dokter antara lain:
  1. Untuk bayi yang berusia 3 bulan atau kurang, dengan suhu dubur 38 derajat Celsius atau lebih.
  2. Untuk bayi yang berusia 3 hingga 6 bulan, jika suhu dubur 38,3 derajat Celsius atau lebih.
  3. Untuk anak diatas 6 bulan, dengan suhu dubur 40 derajat Celsius atau lebih
  4. Tapi yang perlu diingat, walaupun adanya panduan di atas, tetap harus dipertimbangkan dengan keadaan si kecil, penyakitnya dan gejala-gejala selain demam, sebelum memutuskan untuk membawa si kecil berobat. Oleh karena itu konsultasikanlah dengan dokter terlebih dahulu.

Tanda Perkembangan 3 hingga 5 tahun Terlambat


Si kecil kini sudah memasuki usia prasekolah, dan sudah sering berkumpul bersama teman-teman sebaya dalam kelas kelompok bermain. Si kecil sudah memperlihatkan kemandiriannya dan mulai memperhatikan orang dewasa dan anak-anak di luar keluarga.

Sosialisasi yang dilakukan dengan orang sekitarnya akan mengasah kepribadian dan cara berpikir serta bertindak. Si kecil sudah mulai bisa memakai baju dengan bantuan, senang bermain dengan teman-temannya, mengingat cerita atau kejadian tertentu dan dapat menyanyikan lagu yang pernah diajarkan kepadanya.

Untuk membantu perkembangannya:
  1. Dukung si kecil untuk bermain dengan anak lain, karena akan membantunya memahami arti membagi sesuatu dengan orang lain dan arti persahabatan.
  2. Bimbing si kecil untuk berbicara dalam kalimat yang lengkap, dan membantunya untuk menggunakan kata-kata yang tepat dan susunan kalimat yang benar.
  3. Tetaplah membaca untuk si kecil, agar si kecil mempunyai kecintaan akan buku. Seringlah ajak si kecil ke perpustakaan atau toko buku.
    Ajaklah si kecil untuk ikut membantu dalam tugas rumah sehari-hari yang sederhana.
  4. Tetap konsisten dan jelas dalam menegakkan disiplin pada si kecil. Berikan contoh perilaku yang Anda inginkan darinya.
Tanda-tanda keterlambatan perkembangan menurut AAP (American Academy of Pediatrics) tapi ingatlah untuk selalu berkonsultasi dengan dokter anak:
  1. Tidak mau berinteraksi dengan orang lain di luar lingkungan keluarganya.
  2. Tidak bisa memegang pensil atau krayon dengan ibu jari dan telunjuk.
  3. Tidak menunjukkan rasa ketertarikan akan permainan interaktif.
  4. Agresif, tidak mempunyai pengendalian diri saat marah atau kesal.
  5. Tidak bisa menggunakan kata "saya" dan "kamu" dengan tepat.
  6. Hanya sedikit rasa tertarik untuk bermain dengan anak sebaya lainnya.
  7. Tidak bisa dipisahkan dari orangtua.

Bayi Kolik? Cegah dengan Probiotik!


Menurut sebuah penelitian terbaru, terapi dengan menggunakan mikroorganisme Lactobacillus reuteri diketahui dapat mengurangi gejala kolik pada bayi.

Probiotik adalah mikroorganisme yang dapat membantu mengatur keseimbangan alami dari "bakteri baik" yang terdapat dalam saluran pencernaan. Keseimbangan itu dapat mengalami perubahan akibat obat antibiotik atau faktor lainnya sehingga menyebabkan sistem pencernaan menjadi tidak seimbang. Meskipun demikian, penyebab kolik tidak diketahui dan diduga berhubungan dengan nyeri akibat adanya gas dalam sistem pencernaan.

Sebuah studi yang pernah dipublikasikan dalam Journal Pediatrics melibatkan 90 bayi menyusui yang mengalami kolik. Usia dan berat badan mereka hampir sama, serta waktu dan cara menangisnya pun juga sama. Mereka secara acak diberikan terapi menggunakan simetichone atau L.reuteri. Sebanyak 41 anak diberikan terapi dengan probiotik (L.reuteri) dan 42 anak diberikan simetichone, kemudian dilakukan pemantauan selama 28 hari. 

