Monday, 29 September 2008
Tingkatkan kualitas hidup dengan meringankan gejala menopause
Menjelang menopause (pramenopause) perempuan akan mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur, jumlah dan lama menstruasi yang semakin sedikit. Perubahan ini biasanya terjadi secara bertahap dan bisa berlangsung selama 2-3 tahun. Bila perempuan tersebut tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan, maka perempuan tersebut dipastikan telah mengalami pascamenopause.
Tidak dapat hamil lagi karena menopause banyak diketahui dan disadari oleh perempuan Indonesia. Namun sedikit yang memahami menopause dan mendatangi dokter bila mereka mengalami gejala klimakterik akibat penurunan hormon estrogen.
Gejala klimakterik biasanya mulai dirasakan mulai masa pramenopause hingga pascamenopause. Gejala yang dirasakan antaranya haid yang tidak teratur, kulit menjadi merah dan hangat disertai keringat yang berlebihan (gejolak panas atau hot flashes), gangguan suasana hati, sulit tidur, jantung berdebar, pusing dan mudah pingsan, pengeringan dan penipisan pada vagina, libido menurun dan tidak bisa menahan buang air kecil. Gejala-gejala ini biasanya dapat menimbulkan stress dan berdampak pada penurunan kualitas hidup dan rasa percaya diri.
Selain itu keluhan jangka panjang akibat kekurangan horman estrogen saat menopause adalah osteoporosis (penurunan masa tulang), penyakit jantung / kardiovaskuler, demensia, stroke, mata kering dan kanker usus. Di Indonesia, osteoporosis adalah penyebab utama patah tulang pinggul dan tulang belakang & nyeri sendi pada perempuan menopause.
Prof. Dr. Ali Baziad, SpOG kepala divisi Imunoendrokrinologi Dep. Obgin FKUI/RSCM mengungkapkan rasa keprihatinannya akan penurunan kualitas hidup yang menurun drastis setelah perempuan tersebut tidak lagi mendapatkan haid. Banyak pasiennya yang datang dengan keluhan jantung berdebar, sulit tidur, rasa panas dan berkeringat berlebihan dengan membawa hasil laboratorium yang semuanya menunjukkan normal. Tak jarang pula ia menemukan pasien yang membawa lebih dari 10 jenis obat – obatan untuk mengatasi pelbagai keluhannya. Setiap obat tersebut habis, keluhannya datang lagi.
Satu pertanyaan penting yang diajukan oleh Prof. Ali adalah kapan keluhan tersebut mulai dirasakan, bila keluhan tersebut mulai dirasakan saat tidak lagi mendapatkan menstruasi, bisa dipastikan penyebabnya adalah karena berkurangnya hormon estrogen didalam tubuh. Maka obat yang diberikan adalah dengan menggantikan hormon estrogen alami dengan Terapi Sulih Hormon.
Ketakutan terhadap Terapi Sulih Hormon yang memicu terjadinya kanker payudara, dengan tegas dibantah olehnya. Pada kesempatan media edukasi Terapi Sulih Hormon; Meringankan Gejala Menopause, Tingkatkan Kualitas Hidup di Jakarta 10 Juli 2008, Prof. Dr. Ali Baziad, SpOG menegaskan bahwa kini terapi sulih hormon yang diberikan adalah terapi hormon estrogen terbaru yang sekaligus mengandung 1 mg estradiol dan 2 mg drospirenone, dimana hormon estrogen dengan yang diberikan adalah, alami dan sama persis dengan hormon yang ada dalam tubuh perempuan yaitu 17 Beta Estradiol dengan dosis yang lebih kecil. Sehingga berbeda dengan estrogen yang terbuat dari bahan sintetis seperti yang ada di pil KB yang dikabarkan meningkatkan risiko kanker payudara.
Terapi sulih hormon ini memberikan hasil yang lebih baik apabila mulai diberikan pada saat pramenopause, baik perempuan dengan keluhan maupun tanpa keluhan akan gejala klimaterik. Biasanya diberikan selama lima hingga delapan tahun. Selama mengkonsumsinya Prof. Ali mewajibkan pasiennya untuk melakukan pemeriksaan berkala yang meliputi pap smear setiap 6 bulan hingga 1 tahun sekali dan mammografi setiap 1 hingga 2 tahun sekali. Bila satu atau dua bulan gejala klimakterik tidak berkurang, maka kemungkinan pasien tersebut juga mengalami gangguan kesehatan akibat penyakit lainnya.
