Saturday, 30 April 2011

Bahaya Pola Pikir Negatif

Negative thinking adalah pola atau cara berpikir yang lebih condong pada sisi-sisi negatif dibanding sisi positifnya. Pola pikir ini bisa tampak dari keyakinan atau pandangan yang terucap, cara seseorang bersikap, dan perilaku sehari-hari. Karena sisi negatif lebih dominan, tak mengherankan jika cara pikir ini dipenuhi oleh sikap apriori, prasangka, ketidakpercayaan, kecurigaan, dan kesangsian, yang seringkali tanpa dasar atau tanpa nalar sama sekali.

Pola pikir negatif juga tampak dari cara seseorang memandang atau merespon persoalan, yang seringkali mengabaikan rasionalitas, logika, fakta, atau informasi yang relevan. Sungguh pun begitu, rasionalitas juga bisa terjerumus dalam kerangka berpikir negatif. Artinya, seseorang secara sadar bisa memanfaatkan rasionalitas, logika, dan kecakapan berpikirnya untuk memandang suatu persoalan secara negatif. Hal semacam ini bisa didapati dalam kritik-kritik yang sifatnya bertujuan untuk menjatuhkan lawan atau mempermalukan sasaran tembak tertentu.

Apa penyebab pola pikir semacam ini? Negative thinking disebabkan oleh konstruksi persepsi kita berdasarkan atas sistem keyakinan, cara pandang (paradigma), atau cara kita memahami suatu persoalan. Karena pola pikir ini sifatnya paradigmatis, maka setiap data, fakta, atau informasi akan kita persepsi sesuai dengan paradigma yang kita anut. Jika paradigmanya bersifat konflik, maka yang muncul adalah persepsi-persepsi konfliktual, baik ofensif maupun defensif. Sementara jika paradigmanya adalah harmoni, maka persepsi-persepsi yang dominan pun sifatnya lebih harmonis, menyatukan, mensintesis, dan antikonflik.

Dalam diri semua orang, terkandung sesuatu yang oleh ahli psikologi disebut self defense mechanism, yaitu suatu kecenderungan untuk mempertahankan diri dari apa yang kita persepsikan sebagai sesuatu yang menyerang atau berpotensi menghalangi tercapainya keinginan kita. Salah satu pilihan mempertahankan diri itu adalah dengan bersikap ofensif atau menyerang balik si pengancam. Tendensi tersebut mudah ditemui dalam pergaulan umumnya. Dampak buruk dari mudahnya kita berpikir negatif adalah sulitnya kita menerima pendapat orang lain, sulit menerima hal baru, sulit bersosialisasi, dan sering muncul sebagai pribadi yang kurang menarik untuk diajak kerjasama.

Internal

Pola berpikir negatif, tidak semata-mata tertuju pada dunia luar. Negatifisme juga bekerja secara internal atau menyerang diri kita sendiri. Ini bisa tampak dari keyakinan, persepsi diri, atau cara pandang kita terhadap diri sendiri sehingga memunculkan citra diri negatif. Contoh; memandang diri sendiri sebagai tidak berbakat, memiliki banyak kelemahan, terbelakang secara mental, atau bernasib kurang beruntung.

Citra diri negatif bukanlah sebentuk persepsi diri yang terbentuk dalam sekejap. Persepsi ini muncul dan tertanam sedikit demi sedikit, terakumulasi berdasarkan jenis-jenis peristiwa atau pengalaman hidup yang kita alami. Misalnya, dalam sebuah kesempatan kita mengalami perlakuan yang kurang sopan dari seseorang. Pada kesempatan lain, kembali kita diperlakukan secara buruk oleh pihak lain. Lalu dalam jangka waktu yang agak lama berselang, ternyata kita kembali mendapat perlakuan tidak seperti yang kita harapkan. Maka, kemudian muncul pertanyaan dalam diri kita, “Apakah saya memang pantas mendapat perlakuan seperti ini?” Lalu, sedikit demi sedikit muncul persepsi bahwa hidup kita memang kurang beruntung. Persepsi sekilas itu bisa menjadi permanen jika frekuensi terjadinya peristiwa-peristiwa yang mendasarinya itu sering berulang.

