Makanan selingan bagi anak pada usia balita membutuhkan makanan yang mengandung zat-zat gizi yang diperlukan oleh tubuh sesuai dengan perkembangan usianya. Makanan seimbang pada usia ini perlu diterapkan karena akan mempengaruhi kualitas hidupnya jika mereka sudah dewasa.
Gizi makanan sangat mempengaruhi pertumbuhan tubuh maupun sel-sel otak sehingga mereka dapat tumbuh optimal dan cerdas. Oleh sebab itu, keseimbangan gizi dalam makanan perlu diperhatikan sejak masih janin dalam kandungan melalui makanan yang dikonsumsi ibu hamil. Perlu diketahui, sel-sel otak memiliki pertumbuhan yang paling cepat hingga usia 3 hingga 4 tahun.
Pemberian makanan balita sebaiknya bervariasi, menggunakan makanan yang memang telah dikenalkan sejak bayi berusia enam bulan, dan dikembangkan lagi dengan bahan makanan sesuai makanan keluarga. Pembentukan pola makan perlu diterapkan sesuai pola makan keluarga. Selain itu, peran orangtua juga sangat dibutuhkan untuk membentuk perilaku makan yang sehat. Seorang ibu sebaiknya mengetahui dan menerapkan pola makan yang seimbang dan sehat dalam keluarga karena si anak akan meniru perilaku makan dari orangtua maupun orang-orang di sekelilingnya dalam keluarga.
Makanan selingan tidak kalah pentingnya untuk diberikan pada jam-jam di antara makan pokoknya. Makanan selingan dapat membantu anak jika porsi makannya tidak cukup atau karena si anak susah makan. Namun, pemberian makanan selingan yang berlebihan pun tidak baik karena akan mengganggu nafsu makannya.
Makanan selingan sebaiknya mengandung zat gizi lengkap yaitu sumber karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya.
Fungsi makanan selingan bagi balita antara lain, yaitu:
1. Memperkenalkan aneka jenis bahan makanan yang terkandung dalam makanan selingan
2. Melengkapi zat-zat gizi yang mungkin kurang dalam makanan utamanya (pagi, siang, dan malam)
3. Mengisi kekurangan kalori akibat banyaknya aktivitas anak pada usia balita
4. Makanan selingan sebaiknya dibuat sendiri di rumah sehingga sangat higienis dibandingkan jika harus dibeli di luar rumah. Bila ibu terpaksa membeli, sebaiknya pilih tempat yang bersih dan pilih makanan yang lengkap akan gizi, jangan didominasi dengan sumber karbohidrat atau gula saja. Jika sejak kecil, anak sangat senang mengonsumsi gula, maka kebiasaan tersebut akan dibawa sampai mereka dewasa dan akhirnya menimbulkan risiko kegemukan. Kegemukan merupakan faktor risiko penyebab terserangnya penyakit tertentu di usia yang relatif muda.
Sunday, 27 February 2011
Bahan Pembersih Rumah Risiko Timbulkan Asma Anak
Paparan ibu hamil dengan bahan pembersih rumah seperti desinfektan, pemutih, cairan pembersih jendela dan sebagainya, akan membuat janin berisiko untuk mengalami wheezing menetap saat usianya mencapai masa anak-anak.
Anak-anak yang dilahirkan dari keluarga yang menggunakan terbanyak bahan-bahan ini, berisiko dua kali lipat untuk mengalami wheezing, dibanding dengan anak-anak yang berasal dari keluarga yang menggunakan paling sedikit.
Wheezing adalah suara yang timbul pada saat seseorang bernafas, yang disebabkan karena adanya penyempitan pada saluran nafasnya. Wheezing ini dapat menjadi tanda yang dapat berkembang menjadi asma.
Penelitian ini dilakukan terhadap sekitar 14.000 anak dari 7.019 keluarga. Ibu-ibu hamil dari keluarga tersebut ditanyakan akan seberapa seringnya mereka menggunakan bahan-bahan pembersih dalam rumah seperti desinfektan (87,4%), pemutih (84,8%), pembersih karpet (35,5%), pengharum ruangan (68%), pembersih jendela (60,5%), cat/pernis (32,9%), pestida/insektisida (21,2%).