Dalam 7 hari terapi, anak yang diberikan L.reuteri mengalami perbaikan kolik yang bermakna dibandingkan dengan anak yang menggunakan simethicone. Hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa 95% bayi yang diterapi memberikan respon yang baik dengan pemberian L.reuteri dibandingkan bayi yang diberikan simethicone, yaitu hanya 7%.

Mereka yang diterapi dengan L.reuteri menunjukkan tanda penurunan frekuensi menangisnya. Orang tuanya melaporkan bahwa kelompok anak yang diterapi dengan L.reuteri menangis 51 menit perhari, sedangkan kelompok anak yang diberikan simethicone waktu menangisnya 145 menit perhari.

Sebenarnya keamanan dari profil probiotik tersebutlah yang menjadi pilihan para ibu untuk memberikannya bersamaan dengan ASI yang diberikan untuk mencegah kolik pada bayinya.

Hingga kini tidak diketahui secara tepat bagaimana L.reuteri bekerja, kemungkinan disebutkan karena L.reuteri dapat meningkatkan kerja anti inflamasi di usus dan memiliki efek penting terhadap respon imun serta pergerakan sistem pencernaan.

Para peneliti juga menyebutkan bahwa ibu yang mengatur makanan bayinya sehingga  rendah kandungan alergen diduga akan menurunkan kejadian kolik pada bayi tersebut.

Sumber : Journal Pediatrics

Tumbuh Kembang Usia 4 Bulan


Di usia 4 bulan ini, bayi Anda akan sering membuat kejutan, tentu saja menyenangkan karena ini menyangkut kemajuan kemampuannya. Misalnya ia mulai dapat menggulingkan tubuhnya ke samping kanan dan kiri. Untuk melatihnya, Anda dapat meletakkan mainan yang menarik di sebelahnya. Temani dan berikan senyum untuk menyemangati keragu-raguannya.

Bayi Anda juga semakin tertarik untuk meraih sesuatu dan mencoba menggenggamnya. Hati-hati, gerakannya kemudian adalah mencoba memasukkan benda-benda asing itu ke mulut mungilnya.

Si mungil ini juga seringkali berusaha menahan kepala tetap tegak ketika badannya miring. Jika bayi agak malas mengangkat kepala, bujuklah dengan membantu mengangkat kepalanya perlahan atau memanggilnya dengan suara-suara menarik.

Selain tertarik memegang barang, ia juga mulai senang menyentuh kulit orang-orang sekitarnya. Ia mulai menunjukkan rasa sayangnya pada orang-orang terdekat. Buktinya, ia akan mengeluarkan suara-suara tetap untuk orang-orang favoritnya.

Hal yang paling menyenangkan, di bulan inilah pertama kali Anda bisa menikmati tawanya yang tergelak-gelak, semua tubuhnya bergerak dan air wajahnya gembira. Buatlah suasana senang dan hati lega agar ia mudah tertawa.

Jangan terkejut jika:
  1. Bayi Anda menjatuhkan dan melempar barang dan menangis tiba-tiba. Ini hanya salah satu cara menarik perhatian orang-orang di sekelilingnya.
  2. Ia menangis digendong orang yang baru dikenalnya, karena saat ini ia mulai memilih dekat dengan orang yang dicintainya, misalnya ibunya.
Saat ini otaknya berkembang dan mempelajari sesuatu dengan meniru dan mengulang. Mulailah aktif mengajari bayi Anda mengatakan kata-kata sederhana dan tepat, misalnya tunjukkan botol susu dengan menyebut susu, bukan cucu. Variasikan dengan bunyi-bunyi menarik, misalnya kereta: tut...tut..., balon pecah: dor..., serta suara-suara binatang.

Sesekali, pakai bantuan kaca di depan wajahnya untuk melatih ekspresi dan menyebut satu kata. Walaupun kadang-kadang diam saja, ulangi beberapa kali. Cara ini juga sering memancing tawanya yang menggemaskan.