Namun terapi sulih hormon tidak dapat diberikan pada wanita yang pernah mengalami riwayat stroke, kanker payudara, resiko tinggi kanker payudara dan kanker darah , perdarahan kelamin dengan penyebab yang tidak pasti, penyakit hati akut, penyakit pembekuan darah , diketahui atau dicurigai memiliki estrogen-dependent neoplasia, memiliki penyakit ginjal, selama nilai fungsi ginjal tidak kembali normal, hypertriglyceridaemia berat.
Tujuan pemberian terapi hormon ini bukanlah untuk menjadikan supaya haid datang lagi, dan bukan pula mencegah penuaan, namun ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan menopause dengan cara meringankan bahkan menghilangkan keluhan menopause, mencegah osteoporosis dan penyakit jantung koroner dan dementia atau pikun.
Tips dari Prof Ali, untuk mengantisipasi timbulnya gejala klimaterik dan penyakit yang mengiringi menopause bisa juga dengan mengonsumsi kacang merah, kacang kedelai, pepaya, dan bengkuang. Namun makanan ini harus sering dikonsumsi saat kita masih muda dan jauh sebelum memasuki masa menopause.
Manfaat & Keuntungan Klinis Terapi Sulih Hormon
1 mg estradiol dan 2 mg drospirenone
• Cepat atasi gejala hot flushes 1
• Perbaikan gejala keringat malam meningkat hingga 63%, dalam 4 bulan terapi 1
• Perbaikan masalah tidur meningkat hingga 76%, dalam 4 bulan terapi 1
• Insiden depresi, cemas, vagina kering, gejala kelainan berkemih berkurang bermakna 1
• Berat badan terkontrol 1
• Efektif mencegah osteoporosis postmenopause 2
• Meningkatkan densitas mineral tulang
o Tulang punggung, 7% 2
o Total panggul, 4% 2
o Total Seluruh tubuh, 3% 2
• Menjaga kestabilan berat badan 3
• Mencegah gejala yang diakibatkan oleh retensi air, seperti bengkak, perut gembung, sakit kepala, payudara kencang, dll 3
• Mengontrol tekanan darah tidak naik 3.
Penanggulangan aids: libatkan mereka yang terinfeksi
Kesulitan yang dihadapi oleh sebagian pasien terinfeksi HIV termasuk sering terhentinya ketersediaan dan distribusi obat antiretroviral (ARV). Padahal mereka memerlukan obat ARV setiap hari secara teratur seumur hidupnya.
Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan melibatkan orang terinfeksi HIV dalam program penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS. Diharapkan mereka dapat memberikan masukan untuk memperbaiki masalah struktural terkait HIV/AIDS.
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2006, pelibatan orang terinfeksi HIV sangat penting dalam penanggulangan HIV. Peraturan Presiden tersebut juga menjadi landasan bagi jaringan nasional orang terinfeksi HIV sebagai anggota Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN). Namun hingga akhir tahun 2006, belum ada jaringan yang dibutuhkan untuk mengisi tempat tersebut.
Melalui musyawarah nasional yang berlangsung di Jakarta, barulah pada tanggal 9 Juli 2008, Jaringan Orang Terinfeksi HIV Indonesia (JOTHI) resmi berdiri. JOTHI akan berfungsi meningkatkan upaya pelibatan orang terinfeksi HIV secara lebih bermakna dalam penanggulangan AIDS.
"Sesuai dengan visi kami yakni penegakan HAM untuk orang yang terinfeksi HIV tanpa stigma dan diskriminasi, maka dapat secara jelas dilihat fokus kegiatan kami adalah melakukan upaya-upaya advokasi dengan adanya perlibatan orang yang terinfeksi HIV secara langsung dan intens," jelas pengurus JOTHI, Iman Permana, di Jakarta, 18 Juli 2008.
Salah satu hal yang disoroti oleh JOTHI adalah ketersediaan obat ARV di sarana pelayanan kesehatan. Distribusi dan ketersediaan obat yang tersendat bahkan sempat terjadi kekosongan persediaan, kerap membuat pasien yang terinfeksi HIV menjadi putus berobat.
“Jika pasien terlambat mengkonsumsi obat, maka virus HIV akan menjadi resisten (kebal) terhadap obat ARV lini pertama. Konsekuensinya adalah pasien harus mengkonsumsi obat ARV lini kedua yang lebih ampuh namun mahal harganya,” kata Dr. Fonny J. Silfanus, M.Kes selaku Deputi Program Komisi Penanggulangan AIDS Nasional.
Dr. Fonny mengakui bahwa dalam permasalahan ketersediaan obat ARV ini masih diperlukan penataan terhadap sistem procurement (persediaan) dan distribusi. Adapun untuk mengatasi kekosongan obat ARV, idealnya persediaan sudah ada di Dinas Kesehatan Provinsi untuk 6 bulan ke depan, untuk kemudian didistribusikan ke rumah sakit atau pelayanan kesehatan lain.