Para peneliti melakukan perhitungan total bahan kimia yang dipakai setiap keluarga, seberapa sering mereka gunakan, kemudian dibandingkan dengan laporan ibu akan adanya wheezing pada anak-anaknya. Anak-anak tersebut diikuti hingga usia 3,5 tahun dan 432 anak (6,2%) mengalami wheezing menetap sejak bayi.
Semakin sering bahan-bahan pembersih rumah tangga itu dipakai, semakin tinggi risiko anak-anak tersebut mengalami wheezing menetap. Sementara, orangtua perokok, riwayat asma dalam keluarga dan rumah yang lembab juga telah diperhitungkan. Penelitian sebelumnya, juga mendukung hal ini.
Walaupun penelitian ini tidak menyimpulkan bahwa bahan-bahan rumah tangga tersebut dapat menyebabkan anak menderita asma, tapi telah menunjukkan akan adanya hubungan antara keduanya. Dan perlu diwaspadai bahwa paparan yang terjadi selama janin dalam kandungan, walaupun itu hanya berupa paparan dalam udara, berisiko menyebabkan gangguan pada paru-paru anak di kemudian hari.
Sumber: Jurnal Thorax
Anak-anak yang dilahirkan dari keluarga yang menggunakan terbanyak bahan-bahan ini, berisiko dua kali lipat untuk mengalami wheezing, dibanding dengan anak-anak yang berasal dari keluarga yang menggunakan paling sedikit.
Wheezing adalah suara yang timbul pada saat seseorang bernafas, yang disebabkan karena adanya penyempitan pada saluran nafasnya. Wheezing ini dapat menjadi tanda yang dapat berkembang menjadi asma.
Penelitian ini dilakukan terhadap sekitar 14.000 anak dari 7.019 keluarga. Ibu-ibu hamil dari keluarga tersebut ditanyakan akan seberapa seringnya mereka menggunakan bahan-bahan pembersih dalam rumah seperti desinfektan (87,4%), pemutih (84,8%), pembersih karpet (35,5%), pengharum ruangan (68%), pembersih jendela (60,5%), cat/pernis (32,9%), pestida/insektisida (21,2%).
Para peneliti melakukan perhitungan total bahan kimia yang dipakai setiap keluarga, seberapa sering mereka gunakan, kemudian dibandingkan dengan laporan ibu akan adanya wheezing pada anak-anaknya. Anak-anak tersebut diikuti hingga usia 3,5 tahun dan 432 anak (6,2%) mengalami wheezing menetap sejak bayi.
Semakin sering bahan-bahan pembersih rumah tangga itu dipakai, semakin tinggi risiko anak-anak tersebut mengalami wheezing menetap. Sementara, orangtua perokok, riwayat asma dalam keluarga dan rumah yang lembab juga telah diperhitungkan. Penelitian sebelumnya, juga mendukung hal ini.
Walaupun penelitian ini tidak menyimpulkan bahwa bahan-bahan rumah tangga tersebut dapat menyebabkan anak menderita asma, tapi telah menunjukkan akan adanya hubungan antara keduanya. Dan perlu diwaspadai bahwa paparan yang terjadi selama janin dalam kandungan, walaupun itu hanya berupa paparan dalam udara, berisiko menyebabkan gangguan pada paru-paru anak di kemudian hari.
Sumber: Jurnal Thorax
Suka Duka Menyusui
ASI merupakan makanan pertama dan utama di awal kehidupan seorang bayi. Mudah dipahami bahwa secara alamiah, ASI merupakan makanan yang paling mudah dicerna oleh bayi. ASI sangat kaya akan zat gizi dan memiliki komposisi nutrisi yang seimbang sesuai dengan kebutuhan bayi.
Terdapat lebih dari 100 jenis zat gizi yang ada dalam ASI, misalnya laktosa, omega 3, omega 6, AA, DHA, Sphyngomyelin, bahkan prebiotik alami. AA dan DHA sudah sangat dikenal sebagai komponen yang mendukung perkembangan kecerdasan anak. Jumlah dan komposisi ASI pun mengikuti kebutuhan bayi. ASI selalu tersedia dalam temperatur yang tepat bagi si buah hati. Selain itu, harganya tentu lebih murah daripada susu formula.
Mengapa bayi dianjurkan mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan?
Dari segi kecerdasan, diketahui bahwa bayi yang mendapatkan ASI umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi.