Citra diri negatif ini dampaknya bisa jauh lebih buruk dibanding negatifisme yang berorientasi ke dunia luar. Citra diri negatif menjadi sumber dari sikap-sikap, perilaku, dan kebiasaan-kebiasaan negatif lainnya, yang pada akhirnya membuat kita menjadi pribadi yang sangat tidak efektif dan sulit berkembang ke arah yang lebih baik.

Ambil contoh persepsi diri tidak memiliki bakat. Persepsi ini bisa berbuntut pada kecenderungan kita untuk tidak mau menggali bakat-bakat terpendam kita. Bahkan kita cenderung mengingkari keberadaan bakat-bakat terpendam tadi, dan akhirnya membuat kita malas mengasah bakat atau enggan meningkatkan ketrampilan kita. Dari anggapan yang keliru inilah proses pengembangan diri kita terhambat. Kita bisa jauh lebih sulit berkembang jika persepsi ini mengkristal menjadi sebuah keyakinan yang mempengaruhi cara pandang kita terhadap diri sendiri.

Hal yang sama terjadi jika citra diri kita negatif gara-gara persepsi bahwa diri kita dipenuhi oleh banyak kelemahan. Sebut misalnya, merasa diri cacat, tidak cantik atau tidak tampan, kepribadian kurang menarik, IQ rendah, tidak mahir berkomunikasi, mudah emosi, mudah menyerah, tulalit, dan segala macam kekurangan diri lainnya. Dampak dari persepsi diri negatif tersebut adalah perasaan rendah diri yang begitu mendalam sehingga membatasi langkah kita serta makin mempersulit efektifitas hidup kita. Jika citra diri negatif ini kita biarkan berkembang biak dan membelenggu cara berpikir kita, maka kehidupan pribadi dan sosial kita bisa benar-benar hancur.

Citra diri negatif tidak terbentuk secara otomatis atau sama sekali di luar kontrol kita. Citra diri dihasilkan oleh persepsi, dan persepsi merupakan pekerjaan pikiran. Maka sepanjang itu merupakan aktivitas atau proses pikiran yang kita sadari, sesungguhnya kita memiliki kendali sepenuhnya atas mekanisme atau cara bekerjanya. Dengan kata lain, pikiran kita jika kita menginginkannya berhak dan bisa diarahkan ke persepsi yang lebih positif. Kita bisa membentuk suatu kebiasaan tertentu kebiasaan berpikir, memandang masalah, merespon persoalan, atau bersikap yang outputnya semata-mata positif sifatnya.

Dengan demikian, memperbaiki cara berpikir dan paradigma kita menjadi langkah pertama untuk menghilangkan negative thinking.

Manfaat dan Khasiat Kunyit

Ada beragam cara penggunaan kunyit bagi kesehatan, kunyit pun memiliki segudang manfaat. Selain untuk bumbu dapur, kunyit juga mampu digunakan untuk obat tradisional baik menjaga kesehatan maupun kecantikan. Salah satunya adalah :

Diabetes Mellitus

Bahan: 3 rampang kunyit, 1/2 sendok teh garam
Kedua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air hingga mendidih, kemudian disaring, lalu diminum 2 kali seminggu 1/2 gelas.

Tifus

Bahan: 2 rimpang kunyit, 1 bonggol sere, 1 lembar daun samiloto.
Semua bahan tersebut ditumbuk halus dan dipipis, kemudian ditambah 1 gelas air putih, masak yang masih hangat dan disaring, diminum, dan dilakukan selama 1 minggu berturut-turut.

Usus Buntu

Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 butir buah jeruk nipis, 1 potong gula kelapa / aren, garam secukupnya
Kunyit diparut dan jeruk nipis diperas, kemudian dicampur dengan bahan yang lain dan diseduh dengan 1 gelas air panas kemudian disaring, diminum setiap pagi setelah makan secara teratur.