Menyoal tentang stigma dan diskriminasi yang masih melekat pada orang terinfeksi HIV, Dr. Fonny menjelaskan bahwa hal ini terjadi karena faktor ketidaktahuan dan ketakutan akan tertular HIV. Di sinilah perlu adanya sosialisasi yang benar tentang penanganan HIV/AIDS dari pemerintah dan segenap elemen masyarakat. “Jika kita berusaha agar tidak takut (terhadap penanganan HIV), maka tidak akan ada lagi diskriminasi (terhadap orang terinfeksi HIV),” ungkap Dr. Fonny.
Buah-Buah Sehat
Apel
Apel yang dimasak cenderung memiliki kadar gula yang rendah dibanding dengan apel yang dimakan langsung. Apel mengandung karbohidrat terutama ketika sedang tumbuh, kaya pectin (sebuah jenis serat) dan beberapa jenis apel biasa biasa dibuat sari buah apel. Apel mengandung flavonol yang disebut quarcetin yang dalam beberapa penelitian memiliki bahan anti kanker. Sebuah penelitian di Finlandia ditemukan makan banyak apel dikaitkan dengan penurunan resiko kanker paru-paru. Quercetin juga mengandung bahan anti radang sehingga bermanfaat bagi penyakit seperti arthritis. Sebagai obat tradisional, apel digunakan untuk menyembuhkan sembelit. Apel yang dimasak digunakan untuk menghentikan diare. Apel mengandung vitamin C walaupun tidak sebanyak kandung an vitamin C pada buah jeruk.
Strawbery
Strawbery mengandung ellagic acid sebagai antioksidan yang mudah busuk. Dalam beberapa penelitian, ellegic acid terbukti dapat menghalangi pertumbuhan tumor dalam paru-paru, osephagus, payudara, cervix, dan lidah. Penelitian di Amerika, strawbery dapat mengurangi resiko kanker dan asap rokok. Sebagai obat tradisional, strawbery dipercaya memiliki anti bakteri dan digunakan sebagai pembersih sistem pencernaan. Strabery adalah jenis buah yang hampir tidak dapat dicerna, namun banyak mengandung vitamin C. Wanita dewasa disarankan untuk makan 5 buah strawbery setiap harinya.
Pisang
Pisang banyak tumbuh di negara beriklim tropis. Pisang merupakan sumber vitamin B6 yang dibutuhkan untuk membuat serotonin dalam otak. Serotonin berfungsi mengurangi rasa sakit, menekan nafsu makan, membuat merasa relaks, dan mengurangi ketegangan. Pisang digunakan untuk menyembuhkan bisul perut. Tidak seperti buah-buah lain, pisang mengandung banyak karbohidrat, mengandung sedikit karotin, dan vitamin C, namun kaya potassium.
Melon
Melon merupakan buah yang banyak tumbuh di iklim subtropics. Melon mengandung kadar gula yang tinggi. Lycopene berfungsi sebagai anti kanker. Melon merah dan orange juga mengandung caroteroid yang dapat melindungi sel tubuh terhadap kerusakan free radikal, dapat juga diubah menjadi vitamin A dalam tubuh. Vitamin A diperlukan untuk menjaga sistem kekebalan kulit mata yang sehat. Melon dikenal sebagai buah yang mengandung kadar air yang tinggi. Sepotong melon sama dengan satu gelas air. Melon juga mengandung vitamin C.
Jeruk
Jeruk mengandung pytochemical, yang disebut hesperidin berfungsi sebagai antioksidan. Jeruk juga merupakan sumber pectin yang berfungsi menurunkan tekanan darah. Jeruk kaya akan vitamin C dan folat, termasuk buah rendah serat.
Mangga
Mangga banyak tumbuh di negara-negara timur jauh termasuk Afrika Barat. Mangga mengandung carotenoid yang disebut beta crytaxanthin, sebuah antioksidan yang dapat melindungi tubuh terhadap beberapa jenis kanker, seperti kanker usus dan kanker tulang tengkuk. Mangga termasuk buah yang kaya caratenoid, serat dan vitamin C.
Kiwi
Kiwi merupakan buah yang tersedia sepanjang tahun dan banyak ditemukan di Selandia Baru, Brasil, Italia dan Perancis. Kiwi mengandung sebuah pigmen yang disebut chlorophyll yang dapat memberikan warna hijau pada buah. Dalam dunia kedokteran, kiwi dapat diubah menjadi sebuah senyawa yang memiliki kemampuan mengikat kanker.