Dari segi kesehatan, anak yang mendapat ASI memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat (karena adanya antibodi pada ASI) sehingga risiko terjadinya berbagai penyakit, seperti penyakit saluran pernafasan akut dan saluran cerna, lebih rendah.
Pemberian ASI juga berkaitan dengan penurunan risiko beberapa penyakit kronik bahkan juga risiko terjadinya alergi.
ASI eksklusif dapat menurunkan risiko kematian bayi.
Dari segi psikologis, terjalin hubungan yang lebih dekat antara ibu dan bayi sehingga memberikan efek emosional yang positif (emotional bonding). Anak merasa tentram, aman dan disayang. Ikatan batin pun akan menjadi lebih erat.
Salah satu faktor yang menyebabkan ASI kurang lancar justru adalah perasaan khawatir dari ibu bahwa ASI-nya tidak keluar atau tidak cukup. Perasaan dan pikiran positif akan mendukung pengeluaran ASI yang baik, sebaliknya perasaan dan pikiran negatif seperti khawatir, cemas, bingung dan sedih dapat menurunkan produksi ASI. Faktor lain adalah rasa sakit saat menyusui karena belum terbiasanya ibu dalam menyusui atau karena teknik menyusui yang kurang tepat. Selain itu, payudara yang penuh akan merangsang terbentuknya suatu zat yang dapat menghentikan pembentukan ASI. Faktor yang tidak kalah pentingnya dalam keberhasilan pemberian ASI adalah pemberian ASI yang sedini mungkin. Bila bayi telah diberikan dot, kegagalan menghisap dari puting susu ibunya dapat terjadi. Hal ini disebabkan cara menghisap susu melalui dot sangat berbeda (dan relatif lebih mudah) bila dibandingkan dengan cara menghisap susu ibu.
Bagaimana agar ASI ibu lancar dan banyak? Apa saja yang mempengaruhinya? Ibu tentu harus menjaga kesehatannya agar tetap baik. Istirahat yang cukup dan nutrisi yang baik merupakan salah satu faktor dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan ibu. Bila faktor psikologis menjadi penyebab berkurangnya produksi ASI, suami dapat berperan untuk memberikan dukungan psikologis agar pikiran dan perasaan ibu menjadi tenang, bahagia dan rasa percaya diri pun meningkat. Dengan demikian diharapkan dapat memberikan stimulasi positif dalam pengeluaran ASI. Berikanlah pengisapan ASI pada jam pertama. Jangan khawatir dengan anggapan bahwa di jam pertama, ASI belum keluar. Cairan bening yang keluar adalah cairan kolostrum, yang sangat bermanfaat bagi sang buah hati. Pengisapan pada jam pertama diduga dapat merangsang pengeluaran ASI selanjutnya.
Makanan seperti apa yang sebaiknya dikonsumsi oleh ibu menyusui? Makanan tentu akan berpengaruh terhadap kualitas ASI. Bila ibu mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, kita dapat mengharapkan bahwa ASI yang dihasilkan pun tentu lebih berkualitas.
Terdapat lebih dari 100 jenis zat gizi yang ada dalam ASI, misalnya laktosa, omega 3, omega 6, AA, DHA, Sphyngomyelin, bahkan prebiotik alami. AA dan DHA sudah sangat dikenal sebagai komponen yang mendukung perkembangan kecerdasan anak. Jumlah dan komposisi ASI pun mengikuti kebutuhan bayi. ASI selalu tersedia dalam temperatur yang tepat bagi si buah hati. Selain itu, harganya tentu lebih murah daripada susu formula.
Mengapa bayi dianjurkan mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan?
Dari segi kecerdasan, diketahui bahwa bayi yang mendapatkan ASI umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi.
Dari segi kesehatan, anak yang mendapat ASI memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat (karena adanya antibodi pada ASI) sehingga risiko terjadinya berbagai penyakit, seperti penyakit saluran pernafasan akut dan saluran cerna, lebih rendah.
Pemberian ASI juga berkaitan dengan penurunan risiko beberapa penyakit kronik bahkan juga risiko terjadinya alergi.
ASI eksklusif dapat menurunkan risiko kematian bayi.
Dari segi psikologis, terjalin hubungan yang lebih dekat antara ibu dan bayi sehingga memberikan efek emosional yang positif (emotional bonding). Anak merasa tentram, aman dan disayang. Ikatan batin pun akan menjadi lebih erat.