Disentri

Bahan: 1 - 2 rimpang kunyit, gambir dan kapur sirih secukupnya.
Semua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas kemudian disaring, lalu diminum dan diulangi sampai sembuh.

Keputihan

Bahan: 2 rimpang kunyit, 1 genggam daun beluntas, 1 gagang buah asam, 1 potong gula kelapa.

Semua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air hingga mendidih kemudian disaring, lalu diminum 1 gelas sehari.

Haid Tidak Lancar

Bahan: 2 rimpang kunyit, 1/2 sendok teh ketumbar, 1/2 sendok teh biji pala, 1/2 genggam daun srigading.
Semua bahan tersebut ditumbuk halus kemudian direbus dengan 1 liter air hingga mendidih kemudian disaring, lalu diminum 1 gelas. sehari

Antioksidan, Sumber dan Cara Kerjanya

Vitamin A

Cara kerja:

1. Menghilangkan keriput
2. Memperbaiki tekstur kulit
3. Membantu pembentukan kolagen
4. Mencegah penuaan dini kulit

Sumber:

1. Vitamin A: hati, daging, ginjal, telur, susu, keju
2. Beta karoten: wortel, labu, kentang, labu siam, blewah, aprikot, brokoli, bayam dan sayuran berdaun hijau lainnya.

Vitamin C

Cara Kerja:

1. Membantu membentuk kolagen dan elastin
2. Meningkatkan kekuatan dan kelenturan kulit

Sumber:

Jeruk, lemon, stroberi, brokoli, tomat, kentang, blewah, kiwi

Vitamin E

Cara kerja:

1. Bekerja sama dengan vitamin A
2. Membantu menjaga aliran darah ke kulit
3. Memperlambat penuaan sel

Sumber:

Gandum, jagung, kacang-kacangan, bayam dan sayuran hijau lainnya, asparagus, zaitun, minyak sayur (jagung, bunga matahari, kedelai, biji kapas)

Selenium

Cara kerja:

1. Menghambat oksidasi lemak
2. Melindungi sel dari kerusakan akibat sinar ultraviolet
3. Melindungi sistem kekebalan dengan cara mencegah pembentukan radikal bebas

Sumber:

Ikan, kerang, daging, gandum, telur, ayam, hati,bawang putih.

Bila tidak yakin akan kecukupan antioksidan dari menu harian Anda, sebaiknya Anda mengkonsumsi suplemen yang mengandung antioksidan. Suplementasi dengan antioksidan akan membantu melindungi kulit Anda dari kerusakan yang lebih parah serta memberikan energi yang diperlukan kulit untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi.

Buah & Sayur Cegah Efek Penuaan

Sayuran dan buah-buahan merupakan jenis makanan yang banyak memiliki manfaat bagi kesehatan karena mengandung berbagai nutrisi, salah satunya yaitu antioksidan. Menurut sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Neuroscience, salah satu manfaat antioksidan dari buah dan sayuran adalah mencegah efek penuaan.

Seiring dengan bertambahnya usia, maka akan semakin banyak terjadi kerusakan sel. Selain itu, tubuh juga akan banyak mengalami penurunan kemampuan fisik maupun psikis. Pola hidup sehat dengan mengonsumsi buah-buahan dan sayuran kini menjadi sangat penting untuk mencegah efek-efek penuaan, seperti stres dan kehilangan daya ingat.

Penelitian itu dilakukan oleh Tufts University yang meneliti hubungan antara pola makan dan terjadinya penyakit tertentu. Dalam penelitian itu, para peneliti memberikan makanan pada tikus dengan menambahkan esktrak blueberry, bayam, dan wortel dalam pola makannya. Tikus-tikus yang diberi makan dengan pola makan khusus tersebut memiliki kemampuan lebih baik dalam mengingat bagaimana melakukan latihan-latihan tertentu dibandingkan dengan tikus-tikus yang tidak diberikan makanan khusus.