Plum
Buah yang banyak memiliki banyak varietas, sebagian besar tumbuh di Inggris, Amerika, Perancis, Italia, Spanyol. Plum mengandung phytochemical yang disebut ferulic acid yang memiliki senyawa anti kanker. Penelitian menunjukan banyak konsumsi ferulic acid dapat membantu menurunkan resiko terhadap kanker usus.
Anggur
Buah anggur dapat dibuat sebagai minuman dan dapat juga langsung dimakan sebagai desert. Kulit anggur mengandung phytochemical yang disebut resveratrol yang terbukti dapat meningkatkan kesehatan jantung, anti kanker, antibakteri dan mengandung antioksidan. Selain itu, anggur juga memiliki kandungan vitamin C rendah.
Nanas
Termasuk jenis buah tropis yang aslinya berasal dari Amerika Selatan. Nanas mengandung enzimbromelain yang memiliki kemampuan untuk mengurai protein. Nanas sering dipakai sebagai bahan pelunak daging selain berguna membantu pencernaan, menguraikan pembekuan darah, mencegah sinusitis dan infeksi saluran kencing.Nanas merupakan sumber vitamin C, serat, dan mengandung kadar gula yang tinggi.
Monday, 1 September 2008
Rahim Haruskah Diangkat?
Oleh karena itu jika rahim diangkat melalui operasi pengangkatan rahim (histerektomi), maka wanita yang bersangkutan tidak bisa mengandung bayi atau mengalami haid. Selain itu, bila operasi tersebut meliputi pengangkatan indung telur, maka suplai hormon-hormon khas wanita juga akan banyak berkurang. Perubahan hormon ini tentu saja akan mempengaruhi kesehatannya.
Pengangkatan rahim merupakan tindakan yang irreversuble (tidak dapat kembali pada keadaan semula). Oleh karena itu hal ini tentu harus dipertimbangkan masak-masak.
Secara umum, ada 3 kondisi yang menyebabkan dokter memutuskan untuk melakukan pengangkatan rahim, yaitu :
Kondisi jinak
1. Adanya miom dalam rahim
Pada beberapa wanita, gangguan tumor jaringan otot ini dapat menyebabkan terjadinya pendarahan hebat, perasaan tidak nyaman, nyeri pada daerah panggul, dan kadang-kadang terasa ada tekanan pada organ-organ di sekitar rahim. Miom tidak selalu diatasi dengan pengangkatan rahim,ada tindakan lain yang dapat dipilih, contohnya saja menggunakan obat-obatan untuk memperkecil ukuran miom, mengangkat miom tanpa mengangkat rahimnya, atau membiarkannya mengecil sendiri bila wanita yang bersangkutan mengalami masa menopause.
2. Adanya pertumbuhan jaringan di rahim yang berasal dari jaringan endometrium atau dinding rahim.
Gejalanya sangatlah bervariasi. Namun yang umumnya terjadi adalah sakit perut melilit yang amat sangat pada hari-hari pertama masa haid. Tindakan yang dapat dilakukan adalah menggunakan obat-obatan penghilang nyeri, atau melakukan operasi pengangkatan jaringan endometrium saja.
3. Gangguan haid
Haid yang hebat (pendarahan yang berupa gumpalan) dan terjadi dalam waktu yang lama, seringkali cukup diatasi hanya dengan pelebaran pembuluh darah (dilatasi) dan pengerokan dinding rahim (kuretasi), disertai dengan terapi hormon. Bila tindakan tersebut tidak berhasil, upaya terakhir yang dapat dilakukan adalah pengangkatan rahim.
4. Hamil anggur
Kehamilan ini sebenarnya merupakan tumor. Bila timbul pendarahan yang cukup banyak atau terjadi penyebaran tumor sampai menembus rahim, maka rahim terpaksa diangkat disertai dengan penggunaan obat.
5. Rahim ”turun”
Kondisi ini biasanya terjadi pada wanita yang sering melahirkan dan telah berusia lanjut. Hal ini terjadi karena otot yang menyangga rahim menjadi lemah. Pengangkatan rahim melalui vagina biasanya dilakukan bila rahim ”turun” terlalu jauh dari tempatnya
Kondisi ganas
Contoh kondisi ganas seperti adanya kanker pada rahim, leher rahim, atau indung telur. Pengangkatan rahim akan dilakukan bila kanker yang terjadi masih dalam tahap awal, atau masih memungkinkan dilakukan operasi. Dengan diadakannya pengangkatan rahim ini diharapkan dapat menghentikan penyebaran sel-sel kankernya.