Salah satu faktor yang menyebabkan ASI kurang lancar justru adalah perasaan khawatir dari ibu bahwa ASI-nya tidak keluar atau tidak cukup. Perasaan dan pikiran positif akan mendukung pengeluaran ASI yang baik, sebaliknya perasaan dan pikiran negatif seperti khawatir, cemas, bingung dan sedih dapat menurunkan produksi ASI. Faktor lain adalah rasa sakit saat menyusui karena belum terbiasanya ibu dalam menyusui atau karena teknik menyusui yang kurang tepat. Selain itu, payudara yang penuh akan merangsang terbentuknya suatu zat yang dapat menghentikan pembentukan ASI. Faktor yang tidak kalah pentingnya dalam keberhasilan pemberian ASI adalah pemberian ASI yang sedini mungkin. Bila bayi telah diberikan dot, kegagalan menghisap dari puting susu ibunya dapat terjadi. Hal ini disebabkan cara menghisap susu melalui dot sangat berbeda (dan relatif lebih mudah) bila dibandingkan dengan cara menghisap susu ibu.
Bagaimana agar ASI ibu lancar dan banyak? Apa saja yang mempengaruhinya? Ibu tentu harus menjaga kesehatannya agar tetap baik. Istirahat yang cukup dan nutrisi yang baik merupakan salah satu faktor dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan ibu. Bila faktor psikologis menjadi penyebab berkurangnya produksi ASI, suami dapat berperan untuk memberikan dukungan psikologis agar pikiran dan perasaan ibu menjadi tenang, bahagia dan rasa percaya diri pun meningkat. Dengan demikian diharapkan dapat memberikan stimulasi positif dalam pengeluaran ASI. Berikanlah pengisapan ASI pada jam pertama. Jangan khawatir dengan anggapan bahwa di jam pertama, ASI belum keluar. Cairan bening yang keluar adalah cairan kolostrum, yang sangat bermanfaat bagi sang buah hati. Pengisapan pada jam pertama diduga dapat merangsang pengeluaran ASI selanjutnya.
Makanan seperti apa yang sebaiknya dikonsumsi oleh ibu menyusui? Makanan tentu akan berpengaruh terhadap kualitas ASI. Bila ibu mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, kita dapat mengharapkan bahwa ASI yang dihasilkan pun tentu lebih berkualitas.
Hidup Sehat bagi Ibu Hamil
Dengan bertambahnya usia kehamilan dan semakin membesarnya perut, akan timbul rasa tidak nyaman, baik dari segi fisik maupun penampilan. Pada kondisi ini, wanita hamil dianjurkan untuk tetap merawat dan menjaga kesehatan pribadi. Walaupun rasa malas sering muncul, wanita hamil dianjurkan untuk dapat mengatasinya. Berikut ini hal - hal yang harus diperhatikan oleh wanita hamil dalam upaya merawat dan menjaga kesehatan pribadinya.
Memelihara kebersihan pribadi
Selama kehamilan, rambut akan tumbuh lebih cepat, tebal dan mengkilat sehingga akan tampak berminyak. Untuk mengatasinya, cucilah rambut paling sedikit 2 hingga 3 kali seminggu.
Peliharalah gigi secara teratur untuk menghindari terjadinya infeksi di rongga mulut. Infeksi yang terjadi di rongga mulut akan mudah menyebar ke organ lainnya. Selain itu, periksalah gigi ke dokter secara teratur dan informasikan bahwa Anda sedang hamil.
Jagalah kebersihan kulit dengan baik. Pada saat mandi, gosoklah kulit secara perlahan untuk menghindari terjadinya kelecetan. Kulit yang lecet sangat mudah terinfeksi oleh kuman-kuman penyakit.
Peliharalah kebersihan payudara. Lakukanlah pengurutan sesuai nasehat dokter / bidan untuk mempersiapkan ASI. Sokong payudara dengan BH yang lebih besar dan cukup menunjang.
Jagalah kesehatan alat kelamin untuk menghindarkan terjadinya infeksi kandungan. Jika kandungan Anda terinfeksi, tentunya akan membahayakan pertumbuhan dan perkembangan janin.
Memelihara kebersihan pribadi
Selama kehamilan, rambut akan tumbuh lebih cepat, tebal dan mengkilat sehingga akan tampak berminyak. Untuk mengatasinya, cucilah rambut paling sedikit 2 hingga 3 kali seminggu.