Perlindungan terhadap efek penuaan kini memang menjadi hal yang sangat penting. Namun para ahli mengingatkan untuk tidak tergesa-gesa mengonsumsi ekstrak buah dan sayur tertentu jika belum ada bukti ilmiah bahwa nutrisi dalam makanan tersebut dapat melindungi seseorang dari efek penuaan. Para ahli menyarankan untuk memanfaatkan keuntungan dari makanan nabati yang kaya phytochemical, termasuk mengonsumsi berbagai buah-buahan dan sayuran yang berwarna pekat.

Sumber : Journal of Neuroscience

Khasiat Zaitun

Zaitun (Olea Europaea) sudah dikenal sejak dahulu oleh penduduk di kawasan Mediterania, sebagai makanan. Dengan mengkonsumsi zaitun, kondisi kesehatan mereka terbaik jika dibandingkan dengan yang lain. Angka penderita gangguan jantung lebih kecil dan kondisi kesehatan mereka tetap terjaga.

Beratus-ratus tahun yang lalu, dalam puisi Romawi disebutkan bahwa buah zaitun dapat memulihkan dan mempertahankan daya tahan tubuh. Tidak hanya buah zaitun, Hippocrates yang dikenal sebagai bapak ilmu kedokteran, mengungkapkan bahwa minyak zaitun bernilai terapi dan dapat digunakan untuk kesehatan. Dan ranting pohon zaitun dapat dipergunakan sebagai mahkota pada penobatan pemenang perlombaan, sebagai simbol kemenangan dan perdamaian.

Zaitun dapat tumbuh dengan baik pada daerah yang memiliki iklim yang mirip dengan daerah Mediterania. Pohonnya berupa semak yang selalu berwarna hijau dengan tinggi 8 - 15 meter. Daun berwarna hijau keperakan berukuran panjang antara 4 - 10 cm, lebar 1 - 3 cm. Memiliki bunga yang berwarna putih dan buah yang berukuran 1 - 2, 5 cm. Biasanya panen dilakukan saat buah masih berwarna hijau, atau ketika buah sudah masak. Ciri buah masak adalah jika buah tersebut sudah berubah warna menjadi ungu gelap (untuk jenis zaitun hitam).

Zaitun dapat dikonsumsi secara langsung, ataupun diawetkan terlebih dahulu dengan cara di fragmentasi. Dan sebelum difragmentasi, buah dikemas dalam larutan garam. Buah yang dikalengkan memiliki warna hitam karena pengaruh bahan kimia yang dicampurkan. Kulit bagian luar buah mengandung 60 - 70 % minyak. Minyak zaitun mengandung asam lemak jenuh (asam palmitat, asam stearat, asam arachidat, asam miristat, dan lignoserat dengan kadar kecil), asam lemak tak jenuh tunggal, asam lemak tak jenuh ganda, vitamin E, dan vitamin K.

Yunani merupakan penghasil minyak zaitun dengan kualitas extra virgin olive oil terbesar di dunia. Minyak yang dihasilkan melalui proses penekanan tanpa penambahan kualitas bahan kimia. Sedangkan kualitas yang lain yang lebih rendah kualitasnya adalah minyak yang dibuat melalui proses kimiawi untuk menetralkan rasa yang kuat dan kandungan asam.

Manfaat mengkonsumsi buah dan minyak zaitun :

1. Menjaga kesehatan pembuluh darah jantung, sehingga menurunkan resiko pada penyakit jantung koroner yang disebabkan karena adanya mono unsaturated fat, terutama asam oleat. Namun ada juga penelitian yang menunjukkan khasiat minyak terhadap kesehatan jantung disebabkan oleh kandungan senyawa golongan fenol, bukan asam lemak. Kandungan senyawa fenol berfungsi sebagai antioksidan, yang dapat menjaga elastisitas dinding pembuluh darah arteri.
2. Mencampurkan minyak zaitun ke dalam makanan dan menggosokkan pada kulit secara rutin yang berfungsi untuk melembabkan kulit.
3. Sebagai laksatif ringan untuk memudahkan proses buang air besar.

Pemakaian minyak zaitun cenderung aman, karena tidak ada reaksi alergi yang ditimbulkan akibat pemakaiannya.

Kanker? Atasi Dengan Brokoli Super!