Dalam persalinan
Pengangkatan rahim juga mungkin sekali terjadi dilakukan saan terjadi komplikasi dalam persalinan. Misalnya saja ketika rahim mengalami robek saat persalinan, pendarahan hebat setelah persalinan terjadi (atau bisa juga saat bedah sesar).
Selain alasan-alasan di atas, dokter juga akan mempertimbangkan :
1. Usia
Untuk wanita yang masih muda, jelas sekali pengangkatan rahim ini bukanlah merupakan pilihan pertama, kecuali jika menyangkut nyawanya.
2. Keinginan untuk hamil kembali
Histerektomi merupakan pilihan terakhir bila ada keinginan dari seorang wanita untuk memiliki anak kembali.
Sunday, 31 August 2008
Cara Pengangkatan Rahim
Berikut ini beberapa cara pengangkatan rahim :
1. Melalui dinding perut
Pengangkatan rahim dilakukan dengan cara membuka dinding perut, sehingga setelah terjadi tindakan akan meninggalkan bekas luka (seperti yang biasanya terjadi pada operasi sesar).
2. Melalui vagina
Pengangkatan rahim dengan cara ini dianggap lebih aman dan lebih baik dibandingkan dengan membuka dinding perut, karena selain tidak meninggalkan bekas luka, resiko terjadinya komplikasi lebih sedikit dan masa penyembuhannya lebih singkat.
3. Laparaskopi
Operasi pengangkatan rahim dilakukan dengan menggunakan alat yang dimasukkan melalui sayatan kecil di dinding perut. Luka bekas operasi kecil. Jika operasi ini dilakukan oleh dokter yang terampil, risiko operasi rendah dan pasien dapat lebih cepat pulang ke rumah.
4. Lavh
Lavh merupakan singkatan dari Laparascopic Assisted Vaginal Hysterectomy. Lavh merupakan gabungan antara operasi pengangkatan rahim melalui vagina dan laparaskopi.
Friday, 1 August 2008
Obat Asma (3)
Kedua obat tersebut diduga menghalangi pelepasan bahan peradangan dari sel mast dan menyebabkan berkurangnya kemungkinan pengkerutan saluran udara. Obat ini digunakan untuk mencegah terjadinya serangan, bukan untuk mengobati serangan.
Obat ini terutama efektif untuk anak-anak dan untuk penyakit asma karena olah raga. Obat ini sangat aman, tetapi relatif mahal dan harus diminum secara teratur meskipun penderita bebas gejala.
Obat Antikolinergik
Obat ini bekerja dengan menghalangi kontraksi otot polos dan pembentukan lendir yang berlebihan di dalam bronkus oleh asetilkolin. Lebih jauh lagi, obat ini akan menyebabkan pelebaran saluran udara pada penderita yang sebelumnya telah mengkonsumsi agonis reseptor beta2-adrenergik. Contoh obat ini yaitu atropin dan ipratropium bromida.
Pengubah Leukotrien
Merupakan obat terbaru untuk membantu mengendalikan penyakit asma. Obat ini mencegah aksi atau pembentukan leukotrien (bahan kimia yang dibuat oleh tubuh yang menyebabkan terjadinya gejala-gejala penyakit asma). Contohnya montelucas, zafirlucas dan zileuton.
Obat Asma (2)
Kortikosteroid
Kortikosteroid menghalangi respon peradangan dan sangat efektif dalam mengurangi gejala penyakit asma. Jika digunakan dalam jangka panjang, secara bertahap kortikosteroid akan menyebabkan berkurangnya kecenderungan terjadinya serangan penyakit asma dengan mengurangi kepekaan saluran udara terhadap sejumlah rangsangan.
Tetapi penggunaan tablet atau suntikan kortikosteroid jangka panjang bisa menyebabkan:
- Gangguan proses penyembuhan luka
- Terhambatnya pertumbuhan anak-anak
- Hilangnya kalsium dari tulang
- Perdarahan lambung
- Katarak prematur
- Peningkatan kadar gula darah
- Penambahan berat badan
- Kelaparan
- Kelainan mental
Tablet atau suntikan kortikosteroid bisa digunakan selama 1-2 minggu untuk mengurangi serangan penyakit asma yang berat. Kortikosteroid per-oral (ditelan) diberikan untuk jangka panjang hanya jika pengobatan lainnya tidak dapat mengendalikan gejala penyakit asma.
Untuk penggunaan jangka panjang biasanya diberikan inhaler kortikosteroid karena dengan inhaler, obat yang sampai di paru-paru 50 kali lebih banyak dibandingkan obat yang sampai ke bagian tubuh lainnya.