Peliharalah gigi secara teratur untuk menghindari terjadinya infeksi di rongga mulut. Infeksi yang terjadi di rongga mulut akan mudah menyebar ke organ lainnya. Selain itu, periksalah gigi ke dokter secara teratur dan informasikan bahwa Anda sedang hamil.
Jagalah kebersihan kulit dengan baik. Pada saat mandi, gosoklah kulit secara perlahan untuk menghindari terjadinya kelecetan. Kulit yang lecet sangat mudah terinfeksi oleh kuman-kuman penyakit.
Peliharalah kebersihan payudara. Lakukanlah pengurutan sesuai nasehat dokter / bidan untuk mempersiapkan ASI. Sokong payudara dengan BH yang lebih besar dan cukup menunjang.
Jagalah kesehatan alat kelamin untuk menghindarkan terjadinya infeksi kandungan. Jika kandungan Anda terinfeksi, tentunya akan membahayakan pertumbuhan dan perkembangan janin.
Stres Selama Hamil
Wanita hamil sebaiknya jangan terlalu kuatir jika kondisi stres dan cemas selama masa kehamilan yang sedang dijalaninya akan menggangggu bayi mereka. Sebuah studi yang pernah dilakukan di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, menduga bahwa kondisi stres dan cemas selama masa kehamilan ternyata memiliki manfaat bagi bayi.
Berdasarkan studi yang melibatkan 137 wanita dengan kehamilan yang sehat dan normal memberikan hasil bahwa mereka yang mengalami stres dan cemas pada kehamilan minggu ke 24 sampai dengan 32 cenderung memiliki anak dengan mental dan kemampuan motorik? Yang lebih berkembang ketika usianya dua tahun.
Studi tersebut juga menunjukkan bahwa anak-anak yang dilahirkan dari wanita yang diketahui memiliki perasaan negatif terhadap kehamilannya akan memiliki tingkat emosional yang lebih rendah. Sebenarnya ada beberapa alasan biologis yang dapat menjelaskan bahwa kondisi stres adalah tidak berbahaya dan diduga bermanfaat bagi bayi. Zat kimia yang dihasilkan oleh kondisi stres diketahui dapat mempengaruhi pertumbuhan maupun perkembangan organ tubuh si buah hati. Hal itu diduga sebagai pewarisan genetik yang juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
Wanita yang mengalami stres seperti ini mungkin adalah tipe wanita yang selalu menyukai tantangan atau dorongan pada diri mereka, dan akhirnya juga akan mempengaruhi atau mendorong anaknya untuk berkembang lebih cepat. Perlu dicatat bahwa wanita pada studi ini bukanlah wanita yang memiliki masalah mental yang berat, seperti kondisi yang sangat tertekan atau gangguan kecemasan yang cukup tinggi. Namun, kondisi spesifik pada studi ini adalah wanita dengan kondisi stres yang normal dan rasa cemas yang bersifat umum dan seringkali terjadi pada wanita yang sibuk bekerja. Diperkirakan hasil studi ini mungkin akan berbeda untuk wanita hamil dengan kodisi mental yang berat, baik gangguan fisik maupun stres yang sering terjadi dalam hidupnya.
Sumber: Child Development Journal
Berdasarkan studi yang melibatkan 137 wanita dengan kehamilan yang sehat dan normal memberikan hasil bahwa mereka yang mengalami stres dan cemas pada kehamilan minggu ke 24 sampai dengan 32 cenderung memiliki anak dengan mental dan kemampuan motorik? Yang lebih berkembang ketika usianya dua tahun.
Studi tersebut juga menunjukkan bahwa anak-anak yang dilahirkan dari wanita yang diketahui memiliki perasaan negatif terhadap kehamilannya akan memiliki tingkat emosional yang lebih rendah. Sebenarnya ada beberapa alasan biologis yang dapat menjelaskan bahwa kondisi stres adalah tidak berbahaya dan diduga bermanfaat bagi bayi. Zat kimia yang dihasilkan oleh kondisi stres diketahui dapat mempengaruhi pertumbuhan maupun perkembangan organ tubuh si buah hati. Hal itu diduga sebagai pewarisan genetik yang juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
Wanita yang mengalami stres seperti ini mungkin adalah tipe wanita yang selalu menyukai tantangan atau dorongan pada diri mereka, dan akhirnya juga akan mempengaruhi atau mendorong anaknya untuk berkembang lebih cepat. Perlu dicatat bahwa wanita pada studi ini bukanlah wanita yang memiliki masalah mental yang berat, seperti kondisi yang sangat tertekan atau gangguan kecemasan yang cukup tinggi. Namun, kondisi spesifik pada studi ini adalah wanita dengan kondisi stres yang normal dan rasa cemas yang bersifat umum dan seringkali terjadi pada wanita yang sibuk bekerja. Diperkirakan hasil studi ini mungkin akan berbeda untuk wanita hamil dengan kodisi mental yang berat, baik gangguan fisik maupun stres yang sering terjadi dalam hidupnya.