Para peneliti yang peduli dengan para penderita kanker, kini mencoba membudidayakan tumbuhan brokoli dengan ukuran super. Hal tersebut diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan terhadap penyakit kanker.

Brokoli dipercaya dapat menghindarkan seseorang dari penyakit kanker. Hal itu juga diyakini oleh para peneliti di Institut Penelitian Makanan (IRF), Inggris. Menurut mereka, brokoli yang berwarna hijau memiliki unsur kimia bernama sulforaphane yang dipercaya dapat menahan efek berkelanjutan dari kanker. Berdasarkan asumsi tersebut, secara logika bila kita dapat memproduksi tumbuhan itu dalam kapasitas super, maka unsur kimia yang disebutkan tadi juga akan berkapasitas dan berdaya guna lebih besar.

Brokoli dikenal sebagai bagian dari keluarga sayuran yang sejenis dengan kubis, kol, dan kangkung. Kebanyakan sayuran tersebut mengandung unsur glucosinolates berkadar tinggi. Selain itu, jenis sayuran yang memiliki unsur sulforaphane dipercaya sebagai obat penekan penyebaran kanker di dalam tubuh. Ukuran brokoli super itu sendiri diperkirakan tiga perempat kali lebih besar dibandingkan jenis brokoli biasa.

Mengonsumsi brokoli dengan porsi yang besar atau brokoli dengan kadar sulforaphane yang tinggi, memungkinkan para penderita kanker mengalami potensi kesakitan yang lebih minimal.

Thalassemia Mayor dan Thalassemia Minor

Thalassemia merupakan penyakit yang disebabkan karena kelainan genetik, dan diturunkan dari orang tuanya. Thalassemia dibagi menjadi dua jenis, yaitu thalassemia mayor dan thalassemia minor.

Gejala dari thalassemia mayor :

1. Pucat
2. Perut membesar, disebabkan oleh pembesaran hati dan limpa.
3. Akumulasi zat besi pada beberapa organ tubuh (kulit, jantung, paru, kelenjar endokrin, termasuk kelenjar pertumbuhan dan kelenjar pankreas pembentuk insulin). Mengakibatkan anak gagal tumbuh, pertumbuhan seks sekundernya terhambat (sehingga membuatnya mandul), kulit menjadi kehitaman, tulang rapuh, serta mudah patah.

Sedangkan pada talassemia minor terjadi tanpa adanya gejala. Namun bila dilakukan pemeriksaan darah tepi, penderita akan mendapatkan hasil yang menunjukkan kadar Hb rendah dan ukuran sel darah merah yang kecil. Thalassemia minor sering sekali diduga sebagai anemia, yang terjadi akibat kurangnya nutrisi (anemia defisiensi zat besi).

Seperti yang telah dijelaskan di atas, thalassemia mayor dan thalassemia minor disebabkan karena kelainan genetik. Namun thalassemia mayor diturunkan dari kedua orang tua yang masing-masing memiliki satu gen thalassemia.

Penanganan yang perlu dilakukan bagi penderita thalassemia mayor adalah :

1. Melakukan transfusi darah seumur hidup.
2. Mengeluarkan zat besi yang terakumulasi akibat transfusi darah rutin secara berkala.
3. Memantau fungsi jantung, paru-paru, tulang, pankreas, maupun kelenjar endokrin lainnya.
4. Transplantasi sumsum tulang belakang untuk menjadikan penderita thalassemia mayor menjadi thalassemia minor.
5. Penanganan secara psikososial bagi penderita thalassemia dan keluarganya.

Sedangkan penanganan yang perlu dilakukan pada penderita thalassemia minor adalah :

1. Melakukan transfusi darah seumur hidup pada kondisi tertentu.
2. Mengeluarkan zat besi yang terakumulasi akibat transfusi darah rutin secara berkala.
3. Penanganan secara psikososial bagi penderita dan keluarganya.

Belum ditemukan obat yang dapat mengatasi thalassemia minor. Namun terapi terbukti efektif untuk menyembuhkan penyakit ini.