Sumber: Child Development Journal
Tips Posisi Tidur Bagi Ibu Hamil
Saat kehamilan tiba, posisi tidur seringkali menjadi masalah bagi mayoritas ibu. Hal ini dikarenakan pada kondisi perut semakin membesar, sehingga ibu tidak lagi nyaman dalam beberapa posisi tidur. Belum lagi ditambah dengan kram pada tubuh, dan gerakan-gerakan bayi dalam kandungan.
Posisi tidur tengkurap aman untuk ibu hamil. Namun umumnya pada kehamilan trimester pertama, ibu akan mengalami pembesaran payudara. Payudara juga akan terasa lebih sensitif, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan untuk tidur tengkurap.Dan juga saat perut Anda sudah mulai membesar (awal 14 minggu), tidur dengan posisi tengkurap menjadi sangat tidak nyaman karena Anda harus meletakkan paha di atas bantal untuk dapat tidur tengkurap karena perut yang mulai membesar.
Sedangkan untuk posisi tidur telentang, sangat tidak dianjurkan setelah kehamilan ibu menginjak 16 minggu. karena dengan tidur posisi telentang Anda akan meletakkan seluruh berat rahim ke bagian belakang, usus, dan vena cava inferior.
Tidur posisi telentang juga dapat meningkatkan resiko sakit pinggang, wasir, serta gangguan pencernaan, menganggu pernafasan, dan sirkulasi.
Posisi tidur telentang pada trimester ke dua dan tiga juga mempengaruhi tekanan darah. Untuk beberapa wanita, menyebabkan penurunan tekanan darah sehingga menyebabkan mereka merasa pusing. Untuk yang lain, malah dapat meningkatkan tekanan darah. Namun tidur telentang sangat tidak dianjurkan untuk kehamilan yang memiliki tekanan darah tinggi.
Posisi tidur tengkurap aman untuk ibu hamil. Namun umumnya pada kehamilan trimester pertama, ibu akan mengalami pembesaran payudara. Payudara juga akan terasa lebih sensitif, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan untuk tidur tengkurap.Dan juga saat perut Anda sudah mulai membesar (awal 14 minggu), tidur dengan posisi tengkurap menjadi sangat tidak nyaman karena Anda harus meletakkan paha di atas bantal untuk dapat tidur tengkurap karena perut yang mulai membesar.
Sedangkan untuk posisi tidur telentang, sangat tidak dianjurkan setelah kehamilan ibu menginjak 16 minggu. karena dengan tidur posisi telentang Anda akan meletakkan seluruh berat rahim ke bagian belakang, usus, dan vena cava inferior.
Tidur posisi telentang juga dapat meningkatkan resiko sakit pinggang, wasir, serta gangguan pencernaan, menganggu pernafasan, dan sirkulasi.
Posisi tidur telentang pada trimester ke dua dan tiga juga mempengaruhi tekanan darah. Untuk beberapa wanita, menyebabkan penurunan tekanan darah sehingga menyebabkan mereka merasa pusing. Untuk yang lain, malah dapat meningkatkan tekanan darah. Namun tidur telentang sangat tidak dianjurkan untuk kehamilan yang memiliki tekanan darah tinggi.
Stem Cell
Stem cell berarti menyimpan sel induk (sel cikal bakal makhluk hidup yang berasal dari sel sperma dan sel telur) dari darah tali pusat. Sel induk ini paling efektif untuk mengobati pemilik darah tali pusat itu sendiri, serta orang-orang yang satu generasi dengannya.
Yang perlu menyimpan terutama pasangan yang beresiko tinggi punya kelainan genetik yang sulit diobati, seperti leukemia, limfoma dan thalassemia. Karena, sel induk bisa dikembangkan menjadi sel jenis apapun yang diperlukan tubuh sesuai intruksi. Jadi, kalau semuanya normal, atau 3 generasi baik-baik saja, tak perlu stem cell.
Cara mengambilnya
Darah diambil dari tali pusat setelah dipotong saat bayi lahir. Sebelum plasenta keluar, darah yang berada di tali pusat di tampung kedalam kantong. Seperti halnya kalau mau mendonorkan darah. Diharapkan dapat menyimpan jumlah sebanyak lebih dari 100 cc.
Sampai kapan disimpan?
Tergantung perjanjian dengan provider. Bisa 16 tahun atau 18 tahun saat anak sudah dianggap dapat memutuskan akan diapakan darah stem cell - nya itu. Bisa juga disimpan lama dengan syarat tempat penympanan darah itu suhu stabil.
Perlu dicermati sebelum memutuskan menyimpan sel induk. Di indonesia belum ada agennya, yang ada adalah representative agent atau wakil agennya. Tanyakan letak bank darahnya. Baca peraturan-peraturan yang mengikat (dapat di-down load di internet). Tanyakan, di mana materi itu bisa di ambil bila akan dilakukan pengobatan di Indonesia.
Kapan harus mencari representative agent?
Sebelum persalinan atau sebelum usia kehamilan mencapai minggu ke-38, diskusikan dengan pasangan. Anda harus yakin akan manfaatnya.
Bagaimana cara memilih representative agent? Representative agent yang beredar di Indonesia adalah atas nama private company di Malaysia dan Singapura, sehingga keuntungan finansial merupakan hal sangat penting. Jika perlu, bertanyalah pada orang yang berpengalaman.
Beberapa hal ini juga untuk dipertimbangkan :
1. Harga
Pikirkan dengan matang, karena menyimpan darah tali pusat tidak murah.
2. Lokasi
Pilih yang paling dekat dengan lokasi tempat tinggal.
3. Reputasi
Hal ini bisa dinyatakan di American Association of Blood Banks.
Yang perlu menyimpan terutama pasangan yang beresiko tinggi punya kelainan genetik yang sulit diobati, seperti leukemia, limfoma dan thalassemia. Karena, sel induk bisa dikembangkan menjadi sel jenis apapun yang diperlukan tubuh sesuai intruksi. Jadi, kalau semuanya normal, atau 3 generasi baik-baik saja, tak perlu stem cell.
Cara mengambilnya
Darah diambil dari tali pusat setelah dipotong saat bayi lahir. Sebelum plasenta keluar, darah yang berada di tali pusat di tampung kedalam kantong. Seperti halnya kalau mau mendonorkan darah. Diharapkan dapat menyimpan jumlah sebanyak lebih dari 100 cc.
Sampai kapan disimpan?
Tergantung perjanjian dengan provider. Bisa 16 tahun atau 18 tahun saat anak sudah dianggap dapat memutuskan akan diapakan darah stem cell - nya itu. Bisa juga disimpan lama dengan syarat tempat penympanan darah itu suhu stabil.
Perlu dicermati sebelum memutuskan menyimpan sel induk. Di indonesia belum ada agennya, yang ada adalah representative agent atau wakil agennya. Tanyakan letak bank darahnya. Baca peraturan-peraturan yang mengikat (dapat di-down load di internet). Tanyakan, di mana materi itu bisa di ambil bila akan dilakukan pengobatan di Indonesia.
Kapan harus mencari representative agent?
Sebelum persalinan atau sebelum usia kehamilan mencapai minggu ke-38, diskusikan dengan pasangan. Anda harus yakin akan manfaatnya.
Bagaimana cara memilih representative agent? Representative agent yang beredar di Indonesia adalah atas nama private company di Malaysia dan Singapura, sehingga keuntungan finansial merupakan hal sangat penting. Jika perlu, bertanyalah pada orang yang berpengalaman.
Beberapa hal ini juga untuk dipertimbangkan :
1. Harga
Pikirkan dengan matang, karena menyimpan darah tali pusat tidak murah.
2. Lokasi
Pilih yang paling dekat dengan lokasi tempat tinggal.
3. Reputasi
Hal ini bisa dinyatakan di American Association of Blood Banks.
Subscribe to:
Posts (Atom)
